Konten dari Pengguna

Preloved Baju adalah Apa? Ini Arti dan Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Preloved Baju adalah, Foto:Unsplash/Madrosah Sunnah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Preloved Baju adalah, Foto:Unsplash/Madrosah Sunnah

Preloved baju adalah istilah terkait pilihan pakaian yang lebih terjangkau dan beragam.

Istilah ini dapat ditemukan di berbagai platform, mulai dari media sosial hingga marketplace yang menyediakan ruang bagi penjual untuk menawarkan pakaian yang pernah dimiliki sebelumnya.

Menariknya, pilihan tersebut tidak selalu berarti pakaian dengan kondisi yang kurang baik.

Preloved Baju adalah

Ilustrasi Preloved Baju adalah, Foto:Unsplash/Abi Ghouta Timur

Dikutip dari laman greenheartcollective.uk, preloved baju adalah pakaian yang sebelumnya pernah dimiliki atau digunakan, meskipun kondisi setiap barang dapat berbeda.

Barang preloved tidak hanya merujuk pada pakaian yang sudah sering dikenakan, tetapi juga dapat mencakup berbagai jenis pakaian yang pernah berpindah kepemilikan atau digunakan untuk keperluan tertentu.

Misalnya, ada pakaian yang pernah digunakan dan dirawat dengan baik, barang yang diselamatkan dari gudang, hingga pakaian yang sudah dibeli sebagai hadiah tetapi belum pernah dibuka.

Karena itu, preloved kerap dikaitkan dengan pakaian bekas atau second hand. Namun, istilah preloved digunakan untuk memberikan gambaran bahwa pakaian tersebut masih memiliki nilai dan dapat digunakan kembali.

Sebutan ini juga menjadi pilihan karena istilah second hand terkadang masih mendapat pandangan kurang baik, terutama ketika pakaian baru dan tren terkini dianggap lebih menarik dibandingkan pakaian yang dibeli dari toko barang bekas atau tempat amal.

Menariknya, pakaian yang belum pernah digunakan pun dapat disebut preloved. Kondisi tersebut dapat ditemukan pada pakaian yang sebelumnya digunakan sebagai sampel produk atau keperluan fotografi.

Barang tersebut mungkin hanya dikeluarkan dari kemasan dan digunakan dalam waktu yang sangat singkat.

Hal serupa juga dapat terjadi pada barang yang dikembalikan oleh pembeli.

Pakaian mungkin sudah dipesan dan diterima, tetapi kemudian dikembalikan karena ukurannya tidak sesuai, warnanya berbeda dari yang diharapkan, modelnya kurang cocok, atau pemiliknya memang tidak menyukainya.

Beberapa bisnis dapat menangani barang pengembalian secara langsung, sedangkan lainnya menyerahkannya kepada pihak lain. Bahkan, ada merek fast fashion yang mengirim pakaian tersebut ke tempat pembuangan akhir.

Di sisi lain, sejumlah merek populer mulai menjual kembali barang melalui platform seperti Depop atau menyediakan platform penjualan ulang sendiri.

Barang yang ditawarkan dapat memiliki harga menarik, meskipun kemasannya sudah tidak lengkap atau terdapat kekurangan kecil yang hampir tidak terlihat.

Dalam kondisi seperti ini, menyebutnya sebagai pakaian bekas terasa kurang menggambarkan keadaan barang yang sebenarnya karena kondisinya masih mendekati baru.

Selain preloved, terdapat berbagai istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan pakaian dengan riwayat penggunaan atau perubahan tertentu.

Istilah tersebut antara lain pre-owned, hand-me-down, resold, reused, recycled style, remade, refashioned, previously worn, reclaimed, reutilised, repurposed, rejuvenated, restyled, restored, vintage, dan reconditioned.

Masing-masing memiliki makna yang sedikit berbeda, mulai dari pakaian yang pernah dimiliki orang lain, diwariskan dalam keluarga, digunakan kembali, diubah bentuknya, diperbaiki, hingga dikembalikan mendekati kondisi semula.

Sementara itu, vintage memiliki pengertian yang lebih khusus. Pakaian vintage secara teknis merupakan pakaian yang setidaknya telah berusia 20 tahun, sedangkan pakaian berusia lebih dari 100 tahun termasuk kategori antik.

Meski demikian, gaya vintage juga banyak ditiru oleh merek fast fashion dalam koleksi baru mereka. (KIKI)

Baca juga: Mensetsu adalah Apa? Kenali Arti dan Tahapan Wawancara Kerja di Jepang