Konten dari Pengguna

Quiet Quitting Artinya Apa dalam Dunia Kerja? Ini Penjelasan Selengkapnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Quiet Quitting Artinya. Foto: Unsplash/ EmbedSocial
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Quiet Quitting Artinya. Foto: Unsplash/ EmbedSocial

Quiet quitting artinya apa? Istilah tersebut mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, terutama bagi yang belum banyak menemukan pembahasan mengenai fenomena di lingkungan kerja.

Pembahasan mengenai quiet quitting dalam dunia kerja menjadi menarik karena istilah tersebut berkaitan dengan cara seseorang menjalani pekerjaan dan memenuhi tanggung jawabnya.

Quiet Quitting Artinya Bekerja Sesuai Porsinya

Ilustrasi Quiet Quitting Artinya. Foto: Unsplash/ Campaign Creators

Dikutip dari laman djkn.kemenkeu.go.id, quiet quitting artinya sikap seseorang yang tetap bekerja dan menyelesaikan tanggung jawab sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan, tetapi tidak lagi memberikan usaha tambahan di luar kewajibannya.

Dengan kata lain, seseorang yang melakukan quiet quitting bukan berarti berhenti bekerja atau sengaja mengabaikan pekerjaan. Istilah ini lebih merujuk pada keputusan untuk bekerja sesuai batas tanggung jawab yang dimiliki tanpa merasa harus terus-menerus memberikan tenaga dan waktu tambahan.

Istilah quiet quitting semakin banyak dibicarakan dalam dunia kerja modern, terutama setelah populer di media sosial seperti TikTok dan X. Fenomena ini berkaitan dengan batas profesional dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan (work-life balance).

Dalam penerapannya, pekerja tetap memenuhi target dan aturan yang berlaku, tetapi tidak mengambil pekerjaan tambahan atau bekerja di luar jam kerja apabila hal tersebut bukan bagian dari tanggung jawabnya.

Mengapa Seseorang Melakukan Quiet Quitting?

Ada beberapa faktor yang dapat mendorong seseorang menerapkan quiet quitting, seperti beban kerja yang berlebihan, kurangnya apresiasi, rendahnya keterlibatan dalam pekerjaan (employee engagement), tekanan kerja, serta keinginan menjaga work-life balance.

Ketika tuntutan pekerjaan semakin besar tanpa dukungan atau penghargaan yang sepadan, seseorang dapat memilih untuk membatasi diri pada tugas dan tanggung jawab utamanya.

Selain itu, burnout atau kelelahan akibat tekanan pekerjaan dalam jangka panjang juga dapat membuat pekerja mengurangi usaha tambahan. Meski demikian, quiet quitting tidak selalu disebabkan oleh burnout karena setiap pekerja memiliki kondisi dan alasan yang berbeda.

Pandangan Milenial dan Gen Z terhadap Quiet Quitting

Quiet quitting kerap dikaitkan dengan Milenial dan Gen Z karena kedua generasi tersebut banyak berada dalam angkatan kerja saat ini. Milenial cenderung tetap mempertimbangkan stabilitas, pendapatan, dan perkembangan karier, tetapi juga mulai memperhatikan work-life balance.

Sementara itu, Gen Z yang tumbuh di era digital lebih menaruh perhatian pada batas jam kerja, kesejahteraan, dan fleksibilitas. Meski demikian, quiet quitting tidak selalu menunjukkan kurangnya ambisi karena pekerja tetap dapat memiliki tujuan karier, mengembangkan keterampilan, maupun menjalankan pekerjaan sampingan.

Quiet quitting artinya bekerja dengan tetap memenuhi tanggung jawab utama tanpa memberikan usaha tambahan di luar kewajiban. Fenomena ini berkaitan dengan batas kerja dan work-life balance, sehingga penting dipahami agar tanggung jawab pekerjaan tetap berjalan tanpa mengabaikan kehidupan pribadi. (Idaf)

Baca juga: Cara Cek Nomor KPJ yang Lupa Melalui Aplikasi JMO Jamsostek dengan Mudah