Konten dari Pengguna

Pseudoscience adalah Apa? Simak Penjelasannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Pseudoscience adalah. unsplash/nci
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Pseudoscience adalah. unsplash/nci

Pseudoscience adalah salah satu istilah yang mungkin terdengar asing, tetapi sebenarnya cukup dekat dengan berbagai informasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah derasnya arus informasi, tidak semua pernyataan yang terlihat meyakinkan memiliki dasar yang kuat.

Ada informasi yang disampaikan dengan istilah ilmiah, angka, atau penjelasan yang sekilas tampak masuk akal, sehingga pembaca bisa saja menerimanya tanpa mempertanyakan lebih jauh.

Pseudoscience adalah Istilah dalam Ilmu Pengetahuan

ilustrasi Pseudoscience adalah. unsplash/Alicia Christin Gerald

Dikutip dari laman history.princeton.edu, Pseudoscience adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tampak seperti ilmu pengetahuan, tetapi memiliki unsur yang salah, menyesatkan, atau belum terbukti.

Beberapa hal yang sering dikaitkan dengan istilah tersebut antara lain astrologi, frenologi, ufologi, kreasionisme, dan eugenika.

Meskipun demikian, menentukan sesuatu sebagai pseudosains bukan perkara sederhana karena belum ada satu kriteria yang dapat digunakan secara mutlak untuk membedakan pseudosains dari ilmu pengetahuan yang sebenarnya.

Persoalan mengenai batas tersebut kemudian menjadi bagian dari perdebatan dalam memahami ilmu pengetahuan.

Perdebatan mengenai pseudosains juga terlihat dalam berbagai persoalan kontemporer, termasuk penolakan terhadap perubahan iklim dan gerakan antivaksin. Dalam perdebatan tersebut, tuduhan mengenai pseudosains dapat disampaikan oleh berbagai pihak.

Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memahami dengan lebih baik persoalan mengenai batas antara ilmu pengetahuan dan hal-hal yang dianggap berada di luarnya.

Buku Pseudoscience: A Very Short Introduction membahas upaya filosofis dan historis untuk memahami persoalan tersebut.

Buku ini menjelaskan bahwa pemahaman terhadap berbagai ajaran yang sering dianggap berlawanan dengan ilmu pengetahuan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana ilmu pengetahuan bekerja pada masa lalu maupun masa kini.

Pembahasannya juga mengangkat pertanyaan mengenai bagaimana suatu ajaran dapat dianggap sebagai pseudosains, siapa yang memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian tersebut, serta bagaimana kedudukan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh konteks politik dan budaya.

Selain itu, buku tersebut membahas perbedaan antara pseudosains dan penipuan ilmiah. Michael D. Gordin mengajak pembaca melihat berbagai bidang yang pernah berada di luar arus utama ilmu pengetahuan, seperti parapsikologi atau persepsi ekstrasensori (ESP), Lysenkoisme, rasisme ilmiah, dan alkimia.

Berbagai contoh tersebut digunakan untuk memahami perdebatan mengenai batas antara ilmu pengetahuan dan hal-hal yang dianggap bukan ilmu pengetahuan.

Melalui pembahasan historis terhadap berbagai bidang tersebut, Pseudoscience: A Very Short Introduction memperlihatkan bagaimana perdebatan mengenai pseudosains mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Buku ini juga memberikan bahan untuk memahami kontroversi mengenai ilmu pengetahuan yang berlangsung pada masa lalu dan masa kini.

Michael D. Gordin merupakan Rosengarten Professor of Modern and Contemporary History serta direktur Society of Fellows in the Liberal Arts di Princeton University.

Ia mengkhususkan diri dalam sejarah ilmu pengetahuan modern di Rusia, Eropa, dan Amerika Utara, termasuk sejarah sains pinggiran, perlombaan senjata nuklir, ilmu pengetahuan Rusia dan Soviet, bahasa dan sains, serta Albert Einstein.

Gordin juga merupakan penulis The Pseudoscience Wars: Immanuel Velikovsky and the Birth of the Modern Fringe, Scientific Babel: How Science Was Done Before and After Global English, dan Red Cloud at Dawn: Truman, Stalin, and the End of the Atomic Monopoly. (KIKI)

Baca juga: Allow While Visiting the Site Artinya Apa? Simak Penjelasannya di Sini