Puasa adalah Rukun Islam yang ke Berapa? Ini Jawaban dan Dalilnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa adalah rukun Islam yang ketiga, yang perlu diketahui setiap muslim dan bagi yang tengah mendalami ajaran Islam secara lebih mendalam.
Seiring dengan meningkatnya rasa ingin tahu tentang ibadah-ibadah wajib, pertanyaan mengenai urutan rukun Islam menjadi penting untuk diketahui, karena setiap rukun memiliki makna dan peran tersendiri dalam membentuk kualitas keimanan seorang Muslim.
Tidak hanya sekadar rutinitas, rukun Islam merupakan fondasi utama yang menuntun umat Islam dalam menjalani hidup yang selaras dengan syariat, mencakup keyakinan, ibadah, dan akhlak yang mulia.
Puasa adalah Rukun Islam yang Ketiga
Dikutip dari laman informatics.uii.ac.id, mengungkapkan bahwa puasa adalah rukun Islam yang ketiga, setelah pengucapan dua kalimat syahadat dan pelaksanaan salat.
Secara bahasa, puasa berarti menahan diri, namun dalam istilah agama, puasa adalah ibadah yang mengharuskan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit hingga terbenam matahari.
Ibadah ini tidak hanya melibatkan pengendalian kebutuhan jasmani, tetapi juga menuntut penguatan spiritual dan kedisiplinan diri.
Pelaksanaan puasa mengajarkan kesabaran, keteguhan hati, dan pengendalian diri terhadap berbagai godaan.
Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seseorang diajak untuk lebih sadar akan tindakan sehari-hari, sekaligus memperdalam hubungan dengan Tuhan. Selain aspek spiritual, puasa juga mendorong rasa empati sosial.
Menahan lapar dan dahaga membuat setiap orang lebih peka terhadap kesulitan mereka yang kurang beruntung, sehingga mendorong kepedulian dan sikap dermawan.
Lebih dari sekadar menahan makan dan minum, puasa juga mengajarkan pengendalian perilaku, seperti menahan diri dari perkataan kasar, berbohong, dan perbuatan yang tidak bermanfaat.
Proses ini membantu membentuk karakter yang lebih baik, memperkuat kesadaran diri, dan menjadikan setiap momen puasa sebagai kesempatan untuk introspeksi dan perbaikan diri.
Dengan demikian, puasa sebagai rukun Islam yang ketiga memiliki makna mendalam. Ibadah ini mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan spiritual, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan yang berlaku sepanjang kehidupan.
Memahami posisi dan makna puasa membantu menjadikan ibadah ini lebih bermakna, tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sarana pembentukan diri yang lebih bijaksana dan penuh empati.(DANI)
Baca juga: Facebook Pro adalah Apa? Ini Rahasia Fitur Baru yang Bikin Pengguna Auto Cuan