Konten dari Pengguna

Tanda-tanda Kehidupan di Bumi Pertama Kali dalam Sejarah Dunia

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tanda-tanda Kehidupan di Bumi Pertama Kali. Unsplash.com/Bob Brewer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tanda-tanda Kehidupan di Bumi Pertama Kali. Unsplash.com/Bob Brewer

Tanda-tanda kehidupan di bumi pertama kali terjadi di mana dalam sejarah dunia? Pertanyaan ini menarik minat masyarakat untuk semakin mendalami sejarah kehidupan di planet ini.

Ilmu pengetahuan dan penelitian mengantarkan manusia pada pemahaman sejarah dunia yang terjadi berabad-abad lalu. Ini memperkaya khazanah tentang rekam jejak kehidupan yang berlangsung di satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup, bumi.

Tanda-tanda Kehidupan di Bumi Pertama Kali Jejaknya Ditemukan di Utara Quebec, Kanada

Ilustrasi Tanda-tanda Kehidupan di Bumi Pertama Kali. Unsplash.com/Mike Erskine

Tanda-tanda kehidupan di bumi pertama kali terjadi di bagian utara Quebec, Kanada, tepatnya di kawasan terpencil bernama Nuvvuagittuq Supracrustal Belt. Di tempat inilah tersimpan bebatuan yang usianya hampir setara dengan tua Bumi.

Sekilas bebatuan tersebut tampak seperti batu biasa yang berwarna abu-abu kehijauan dengan lapisan kemerahan. Di balik bentuk sederhana tersebut, tersimpan kemungkinan cerita tentang kehidupan pertama yang pernah muncul di planet bumi.

Mengutip dari www.vice.com, batuan ini diperkirakan berusia sekitar 3,8 hingga 4,3 miliar tahun tuanya. Artinya, batu tersebut terbentuk tidak lama setelah terbentuknya Bumi pada sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Pada masa itu, Bumi masih sangat muda dengan suhu permukaannya yang ekstrem. Atmosfer bumi di kala itu belum seperti sekarang dan lingkungan planet masih jauh dari kondisi nyaman untuk berlangsungnya kehidupan.

Di sekitar batuan tersebut, ditemukan jejak ventilasi hidrotermal kuno. Tepatnya dari celah-celah di dasar laut purba itu, sebuah air panas yang kaya mineral keluar dari dalam Bumi.

Lingkungan ini menarik perhatian para ilmuwan karena diduga dapat menyediakan energi dan unsur kimia yang menyebabkan mikroorganisme sederhana dapat bertahan hidup.

Kemudian pada tahun 2011, seorang ahli geokimia Dominic Papineau datang ke wilayah terpencil ini dengan perjalanan yang tidak mudah.

Ilmuwan tersebut harus menggunakan beberapa pesawat kecil dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan perahu.

Awalnya, Dominic Papineau tidak berharap menemukan fosil karena batuan di sana telah mengalami metamorfisme akibat tekanan dan panas selama miliaran tahun.

Tak disangka, penelitiannya menemukan sesuatu yang tidak biasa. Di dalam lapisan hematit mineral yang mengandung besi, terdapat struktur berbentuk tabung, filamen, butiran, dan rosette.

Bentuk-bentuk tersebut menyerupai struktur yang dapat dihasilkan oleh mikroorganisme. Temuan tersebut kemudian diteliti lebih lanjut.

Para ilmuwan memperkirakan struktur tersebut mungkin adalah mikrofosil tertua yang pernah ditemukan. Namun para ilmuwan tetap berhati-hati karena struktur serupa juga dapat terbentuk melalui proses geologis tanpa keterlibatan makhluk hidup.

Apabila benar berasal dari organisme, temuan di Nuvvuagittuq Supracrustal Belt menunjukkan bahwa tanda-tanda kehidupan di bumi pertama kali mungkin telah muncul sangat awal dalam sejarah Bumi. (Win)

Baca juga: Sungai Terpanjang di Pulau Jawa beserta Fakta Menariknya