Konten dari Pengguna

Sporangium adalah Fase pada Tumbuhan, Ini Tahap Lengkapnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sporangium adalah Fase Tumbuhan. Unsplash.com/James Ahlberg
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sporangium adalah Fase Tumbuhan. Unsplash.com/James Ahlberg

Dalam materi tumbuhan di dunia biologi, istilah sporangium banyak muncul saat membahas proses reproduksi. Sporangium adalah salah satu bagian penting dalam siklus hidup tumbuhan, terutama pada tumbuhan yang tidak berbiji seperti lumut dan paku.

Agar dapat memahami konsep sporangium dengan baik, penting untuk mengetahui apa itu sporangium dan bagaimana tahapannya dalam siklus hidup sebuah tumbuhan.

Sporangium adalah Struktur atau Organ Berbentuk Kantung

Ilustrasi Sporangium adalah Fase Tumbuhan. Unsplash.com/Robert Nelson

Dikutip dari www.sampoernaacademy.sch.id, sporangium adalah struktur atau organ yang berbentuk kantung. Organ ini berfungsi sebagai tempat pembentukan dan penyimpanan spora pada tumbuhan. Spora merupakan sel reproduksi yang dapat berkembang menjadi individu baru tanpa melalui pembuahan.

Dalam tumbuhan, sporangium pada umumnya terdapat pada fase sporofit (fase penghasil spora). Struktur ini dapat ditemukan pada bagian tertentu, contohnya di bawah daun tumbuhan paku yang sering terlihat sebagai bintik-bintik kecil.

Sporangium adalah organ biasa yang merupakan bagian dari proses pergiliran keturunan (metagenesis) tumbuhan. Pada tumbuhan paku, siklus hidupnya terdiri dari dua fase, yaitu gametofit dan sporofit. Berikut adalah tahapan lengkapnya:

1. Fase Sporofit (2n)

Tumbuhan paku dewasa berada pada fase sporofit menghasilkan struktur khusus berupa daun sporofil yang mengandung sporangium.

2. Pembentukan Sporangium

Sporangium terbentuk di dalam sporofil, yang mana di dalamnya terdapat sel induk spora yang bersifat diploid (2n).

3. Meiosis dalam Sporangium

Sel induk spora mengalami pembelahan meiosis dan menghasilkan spora yang sifatnya haploid (n).

4. Fase Pelepasan Spora

Spora yang telah matang akan dilepaskan ke lingkungan. Pada umumnya terbawa oleh angin atau air.

5. Fase Gametofit (n)

Spora yang jatuh di tempat sesuai akan tumbuh menjadi gametofit (protalium). Gametofit kemudian menghasilkan alat kelamin jantan (anteridium) dan betina (arkegonium).

6. Fase Pembuahan

Spermatozoid dari anteridium kemudian membuahi ovum di arkegonium hingga terbentuk zigot (2n).

7. Kembali ke Sporofit

Zigot kemudian berkembang menjadi tumbuhan paku baru (sporofit) dan siklus kembali berulang.

Sporangium memiliki beberapa fungsi utama, diantaranya yaitu tempat pembentukan spora, melindungi spora selama perkembangan, dan membantu penyebaran spora ke lingkungan. Karena beberapa peran tersebut, sporangium menjadi hal inti dalam reproduksi aseksual pada tumbuhan non-biji.

Sporangium adalah fase dan struktur penting dalam siklus hidup tumbuhan yang berperan sebagai tempat pembentukan spora. Dalam proses metagenesis, sporangium muncul di fase sporofit dan menjadi awal terbentuknya generasi baru melalui spora. Dengan memahami tahap-tahap ini, manusia bisa melihat bagaimana tumbuhan berkembang biak tanpa biji secara efektif di alam. (Win)

Baca juga: Pasang Surut Adalah Apa? Simak Informasinya di Sini