Konten dari Pengguna

Rujak Cingur Berasal dari Mana? Simak Sejarah di Balik Hidangan Legendaris Ini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rujak Cingur Berasal dari Mana, Foto:Unsplash/Anna Pelzer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rujak Cingur Berasal dari Mana, Foto:Unsplash/Anna Pelzer

Rujak cingur berasal dari mana menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena setiap kuliner tradisional menyimpan kisah panjang yang tidak banyak diketahui.

Di balik perpaduan cita rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit aroma khas dari petis, terdapat perjalanan budaya yang menjadikan hidangan ini tetap bertahan hingga sekarang.

Makanan tradisional bukan sekadar sajian untuk mengenyangkan perut, melainkan juga menjadi bagian dari identitas suatu daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rujak Cingur Berasal dari Mana Berdasarkan Asal Daerahnya

Ilustrasi Rujak Cingur Berasal dari Mana, Foto:Unsplash/Randy Fath

Rujak cingur berasal dari mana menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika membahas salah satu kuliner legendaris khas Surabaya.

Menurut informasi dari kemendikdasmen.go.id, hidangan tradisional ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1938 dan hingga kini telah bertahan selama sekitar 85 tahun.

Keberadaannya tidak hanya dikenal sebagai makanan khas Kota Surabaya, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.

Rujak cingur berasal dari mana? Rujak Cingur memiliki tempat tersendiri di tengah beragam kuliner tradisional Indonesia.

Istilah "rujak" berasal dari penyebutan masyarakat Madura. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut kemudian digunakan di Surabaya.

Karena masyarakat setempat telah mengenal rujak buah, hidangan tersebut dipadukan dengan cingur hingga akhirnya dikenal sebagai rujak cingur seperti sekarang.

Penggunaan cingur atau hidung sapi juga memiliki latar belakang tersendiri. Dahulu, Surabaya memiliki hubungan yang dekat dengan Madura sehingga pasokan daging sapi menjadi lebih mudah diperoleh.

Kondisi tersebut membuat cingur dipilih sebagai salah satu bahan utama dalam hidangan ini. Selain menjadi ciri khas rujak cingur, cingur juga merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan.

Proses pembuatan rujak cingur terbilang sederhana, terutama pada tahap meracik bumbu. Petis dicampurkan dengan kacang, air, bawang goreng, serta berbagai bumbu lainnya hingga menghasilkan bumbu khas.

Sementara itu, cingur direbus bersama bumbu-bumbu terlebih dahulu sebelum disajikan. Setelah proses tersebut selesai, hidangan kemudian dilengkapi dengan tahu goreng, tempe goreng, sayuran, buah-buahan, dan lontong.

Pada tahap penyajian, proses mengulek seluruh bahan bersama bumbu hanya memerlukan waktu sekitar 10 hingga 20 menit.

Sebaliknya, proses yang paling lama adalah merebus cingur, yaitu sekitar 5 hingga 8 jam. Perebusan dilakukan hingga cingur memiliki tekstur yang semakin empuk sehingga siap dikonsumsi dan dapat berpadu dengan seluruh bahan pelengkap dalam satu sajian rujak cingur. (DANI)

Baca juga: Asal Usul Nasi Kapau, Kuliner Minang yang Punya Sejarah Panjang