Syarat Pakaian Ihram bagi Jamaah Haji Laki-laki adalah Apa? Ini Ketentuannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian ihram adalah bagian penting dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Sehingga, syarat pakaian ihram bagi jamaah haji laki-laki adalah terdapat beberapa ketentuan khusus. Syarat ini harus dipahami agar ibadah yang dijalankan sah dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Dikutip dari bpkh go.id, pakaian ihram adalah busana khusus yang dikenakan umat Muslim ketika memasuki keadaan ihram, yaitu kondisi suci saat memulai ibadah haji atau umrah. Pakaian ini memiliki makna tentang kesederhanaan, kesetaraan, dan ketundukan kepada Allah Swt.
Syarat Pakaian Ihram bagi Jamaah Haji Laki-laki adalah Tidak Berjahit
Berbeda dengan perempuan, jamaah laki-laki memiliki aturan yang spesifik dalam mengenakan pakaian ihram. Syarat pakaian ihram bagi jamaah haji laki-laki adalah meliputi beberapa ketentuan berikut:
1. Pakaian Ihram Tidak Berjahit
Pakaian ihram laki-laki terdiri dari dua lembar kain tanpa adanya jahitan. Kain ini tidak boleh berbentuk pakaian yang mengikuti lekuk tubuh seperti baju, celana, dan pakaian dalam. Hal ini menggambarkan kesederhanaan dan menghilangkan perbedaan status sosial.
2. Pakaian Ihram Terdiri dari Dua Lembar Kain
Satu lembar kain digunakan untuk menutup tubuh bagian bawah (disebut izar), sedangkan satu lembar lainnya disampirkan di bahu untuk menutup tubuh bagian atas (disebut rida).
3. Tidak Menutup Kepala
Jamaah laki-laki dilarang menutupi kepala selama dalam keadaan ihram. Jadi, penggunaan topi, sorban, atau penutup kepala lainnya tidak diperbolehkan.
4. Tidak Menggunakan Alas Kaki yang Tertutup
Alas kaki yang dipakai tidak boleh menutupi mata kaki dan punggung kaki secara penuh. Biasanya, jamaah haji laki-laki menggunakan sandal terbuka.
5. Berwarna Sederhana, Pada Umumnya Warna Putih
Meskipun tidak wajib, pakaian ihram pada umumnya berwarna putih. Warna ini berarti kesucian dan kesetaraan antar sesama jamaah.
6. Setelah Niat Tidak Boleh Menggunakan Wewangian
Penggunaan parfum diperbolehkan sebelum niat ihram, akan tetapi setelah memasuki ihram jamaah tidak boleh menggunakan wewangian pada pakaiannya.
Larangan memakai pakaian berjahit dan aksesori duniawi bertujuan untuk menghilangkan kesombongan serta meningkatkan fokus dalam beribadah. Jamaah haji diharapkan lebih khusyuk dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Syarat pakaian ihram bagi jamaah haji laki-laki adalah penggunaan dua lembar kain tanpa jahitan, tidak menutup kepala, dan memakai alas kaki yang terbuka. Dengan memahami dan menerapkan ketentuan ini dengan benar, ibadah haji atau umrah dapat dilaksanakan secara sempurna dan mendapatkan ridha-Nya. (Aya)
Baca juga: Restart adalah Apa? Ini Perbedaannya dengan Shutdown