Sejarah Bagaimana Sriwijaya Menyiasati Kekayaan Alamnya yang Kalah dengan Jawa
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana Sriwijaya menyiasati kekayaan alamnya yang kalah dengan Jawa menjadi hal menarik untuk dibahas dalam sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara.
Setiap kerajaan memiliki kondisi geografis dan sumber daya alam yang berbeda, sehingga cara mengembangkan perekonomiannya pun tidak selalu sama.
Bagaimana Sriwijaya Menyiasati Kekayaan Alamnya yang Kalah dengan Jawa, Ini Penjelasannya!
Bagaimana Sriwijaya menyiasati kekayaan alamnya yang kalah dengan Jawa? Sriwijaya menerapkan kebijakan dengan mengenakan bea cukai yang mahal terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi wilayah kekuasaannya dikutip dari Buku Pendidikan Agama Islam Kontemporer oleh Ilham Pratama, dkk (2024).
Kebijakan ini menjadi salah satu cara untuk memperoleh pemasukan dan memperkuat kedudukan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang mengandalkan perdagangan.
Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang berkembang pesat di wilayah Sumatra.
Berbeda dengan Jawa yang memiliki tanah subur dan mendukung kegiatan pertanian, Sriwijaya tidak terlalu mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber utama perekonomiannya.
Kondisi Geografis tersebut membuat Sriwijaya perlu mencari cara lain untuk memperoleh kekayaan dan mempertahankan kekuasaannya.
Salah satu keunggulan Sriwijaya terletak pada lokasinya yang strategis di jalur perdagangan internasional. Wilayahnya berada dekat dengan Selat Malaka dan jalur pelayaran yang menghubungkan India dengan Tiongkok.
Posisi ini membuat banyak kapal dagang melewati kawasan Sriwijaya untuk melakukan perdagangan berbagai komoditas, seperti rempah-rempah, kain, keramik, dan hasil hutan.
Melihat peluang tersebut, Sriwijaya mengembangkan kekuatan di bidang pelayaran dan perdagangan. Kerajaan ini berusaha menguasai jalur-jalur perdagangan penting sekaligus menyediakan tempat singgah bagi kapal-kapal yang melakukan perjalanan jauh.
Sriwijaya dapat memperoleh keuntungan dari aktivitas perdagangan yang berlangsung di wilayah kekuasaannya.
Pengenaan bea cukai terhadap kapal dagang menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pemasukan kerajaan. Sriwijaya juga diuntungkan oleh berbagai aktivitas ekonomi di pelabuhan, termasuk transaksi jual beli dan penyediaan kebutuhan para pedagang.
Ramainya kegiatan tersebut turut mendukung pertumbuhan kota-kota pelabuhan dan memperkuat hubungan Sriwijaya dengan pedagang dari berbagai wilayah.
Tidak hanya mengandalkan pemasukan perdagangan, Sriwijaya juga membangun kekuatan laut untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.
Keamanan menjadi hal penting karena para pedagang membutuhkan perjalanan yang relatif aman agar kegiatan perdagangan dapat berjalan lancar.
Pengaruh politik dan kekuatan maritim pun membantu Sriwijaya mempertahankan perannya dalam jaringan perdagangan regional.
Itulah bagaimana Sriwijaya menyiasati kekayaan alamnya yang kalah dengan Jawa melalui berbagai upaya untuk mempertahankan kejayaan kerajaan.
Kisah ini menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki peluang tersendiri untuk berkembang sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimilikinya. (shr)
Baca juga: Alasan Utama Perdagangan di Kerajaan Sriwijaya Mengalami Kemajuan yang Pesat