Konten dari Pengguna

Sejarah Kalender Masehi dan Teori Perhitungannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Kalender Masehi. Unsplash.com/Daniel Tuttle
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Kalender Masehi. Unsplash.com/Daniel Tuttle

Kalender yang digunakan secara luas di dunia saat ini memiliki sejarah kalender Masehi yang panjang. Kalender ini berkembang melalui berbagai perubahan dan reformasi dari sistem penanggalan Romawi kuno hingga Kalender Gregorian.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan perhitungan waktu dengan peredaran Matahari agar perhitungan kalender lebih akurat.

Sejarah Kalender Masehi dari Romawi Kuno Hingga Gregorian

Ilustrasi Sejarah Kalender Masehi. Unsplash.com/Julia Taubitz

Dikutip dari rri.co.id, sejarah Kalender Masehi dapat ditelusuri dari kalender Romawi kuno. Pada abad ke-7 SM, Romulus yang dianggap sebagai pendiri Roma memperkenalkan kalender yang terdiri atas 10 bulan.

Namun sistem ini belum mampu menyesuaikan diri dengan baik terhadap siklus Matahari sehingga panjang tahun kalender tidak selalu sesuai dengan perubahan musim.

Kemudian, di masa pemerintahan Raja Numa Pompilius, kalender Romawi mengalami perubahan. Dua bulan baru ditambahkan, yaitu Januari (Januarius) dan Februari (Februarius) sehingga jumlah bulan menjadi 12.

Meskipun begitu, 1 Januari pada masa itu belum ditetapkan sebagai awal tahun seperti yang berlaku dalam kalender modern ini.

1. Reformasi Julius Caesar dan Kalender Julian

Permasalahan ketidaksesuaian kalender dengan tahun Matahari masih berlangsung berlangsung. Julius Caesar melakukan reformasi kalender pada 45 SM untuk memperbaikinya. Reformasi tersebut menghasilkan sistem yang dikenal sebagai Kalender Julian.

Kalender Julian menggunakan perhitungan panjang tahun rata-rata 365,25 hari. Untuk mengatasi kelebihan seperempat hari tersebut, ditambahkan satu hari setiap empat tahun. Di kemudian hari, tahun yang mendapatkan tambahan satu hari ini dikenal sebagai tahun kabisat.

Julius Caesar juga menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun. Sistem ini jauh lebih teratur dibandingkan dengan kalender Romawi sebelumnya. Sistem ini juga menjadi dasar bagi perkembangan kalender yang digunakan selanjutnya.

2. Lahirnya Kalender Gregorian

Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender baru yang disebut Kalender Gregorian. Kalender tersebut dibuat untuk memperbaiki ketidaktepatan Kalender Julian dan menjaga agar kalender selaras dengan tahun Matahari.

Aturan penting Kalender Gregorian berkaitan dengan tahun kabisat. Dimana pada prinsipnya, tahun yang habis dibagi 4 merupakan tahun kabisat.

Namun, ada pengecualian untuk tahun yang habis dibagi 100. Maka tahun tersebut tidak menjadi tahun kabisat kecuali juga habis dibagi 400.

Contohnya pada tahun 2000, merupakan tahun kabisat karena habis dibagi 400. Namun sebaliknya, tahun 1900 bukan tahun kabisat karena habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.

Aturan tersebut membuat Kalender Gregorian lebih akurat dibandingkan dengan Kalender Julian dalam mengikuti siklus tahunan Matahari.

Kalender Gregorian diberlakukan pertama kali pada tahun 1582, terutama di negara-negara Katolik. Namun, penggunaannya tidak langsung diterima oleh seluruh dunia karena setiap negara memiliki waktu yang berbeda dalam mengadopsinya.

3. Kalender Masehi yang Digunakan Modern Ini

Kalender Masehi yang digunakan secara luas saat ini pada dasarnya merupakan Kalender Gregorian. Kalender ini merupakan hasil dari perkembangan panjang sistem penanggalan sejak zaman Romawi.

Sejarah Kalender Masehi menunjukkan bahwa sistem penanggalan yang digunakan manusia modern di seluruh dunia merupakan hasil perkembangan dan penyempurnaan perhitungan kalender selama berabad-abad yang lalu. (Aya)

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Semua Es di Bumi Mencair? Ini Dampaknya