Konten dari Pengguna

Pesan Moral Kisah Sawerigading yang Perlu Diteladani

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Pesan moral kisah Sawerigading. Foto: Unsplash/Aaron Burden
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesan moral kisah Sawerigading. Foto: Unsplash/Aaron Burden

Pesan moral kisah Sawerigading, cerita rakyat dari Sulawesi Selatan, memaknai tentang menghormati adat, bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, serta tetap tegar menghadapi kenyataan yang tidak selalu sesuai harapan.

Cerita rakyat ini tetap dikenal dari generasi ke generasi, karena berkaitan dengan Epos I La Galigo.

Kisah Sawerigading tidak hanya menghadirkan perjalanan hidup seorang tokoh dalam epos I La Galigo, tetapi juga menyimpan berbagai pelajaran yang masih relevan hingga sekarang.

Pesan Moral Kisah Sawerigading tentang Kesetiaan, Kebijaksanaan, dan Menghormati Adat

Ilustrasi Pesan moral kisah Sawerigading. Foto: Unsplash/Beku Kanomi

Pesan moral kisah Sawerigading dapat dipahami melalui berbagai peristiwa yang dialami tokoh utama dalam cerita tersebut. Dikutip dari laman budaya-indonesia.org, Sawerigading dikisahkan menaruh perasaan kepada saudara kembarnya, Wetandiabe atau Wekoila.

Setelah mengetahui bahwa perempuan tersebut merupakan saudara kandungnya, ia mengurungkan niat untuk menikahinya. Selanjutnya, Sawerigading melakukan perjalanan menuju Negeri Cina untuk mempersunting I We Cudai.

Rangkaian peristiwa itulah yang menghadirkan berbagai pelajaran hidup tentang menghormati adat, menerima kenyataan, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Berikut beberapa pesan moral yang dapat dipetik dari kisah Sawerigading.

1. Menghormati adat dan norma yang berlaku

Sawerigading memilih mengurungkan niat untuk menikahi Wetandiabe setelah mengetahui hubungan darah di antara mereka. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa adat dan norma perlu dihormati meskipun bertentangan dengan keinginan pribadi.

2. Belajar menerima kenyataan

Tidak semua harapan dapat terwujud sesuai keinginan. Setelah menerima kenyataan bahwa cintanya kepada Wetandiabe tidak dapat dipersatukan, Sawerigading memilih menjalani jalan hidup yang telah ditentukan. Nilai ini mengajarkan pentingnya menerima keadaan dengan lapang hati tanpa mengabaikan nilai yang dijunjung.

3. Gigih dalam mencapai tujuan

Perjalanan menuju Negeri Cina dipenuhi berbagai rintangan, tetapi Sawerigading tetap berusaha menyelesaikannya. Keteguhan tersebut menunjukkan bahwa tujuan dapat dicapai melalui kerja keras, keberanian, dan semangat pantang menyerah.

4. Bertanggung jawab atas keputusan

Setiap pilihan membawa konsekuensi. Kisah Sawerigading mengajarkan bahwa seseorang perlu bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil serta siap menghadapi akibat dari setiap tindakan.

5. Menjaga keharmonisan keluarga dan masyarakat

Kisah Sawerigading juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dalam keluarga maupun masyarakat. Menghormati adat, memelihara hubungan kekeluargaan, dan mengutamakan keharmonisan menjadi nilai yang membuat cerita ini tetap dikenang sebagai salah satu warisan budaya yang sarat makna.

Itulah beberapa pesan moral kisah Sawerigading yang dapat dipetik dari cerita rakyat tersebut. (Yolan)

Baca juga: Nilai Moral Cerita Kamandaka yang Masih Relevan dalam Kehidupan hingga Kini