Validasi adalah Pengakuan untuk Berbagai Hal, Ini Contohnya dalam Kehidupan
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata validasi sering sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), validasi adalah pengakuan untuk memastikan keabsahan atau kebenaran suatu hal.
Konsep validasi sangat luas dan tidak hanya digunakan dalam satu aspek saja. Dalam dunia ilmiah, teknis, aspek emosional dan sosial kehidupan manusia, validasi juga sering muncul.
Validasi adalah Pengakuan yang Telah Dilakukan
Dalam pengertian formal, validasi adalah pengakuan untuk memastikan bahwa proses yang telah dilakukan sudah benar, sah, atau sesuai dengan standar tertentu.
Dalam konteks ilmiah, validasi juga banyak digunakan untuk menguji keakuratan data atau metode. Sedangkan dalam konteks sosial dan emosional, validasi menyimpan arti yang lebih personal dan luas.
Dikutip dari anjirmuara.baritokualakab.go.id, Dr. Karen Hall mendefinisikan validasi sebagai pengakuan dan penerimaan terhadap pengalaman seseorang.
Artinya, validasi tidak seputar membuktikan sesuatu secara objektif saja. Lebih dari itu, validasi juga meliputi menghargai perasaan, pemikiran, dan pengalaman individu.
Dalam kehidupan sehari-hari, validasi bisa dalam bentuk dukungan emosional, pengakuan atas pencapaian, dan mendengarkan seseorang dengan penuh perhatian.
Saat ini, istilah validasi banyak digunakan untuk menggambarkan kebutuhan individu akan pengakuan dan perhatian dari orang lain.
Frasa yang cukup populer belakangan ini adalah haus validasi. Frasa ini bermakna kondisi saat seseorang merasa sangat membutuhkan pengakuan untuk merasa dihargai orang lain.
Istilah validasi juga ramai berseliweran di media sosial untuk menggambarkan perilaku berlebihan dalam mencari perhatian. Contohnya seperti terus-menerus mengunggah konten demi mendapatkan likes atau komentar yang positif.
Fenomena haus validasi masih terbilang wajar dalam batas tertentu. Hal ini karena naluri manusia secara alami memang membutuhkan pengakuan untuk merasa diterima.
Namun, apabila kebutuhan validasi ini menjadi berlebihan, tentu dapat berdampak negatif pada kesehatan mental. Contohnya menimbulkan rasa cemas atau rendah diri saat tidak mendapatkan perhatian yang diinginkan.
Di samping haus validasi, validasi diri justru lebih baik. Kemampuan ini adalah menerima dan menghargai diri sendiri tanpa perlu bergantung pada pengakuan dari orang lain.
Validasi adalah pengakuan atas perasaan, pengalaman, dan pencapaian diri sendiri sebagai sesuatu yang sangat berharga. Dalam konteks ini, validasi adalah langkah penting dalam membangun kepercayaan diri dan kesejahteraan mental serta emosional. (Win)
Baca juga: Anak Gawang adalah Apa? Kenali Tugas dan Tanggung Jawabnya