Konten dari Pengguna

Severity adalah Apa? Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Dipahami

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Severity adalah, Foto:Unsplash/Nik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Severity adalah, Foto:Unsplash/Nik

Kata severity digunakan dalam situasi yang berbeda-beda, mulai dari penilaian tingkat keparahan suatu kondisi hingga pengukuran dampak dari masalah. Saverity adalah dampak keparahan yang timbul dari suatu kejadian.

Tingkat keparahan menggambarkan sejauh mana dampak dari suatu kerentanan dapat menyebar atau memengaruhi sistem.

Severity adalah Kondisi Sulit akibat Kejadian yang tak Diharapkan

Ilustrasi Severity adalah, Foto:Unsplash/Elena Helade

Dikutip dari laman binus.ac.id, mengungkapkan bahwa severity adalah ukuran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat keparahan suatu kerentanan atau kelemahan, tanpa mempertimbangkan sumber ancaman maupun tingkat sensitivitas dari sumber daya yang terdampak.

Dalam penggunaannya, istilah ini berfokus pada seberapa luas paparan atau gangguan yang dapat ditimbulkan oleh suatu kerentanan, sehingga penting untuk tidak mencampurkannya dengan konsep sensitivitas yang memiliki makna berbeda.

Singkatnya, severity adalah kondisi sulit/susah yang muncul karena terjadinya kejadian yang tidak diharapkan

Lebih lanjut, tingkat keparahan menggambarkan sejauh mana dampak dari suatu kerentanan dapat menyebar atau memengaruhi sistem.

Penilaian ini tidak membahas konsekuensi akhir, melainkan hanya melihat ruang lingkup gangguan yang mungkin terjadi. Dengan demikian, tingkat keparahan berperan sebagai indikator awal untuk memahami potensi luasnya masalah yang muncul akibat suatu kelemahan.

Sebagai contoh, kerentanan dengan tingkat keparahan tinggi dapat menyebabkan gangguan konektivitas yang meluas hingga berdampak pada beberapa kantor sekaligus.

Sebaliknya, kerentanan dengan tingkat keparahan sedang hanya menimbulkan gangguan yang lebih terbatas, misalnya pada satu kantor saja.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa tingkat keparahan berhubungan dengan skala dampak, bukan pada besar kecilnya kerugian yang dihasilkan.

Sementara itu, sensitivitas memiliki fungsi yang berbeda karena digunakan untuk menjelaskan konsekuensi yang ditimbulkan, seperti kerugian finansial atau sanksi tertentu.

Oleh karena itu, meskipun sering dianggap serupa, tingkat keparahan dan sensitivitas sebenarnya memiliki peran yang tidak sama dan perlu dipahami secara terpisah agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penilaian suatu kerentanan. (DANI)

Baca juga: Naturalisme adalah Apa? Simak Pengertian, Ciri, dan Contohnya dalam Dunia Seni