Konten dari Pengguna

Sejarah Asam Padeh, Kuliner Tradisional Minang yang Digemari Berbagai Generasi

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Asam Padeh, Foto:Unsplash/Or Hakim
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Asam Padeh, Foto:Unsplash/Or Hakim

Sejarah asam padeh menarik untuk ditelusuri karena hidangan ini bukan sekadar sajian bercita rasa asam dan pedas yang menggugah selera.

Di balik semangkuk kuahnya yang kaya rempah, tersimpan perjalanan panjang yang berkaitan dengan budaya, tradisi, serta kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan hasil alam di sekitarnya.

Sejarah Asam Padeh, Makanan Khas Berbahan Ikan

Ilustrasi Sejarah Asam Padeh, Foto:Unsplash/Olivie Strauss

Dikutip dari laman rri.co.id, sejarah asam padeh berawal dari salah satu kekayaan makanan khas Sumatera Barat, khususnya Padang, yang hingga kini dikenal karena perpaduan rasa pedas, asam, dan gurih yang khas.

Hidangan ini menjadi salah satu masakan tradisional yang identik dengan cita rasa segar tanpa menggunakan santan.

Asam padeh umumnya dibuat menggunakan ikan tongkol sebagai bahan utama karena teksturnya yang cocok dipadukan dengan kuah berbumbu.

Meski demikian, penggunaan ikan tidak terbatas pada tongkol saja. Ikan kakap, ikan patin, maupun ikan lele juga kerap dimanfaatkan sebagai pengganti sesuai dengan ketersediaan bahan.

Terlepas dari jenis ikan yang digunakan, ciri utama asam padeh tetap terlihat dari perpaduan rasa pedas dan asam yang menjadi identitas hidangan ini.

Cita rasa khas asam padeh berasal dari kombinasi bumbu yang digunakan selama proses memasak. Rasa pedas dihasilkan dari cabai merah yang menjadi salah satu bahan utama, sedangkan rasa asam diperoleh dari asam kandis atau belimbing sayur.

Perpaduan kedua bahan tersebut menciptakan keseimbangan rasa yang segar sekaligus menggugah selera. Selain itu, kehadiran berbagai bumbu pelengkap turut memperkaya cita rasa sehingga kuah yang dihasilkan terasa gurih dan menyatu dengan ikan.

Dalam proses pembuatannya, seluruh bumbu dimasak bersama ikan secara perlahan. Teknik memasak ini dilakukan agar bumbu memiliki waktu yang cukup untuk meresap hingga ke dalam daging ikan.

Dengan cara tersebut, rasa pedas, asam, dan gurih tidak hanya terasa pada kuah, tetapi juga menyelimuti setiap bagian ikan sehingga menghasilkan cita rasa yang merata.

Keunikan asam padeh tidak hanya terletak pada perpaduan rasanya, tetapi juga pada penggunaan bahan-bahan yang sederhana dengan proses memasak yang tepat.

Cabai merah memberikan sensasi pedas yang khas, sedangkan asam kandis atau belimbing sayur menghadirkan rasa asam yang segar.

Sementara itu, penggunaan bumbu yang lengkap serta proses memasak secara perlahan membuat seluruh cita rasa menyerap dengan baik ke dalam daging ikan.

Baik menggunakan ikan tongkol, kakap, patin, maupun lele, asam padeh tetap mempertahankan karakter utamanya sebagai masakan khas Sumatera Barat yang dikenal dengan perpaduan rasa pedas, asam, dan gurih. (KIKI)

Baca juga: Sejarah Pempek hingga Menjadi Ikon Kuliner Palembang