Variable Cost adalah Apa? Ini Pengertian dan Contohnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Variable cost adalah apa? Pertanyaan yang sering muncul dalam dunia bisnis dan akuntansi. Sehingga pemahaman mengenai istilah dalam struktur biaya menjadi hal yang sangat penting.
Salah satu jenis biaya yang sering dijumpai dalam kegiatan operasional perusahaan adalah biaya variabel atau variable cost. Biaya ini berperan besar dalam menentukan harga jual, laba, dan efisiensi produksi.
Variable Cost adalah Biaya
Variable cost adalah apa? Dikutip dari www.sampoernauniversity.ac.id, variable cost adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan tingkat aktivitas atau volume produksi perusahaan.
Artinya, semakin besar jumlah barang atau jasa yang diproduksi, maka semakin besar juga biaya variabel yang dikeluarkan. Sebaliknya, ketika produksi menurun atau bahkan berhenti, biaya variabel juga akan ikut menurun bahkan bisa tidak ada sama sekali.
Biaya variabel disebut sebagai kebalikan dari fixed cost (biaya tetap) yang jumlahnya tidak terpengaruh oleh volume produksi. Karena sifatnya yang fleksibel, variable cost berkaitan erat dengan proses operasional dan menjadi komponen utama dalam perhitungan harga pokok produksi.
Agar lebih mudah dalam memahami konsepnya, berikut ini beberapa ciri utama dari variable cost:
Total biaya dapat berubah seiring perubahan pada volume produksi
Biaya per unit relatif tetap meskipun jumlah produksinya berubah
Dikeluarkan hanya pada saat aktivitas produksi berlangsung
Dapat dikendalikan oleh manajemen di tingkat level operasional tertentu
Berhubungan langsung dengan proses produksi barang maupun jasa
Jenis-Jenis Biaya Variabel atau Variable Cost
Berdasarkan perencanaan dan tujuan penggunaannya, biaya variabel dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Engineered Variable Cost
Jenis biaya ini berhubungan langsung antara input dan output produksi. Perubahan biaya akan sebanding dengan perubahan pada volume produksi.
2. Discretionary Variable Cost
Biaya ini bergantung pada kebijakan manajemen. Sehingga perubahan biaya tidak selalu akan berdampak langsung pada jumlah produksi, karena bisa dilakukan efisiensi atau penyesuaian strategi.
Secara sederhana, biaya variabel dapat dihitung dengan rumus Biaya Variabel per Unit = (Biaya Total – Biaya Tetap) ÷ Jumlah Produksi. Rumus ini membantu perusahaan mengetahui besarnya biaya variabel yang dikeluarkan untuk setiap unit produknya.
Perbedaan antara biaya tetap dan biaya variabel terletak pada hubungannya dengan volume produksi. Biaya tetap jumlahnya cenderung konstan dan tidak terpengaruh oleh produksi. Sedangkan biaya variabel dapat berubah mengikuti aktivitas produksi dan sangat berpengaruh dalam penentuan harga jual.
Variable cost adalah apa? Jawabannya variable cost adalah biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi dan berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Memahami biaya variabel dengan baik akan membantu perusahaan dalam mengelola keuangan dan meningkatkan efisiensi bisnis secara keseluruhan. (Aya)
Baca juga: Surat Keterangan Kerja adalah Dokumen Penting, Ini Fungsinya