Puasa Syawal: Puasa Sunnah yang Dilaksanakan Enam Hari Setelah Idul Fitri
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa sunnah yang dilaksanakan enam hari setelah hari raya Idul Fitri adalah puasa Syawal. Puasa ini merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Ibadah tersebut dilakukan pada bulan Syawal, tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa Syawal memiliki keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang menjalankannya. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
Puasa Sunnah yang dilaksanakan Enam Hari setelah Hari Raya Idul Fitri adalah Puasa Syawal
Dikutip dari baznas.go.id, puasa sunnah yang dilaksanakan enam hari setelah hari raya Idul Fitri adalah puasa Syawal. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.”
Hadits ini menjelaskan bahwa pahala puasa Syawal sangat besar, bahkan setara dengan puasa selama satu tahun penuh. Hal ini karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh, sehingga 30 hari Ramadan ditambah 6 hari Syawal sama dengan 360 hari.
Puasa Syawal dapat mulai dilaksanakan sejak tanggal 2 Syawal, karena tanggal 1 Syawal adalah hari yang diharamkan untuk berpuasa (Idul Fitri).
Idealnya, puasa Syawal dilakukan secara berturut-turut mulai dari tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, menurut pendapat ulama seperti Ibnu Hajar al-Haitami, puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Misalnya, seseorang dapat melaksanakan ibadah ini pada hari Senin dan Kamis, atau pada tanggal-tanggal tertentu seperti ayyamul bidh tanggal 13, 14, dan 15 kalender Hijriah.
Tata cara puasa Syawal sama seperti puasa lainnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Hal ini dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Berikut adalah bacaan niat puasa Syawal di malam hari:
Nawaitu shauma ghadin an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”
Selain itu, ada pula bacaan niat di siang hari bagi yang lupa berniat di malam hari.
Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.”
Karena termasuk puasa sunnah, niat puasa Syawal masih diperbolehkan dilakukan pada siang hari selama belum makan atau minum sejak pagi.
Puasa Syawal adalah penyempurna ibadah Ramadan. Selain mendapatkan pahala yang setara dengan puasa setahun. Amalan puasa ini juga menjadi bukti konsistensi seorang Muslim dalam beribadah setelah bulan suci berakhir.
Puasa sunnah yang dilaksanakan enam hari setelah hari raya Idul Fitri adalah puasa Syawal. Dengan melaksanakan puasa ini, umat Islam dapat menjaga kualitas keimanan dan ketakwaan, serta terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. (Win)
Baca juga: Dosa yang Tidak Diampuni oleh Allah adalah Apa Saja? Ini Jawabannya