Konten dari Pengguna

Think Pair Share adalah Model Pembelajaran, Begini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Think Pair Share adalah, Foto: Unsplash/Quilia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Think Pair Share adalah, Foto: Unsplash/Quilia

Think Pair Share adalah salah satu model pembelajaran yang menarik untuk dipahami, terutama dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan interaktif.

Dalam proses pembelajaran, setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemikiran dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Salah satu proses pembelajaran yang menarik dan kreatif adalah Think Pair Share yang mulai banyak digunakan oleh tenaga pengajar di berbagai sekolah.

Think Pair Share adalah Model Pembelajaran Secara Koperatif dan Mandiri

Ilustrasi Think Pair Share adalah, Foto: Unsplash/Taylor Flowe

Dikutip dari buku berjudul “RAHASIA JITU Tingkatkan Prestasi Belajar SD dengan Think Pair Share”, oleh Dewi Sutria (23-26:2024), Think Pair Share adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Frank Lyman dan kawan-kawannya dari Universitas Maryland.

Metode Think-Pair-Share memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pemikiran, menyampaikan tanggapan, serta saling membantu dalam proses pembelajaran.

Sebagai contoh, setelah guru menyampaikan materi secara singkat atau siswa selesai membaca bahan ajar, guru mengarahkan siswa untuk memahami dan merefleksikan kembali informasi yang telah diterima.

Dalam situasi tersebut, guru dapat memilih metode Think-Pair-Share sebagai alternatif dari metode tanya jawab yang melibatkan seluruh kelompok kelas (whole-group question and answer).

Dalam penerapannya, siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas empat atau lima orang secara heterogen. Setiap siswa mengerjakan unit pembelajaran Matematika sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melalui penerapan tersebut, anggota dalam satu kelompok dapat mengerjakan unit yang berbeda, seperti siswa A mengerjakan unit 2 dan siswa B mengerjakan unit 5.

Proses pembelajaran berlangsung melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari membaca lembar pembelajaran, mengerjakan lembar kerja, memeriksa penguasaan keterampilan, hingga mengikuti tes.

Selanjutnya, anggota kelompok bekerja secara berpasangan dengan saling bertukar lembar jawaban untuk memeriksa hasil pekerjaan masing-masing.

Siswa yang berhasil memperoleh skor minimal 80 dapat mengikuti tes akhir (final test).

Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa temannya telah mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti tes akhir.

Penerapan metode ini mencakup tanggung jawab individu sekaligus penghargaan terhadap pencapaian kelompok. Pada setiap akhir minggu, guru menghitung jumlah unit pembelajaran yang telah diselesaikan oleh seluruh anggota kelompok.

Guru kemudian memberikan sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya kepada kelompok yang memenuhi kriteria berdasarkan jumlah tes akhir yang berhasil diselesaikan.

Itulah penjelasan tentang Think Pair Share. Metode ini mendorong keterlibatan aktif siswa melalui kerja sama, tanggung jawab individu, dan penghargaan kelompok dalam mencapai tujuan pembelajaran. (IF)

Baca juga: Cara Belajar yang Efektif untuk Meningkatkan Konsentrasi dan Nilai