Konten dari Pengguna

Yaumul Qiyamah Artinya Apa dalam Islam? Simak Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Yaumul Qiyamah Artinya, Foto:Unsplash/Slashio Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Yaumul Qiyamah Artinya, Foto:Unsplash/Slashio Photography

Dalam ajaran Islam, Yaumul Qiyamah artinya Hari Kebangkitan atau Kiamat. Hal yang menarik untuk dibahas karena memiliki makna khusus.

Penyebutannya juga dapat ditemukan dalam berbagai pembahasan keagamaan yang mengarah pada peristiwa besar di akhir kehidupan dunia.

Yaumul Qiyamah Artinya Hari Kiamat

Ilustrasi Yaumul Qiyamah Artinya, Foto:Unsplash/Ashkan Forouzani

Dikutip dari laman quran.kemenag.go.id, Yaumul Qiyamah artinya Hari Kebangkitan atau Hari Kiamat, yaitu hari ketika kehidupan dunia berakhir dan manusia dibangkitkan untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.

Dalam ajaran Islam, Yaumul Qiyamah berkaitan erat dengan keyakinan tentang adanya kehidupan akhirat dan menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan mengenai rukun iman.

Hari Kiamat merupakan peristiwa yang pasti terjadi menurut ajaran Islam. Kiamat menandai berakhirnya kehidupan dunia beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Setelah itu, manusia akan memasuki tahapan kehidupan akhirat yang berbeda dari kehidupan dunia.

Dalam konteks tersebut, istilah Yaumul Qiyamah tidak hanya dipahami sebagai nama untuk suatu hari, tetapi juga berkaitan dengan peristiwa kebangkitan manusia.

Setelah kehidupan dunia berakhir, manusia akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan kehidupan yang telah dijalani. Karena itulah, penyebutan Hari Kebangkitan melekat pada makna Yaumul Qiyamah.

Kedudukan Yaumul Qiyamah dalam Islam

Yaumul Qiyamah memiliki kedudukan penting dalam Islam karena kepercayaan terhadap Hari Kiamat termasuk bagian dari rukun iman, yaitu iman kepada hari akhir.

Keyakinan ini berarti seorang Muslim meyakini bahwa kehidupan manusia tidak berhenti setelah kematian, melainkan akan berlanjut pada kehidupan akhirat.

Keimanan terhadap hari akhir juga menunjukkan bahwa kehidupan di dunia dipandang sebagai bagian dari perjalanan manusia sebelum mencapai kehidupan yang kekal.

Dengan demikian, pembahasan tentang Yaumul Qiyamah tidak dapat dipisahkan dari keyakinan mengenai kematian, kebangkitan, dan pertanggungjawaban manusia di akhirat.

Keyakinan tersebut juga berkaitan dengan adanya hari ketika setiap manusia memperoleh balasan atas perbuatannya. Perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia memiliki pertanggungjawaban dalam kehidupan akhirat.

Oleh sebab itu, iman kepada hari akhir memiliki kedudukan penting dalam membentuk kesadaran seorang Muslim terhadap perbuatan dan kehidupannya.

Yaumul Qiyamah dan Hari Kebangkitan

Penyebutan Yaumul Qiyamah sebagai Hari Kebangkitan berkaitan dengan peristiwa ketika manusia dibangkitkan setelah kematian. Kebangkitan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa akhirat yang diyakini dalam Islam.

Dengan adanya keyakinan terhadap kebangkitan, kematian tidak dipahami sebagai akhir dari seluruh keberadaan manusia. Kehidupan manusia akan berlanjut dalam kehidupan akhirat setelah berakhirnya kehidupan dunia.

Karena itu, ketika istilah Yaumul Qiyamah digunakan, pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan berakhirnya dunia, tetapi juga dengan kebangkitan manusia dan kehidupan setelahnya.

Hubungan Yaumul Qiyamah dengan Hari Akhir

Yaumul Qiyamah juga memiliki hubungan erat dengan konsep hari akhir. Hari akhir merupakan bagian dari keimanan dalam Islam yang mencakup keyakinan terhadap berbagai peristiwa setelah kehidupan dunia berakhir.

Dalam pemahaman tersebut, Yaumul Qiyamah menjadi salah satu istilah yang digunakan untuk menyebut hari yang berkaitan dengan peristiwa kiamat dan kebangkitan.

Istilah ini membantu menggambarkan salah satu tahapan penting yang diyakini akan terjadi setelah kehidupan dunia berakhir.

Pemahaman mengenai Yaumul Qiyamah karena itu tidak cukup hanya dengan mengetahui arti katanya. Kedudukannya dalam Islam juga perlu dipahami agar istilah tersebut dapat ditempatkan secara tepat dalam pembahasan mengenai iman kepada hari akhir.(KIKI)

Baca juga: Redistribusi Pendapatan adalah Apa? Ini Pengertian dan Tujuannya