Konten dari Pengguna

Thawaf adalah Apa? Simak Pengertian, Jenis, dan Tata Caranya Secara Lengkap

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Thawaf adalah, Foto:Unsplash/Sam Riz
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Thawaf adalah, Foto:Unsplash/Sam Riz

Thawaf adalah salah satu ibadah dalam perjalanan spiritual seperti umroh atau haji, dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.

Dalam ajaran Islam, ada haji yang merupakan salah satu dari rukun Islam, dan ibadah umrah yang dilakukan kaum Muslim.

Thawaf adalah Ibadah Mengelilingi Kabah Sebanyak 7 Kali

Ilustrasi Thawaf adalah, Foto:Unsplash/ekrem osmanoglu

Dikutip dari laman mui.or.id, mengungkapkan bahwa thawaf adalah salah satu bentuk ibadah dalam ajaran Islam yang dilakukan dengan cara mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Hajar Aswad, sambil melafalkan doa-doa tertentu sesuai tuntunan syariat.

Ibadah ini menjadi bagian utama dalam rangkaian pelaksanaan haji dan umrah, meskipun juga dapat dilakukan secara mandiri sebagai amalan sunnah yang dianjurkan.

Dalam praktiknya, thawaf tidak hanya dimaknai sebagai gerakan fisik semata, melainkan juga sebagai bentuk penghambaan yang memiliki nilai spiritual yang mendalam.

Selama Ka'bah tetap berdiri, thawaf akan terus dilaksanakan oleh umat Islam dari berbagai penjuru dunia, sehingga menjadikannya sebagai salah satu ibadah yang tidak lekang oleh waktu.

Rangkaian ibadah ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah panjang yang bermula sejak masa Nabi Ibrahim, yang memperkenalkan praktik tersebut sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah.

Jika ditelusuri dalam literatur dan tradisi Islam, thawaf memiliki akar sejarah yang sangat kuat serta sarat makna. Ibadah ini berhubungan langsung dengan Bait al-‘Atiq, yang dikenal sebagai rumah ibadah tertua.

Bahkan sebelum masa Nabi Muhammad, thawaf telah menjadi bagian dari praktik ibadah yang diwariskan secara turun-temurun.

Peristiwa pembangunan Ka'bah oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Ismail, menjadi titik awal dari pelaksanaan ibadah ini.

Setelah Ka'bah selesai dibangun, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyeru manusia agar menunaikan ibadah haji sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hajj ayat 27. Sejak saat itu, thawaf menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah di sekitar Ka'bah.

Namun, dalam perjalanan sejarahnya, praktik thawaf pernah mengalami penyimpangan, khususnya pada masa jahiliah sebelum datangnya Islam.

Pada masa tersebut, terdapat kebiasaan melakukan thawaf tanpa mengenakan busana serta melafalkan doa-doa yang mengandung unsur kesyirikan.

Praktik ini jelas bertentangan dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim sebagai penganut agama hanif.

Oleh karena itu, kehadiran Nabi Muhammad menjadi momen penting dalam meluruskan kembali makna serta tata cara thawaf, sehingga ibadah ini kembali dijalankan sesuai dengan tuntunan wahyu Ilahi dan nilai-nilai tauhid yang benar. (KIKI)

Baca juga: Purchasing adalah Apa? Peran Penting di Balik Kelancaran Bisnis Modern