Konten dari Pengguna

Sejarah Soto Banjar yang Jarang Diketahui, Ternyata Punya Kisah yang Menarik

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Soto Banjar, Foto:Unsplash/Alyson McPhee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Soto Banjar, Foto:Unsplash/Alyson McPhee

Sejarah soto Banjar menarik untuk dibahas karena menyimpan cerita yang tidak hanya berkaitan dengan kuliner, tetapi juga perjalanan budaya yang panjang.

Di balik semangkuk hidangan berkuah hangat yang begitu akrab di lidah masyarakat Indonesia, tersimpan jejak masa lalu yang membentuk cita rasa hingga dikenal seperti sekarang.

Tidak sedikit orang menikmati soto Banjar hanya karena kelezatannya, padahal setiap makanan tradisional umumnya memiliki latar belakang yang membuatnya semakin istimewa.

Sejarah Soto Banjar, Makanan Tradisional Penuh Cerita

Ilustrasi Sejarah Soto Banjar, Foto:Unsplash/Or Hakim

Sejarah soto Banjar menyimpan kisah panjang yang tidak banyak diketahui, meskipun hidangan ini telah lama menjadi salah satu kuliner khas Kalimantan Selatan yang populer.

Di balik semangkuk kuah hangat yang kaya rempah, terdapat perjalanan sejarah yang memperlihatkan bagaimana sebuah makanan berkembang melalui pertemuan berbagai budaya.

Karena itulah, soto Banjar tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena latar belakang pembentukannya yang menarik untuk dipahami.

Dikutip dari akun Instagram @kuliner_banua, mengungkapkan bahwa banyak sejarawan berpendapat bahwa sejarah soto Banjar mulai berkembang sejak abad ke-16.

Pada masa itu, Banjarmasin menjadi salah satu pusat perdagangan rempah di Nusantara sehingga banyak pedagang dari berbagai wilayah datang dan berinteraksi.

Pertemuan berbagai budaya tersebut kemudian membawa pengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perkembangan kuliner yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Salah satu teori yang paling banyak dikenal menyebutkan bahwa soto Banjar berkembang dari hidangan berkuah khas Tionghoa yang dikenal dengan nama jao to.

Seiring berjalannya waktu, hidangan tersebut mengalami penyesuaian dengan cita rasa masyarakat Banjar sehingga menghasilkan sajian yang memiliki karakter tersendiri.

Proses akulturasi tersebut berlangsung secara bertahap dan menjadi bagian penting dalam perkembangan soto Banjar.

Selain pengaruh kuliner Tionghoa, soto Banjar juga mendapat sentuhan dari budaya kuliner Belanda. Hal ini terlihat dari penggunaan susu pada beberapa resep kuah, serta hadirnya perkedel sebagai salah satu pelengkap hidangan.

Perpaduan berbagai unsur budaya tersebut kemudian membentuk soto Banjar yang dikenal hingga saat ini tanpa menghilangkan ciri khasnya.

Kini, soto Banjar identik dengan kuah bening yang dibuat dari kaldu ayam kampung dan diperkaya aneka rempah, seperti kayu manis, cengkih, kapulaga, serta bunga lawang.

Sajian ini biasanya dilengkapi dengan soun, telur rebus, perkedel, serta ketupat atau lontong.

Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan cita rasa yang khas dan menjadi bukti bahwa soto Banjar merupakan kuliner legendaris yang lahir dari proses akulturasi budaya yang berlangsung sejak berabad-abad lalu. (KIKI)

Baca juga: Asal Usul Mie Aceh, Warisan Kuliner yang Kaya Rempah