Sasando Dimainkan dengan Cara Apa ? Ini Pembahasannya dalam Seni Musik
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bentuknya yang unik membuat orang bertanya-tanya sasando dimainkan dengan cara apa. Bagi yang belum tahu, alat musik tradisional ini dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di alam.
Rangka utamanya dibuat dari bambu yang diberi lapisan khusus agar tampak mengkilap & tahan lama. Sementara wadah resonansinya, dibuat dari daun lontar yang dibentuk setengah lingkaran.
Alat Musik Sasando Dimainkan dengan Cara Dipetik Menggunakan Dua Tangan
Mengutip laman sma.kemendikdasmen.go.id, sasando dimainkan dengan cara dipetik menggunakan dua tangan yang diarahkan berlawanan.
Sasando merupakan alat musik tradisional yang menjadi kebanggan masyarakat di Pulau Rote, NTT. Masyarakat Rote sering menyebutnya dengan nama sasandu yang berarti berbunyi atau bergetar.
Seperti yang disinggung pada pembahasan sebelumnya, sasando dimainkan menggunakan dua tangan. Masing-masing tangan memegang kunci tersendiri agar bunyi yang dikeluarkan balance.
Bagian tangan kiri berfungsi untuk mengatur melodi, sementara tangan kanan dipergunakan untuk memainkan akord.
Berbagai Fakta Unik Sasando
Daya tarik sasando tidak hanya ada pada bentuknya saja, melainkan ada beberapa faktor lainnya. Ingin tahu penjelasan lebih lengkapnya? Simak penjelasan di bawah ini:
1. Diakui UNESCO
Melihat nilai seni budaya dan keunikan bentuknya yang berbeda dari kebanyakan alat musik, UNESCO menetapkan sasando sebagai Warisan Budaya Takbenda.
2. Jumlah Dawainya Bervariasi
Alat musik ini terbagi menjadi beberapa jenis, seperti gong, dobel, atau engkel. Masing-masingnya dibuat dengan jumlah dawai berbeda-beda untuk menghasilkan suara yang sudah menjadi patokannya.
Secara umum, jumlah dawainya berkisar antara 28 hingga 84 dawai yang diatur dengan ketebalan, panjang, dan tingkat tegangan yang tidak sama.
3. Perlu Keahlian Khusus untuk Memainkannya
Hanya orang-orang terlatih saja yang bisa memainkan sasando. Salah satu faktornya adalah senar harus dipetik berlawanan menggunakan kedua tangan.
4. Dawai Terbuat dari Bahan Alami
Pada awal perkembangannya, dawai sasando terbuat dari bahan-bahan alami, termasuk daun lontar yang diserut atau usus hewan.
Seiring berjalannya waktu, dawai pada sasando modern kebanyakan dibuat dari senar gitar atau kawat baja yang memang mudah ditemukan serta tahan lama.
Itulah penjelasan dari pertanyaan sasando dimainkan dengan cara apa yang patut dipahami. Sebagai wujud pelestarian budaya, tidak ada salahnya mengenal lebih dalam alat-alat musik tradisional.
Baca juga: Kecapi Dimainkan dengan Cara Apa? Ini Jawabannya