Konten dari Pengguna

Tamborin Dimainkan dengan Cara Apa? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tamborin dimainkan dengan cara apa. Foto: Unsplash.com/A J.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tamborin dimainkan dengan cara apa. Foto: Unsplash.com/A J.

Tamborin dimainkan dengan cara apa menjadi pertanyaan penting dalam pembelajaran musik karena teknik memegang alat sangat memengaruhi kualitas bunyi yang dihasilkan.

Bentuk tamborin yang ringan dan praktis membuat alat musik tersebut sering dipakai dalam orkestra, band, hingga pertunjukan musik tradisional modern.

Perpaduan bunyi logam kecil dan membran pada tamborin menciptakan warna suara unik dengan karakter tajam, ringan, serta mudah dikenali pendengar.

Alat Musik Tamborin Dimainkan dengan Cara Digoyang atau Ditabuh

Ilustrasi Tamborin dimainkan dengan cara apa. Foto: Pexels.com/kaboompics.

Tamborin dimainkan dengan cara apa? Dikutip dari theinstrumentalist.com, tamborin dimainkan dengan cara digoyangkan atau ditabuh untuk menghasilkan kombinasi bunyi gemerincing dan ritme perkusi.

Alat musik ini termasuk kelompok perkusi karena sumber bunyinya berasal dari getaran membran dan kepingan logam kecil yang terpasang di bingkai.

Tamborin biasanya berbentuk lingkaran dengan bingkai kayu atau bahan sintetis. Pada sisi atas terdapat membran yang terbuat dari kulit maupun bahan sintetis modern.

Di sepanjang bingkai dipasang kepingan logam kecil berbentuk cakram yang disebut jingles atau kerincing. Ketika alat digerakkan, kepingan logam tersebut saling berbenturan dan menghasilkan suara gemerincing khas.

Cara memainkan tamborin paling sederhana dilakukan dengan menggoyangkan alat menggunakan tangan. Teknik ini membuat kepingan logam bergetar cepat sehingga menghasilkan suara ritmis berulang.

Gerakan menggoyang dapat dilakukan perlahan untuk menghasilkan suara lembut atau lebih cepat untuk menciptakan efek ritme kuat dan ramai.

Dalam permainan orkestra modern, posisi memegang tamborin juga memengaruhi kualitas suara. Tamborin umumnya dipegang pada bagian bingkai tanpa jingles menggunakan tangan non-dominan.

Posisi alat sedikit dimiringkan sekitar 45 derajat supaya kepingan logam cepat berhenti bergetar dan tidak menghasilkan bunyi berlebihan setelah dipukul.

Tamborin juga dapat dimainkan menggunakan metode shake roll atau gulungan getar. Teknik ini dilakukan dengan menggoyangkan tamborin secara cepat memakai gerakan pergelangan tangan berulang.

Bunyi yang dihasilkan terdengar panjang dan berkesinambungan sehingga cocok dipakai untuk efek dramatis dalam pertunjukan musik.

Selain shake roll, terdapat friction roll yang dilakukan dengan menggesek ibu jari atau jari tengah di sepanjang tepi membran. Gesekan tersebut memicu getaran pada jingles dan menghasilkan suara halus berkelanjutan.

Teknik ini sering dipakai pada permainan musik klasik dengan dinamika pelan.

Pada pertunjukan tertentu, tamborin dipasang pada stand menggunakan lubang khusus di bingkai. Posisi tersebut memungkinkan alat dipukul memakai stik atau malet.

Teknik stand-mount banyak digunakan dalam musik pop dan rock karena mempermudah pemain menjaga ritme stabil saat tampil bersama instrumen lain.

Tamborin dikenal luas di Eropa, tetapi bentuk serupa juga ditemukan di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

Salah satu kerabat tamborin ialah pandeiro dari Brasil dan riq dari Mesir. Perkembangan alat musik ini berlangsung cukup panjang hingga akhirnya dipakai dalam musik klasik sejak abad ke-18.

Perawatan tamborin penting dilakukan agar kualitas bunyi tetap baik. Bingkai dan membran perlu dijaga dari benturan keras maupun tekanan berat.

Penyimpanan biasanya menggunakan tas pelindung supaya kepingan logam tidak cepat rusak atau longgar akibat gesekan berlebihan.

Tamborin dimainkan dengan cara digoyang atau ditabuh dapat dipahami melalui kombinasi teknik pegangan, guncangan, serta pengaturan posisi instrumen secara tepat.

Penguasaan teknik dasar membuat bunyi tamborin terdengar lebih bersih, stabil, dan sesuai kebutuhan berbagai jenis pertunjukan musik. (Suci)

Baca Juga: Prismatic Pickaxe The Forge, Artefak Legendaris yang Mengubah Segalanya