Konten dari Pengguna

129 Tahun Lalu, ‘Sang Diktator’ Adolf Hitler Lahir

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adolf Hitler (Foto: Idea Wiki)
zoom-in-whitePerbesar
Adolf Hitler (Foto: Idea Wiki)

Adolf Hitler dilahirkan pada 20 April 1889, di Braunau Am Inn, Austria.

Sejak kecil Adolf memang mendapat didikan yang keras dari ayahnya di tambah lagi sifat tempramentalnya, tidak salah ketika ia besar berubah menjadi seorang yang sangat berambisi.

Hitler memulai karirnya menjadi seorang kopral, kemudian berkecimpung secara langsung dalam politik dan menjadi pengurus Partai Buruh Jerman Deutsche Arbeiterpartei (DAP) pada Juli 1921.

Adolf menggunakan kebolehan berpidatonya untuk menjadi ketua partai. Dia kemudian mengganti nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau (NSDAP) atau partai Nazi. Dan berselang kematian presiden Hidenburg pada tahun1934, Adolf Hitler menyatakan dirinya sebagai Fuhrer. (Mircea Windham:2008)

Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia Ke-I, pada 8 November 1923 Hitler dan 600 anggota paramiliter Nazi bergerak, menyandera kepala pemerintahan provinsi Bavaria Gustav Von Kahr, dan mendeklarasikan susunan pemerintahan nasional yang baru, Hitler pada waktu itu sangat menyuarakan tentang nasionalisme.

Hitler kemudian dikenal sebagai tokoh yang dikenang dalam sejarah sebagai ‘Bapak fasisme’.

Hitler and Fascism (Foto: chaostrophic.com)
zoom-in-whitePerbesar
Hitler and Fascism (Foto: chaostrophic.com)

Fasisme ini dikenal menjadi sebauah ideologi di mana masyarakatnya mengagung-agungkan negaranya, atau ultranasionalime.

Banyaknya orang-orang Yahudi di Jerman, dianggap sebagai sebuah penghalang untuk menanamkan nasionalisme di masyarakatnya. Ditambah lagi Hitler anti mereka yang bukan ras Arya. Ia menganggap Yahudi tidak mempunyai hak hidup di Jerman.

Gagasan itu berubah menjadi politik rasial yang dilahirkan dan berujung pemusnahan massal

Untuk melancarkan ambisi dan keyakinannya itu, Hitler memasukan program politik anti Yahudi ke dalam partai. Program itu antara lain berbunyi: “bahwa hanya mereka yang mempunyai darah arya asli sajalah yang diperbolehkan menjadi warga negara Jerman".

Orang-orang berdarah Yahudi atau berdarah campuran Yahudi tidak dapat diterima di dalam suku bangsa Arya. Dengan demikian, setiap Yahudi tidak dapat diterima sebagai warga Negara Jerman”

Dari landasan program itulah Sang Diktator, Adolf Hitler, mengeksekusi orang Yahudi dengan jumlah kurang lebih enam juta yang tersebar hampir di seluruh wilayah Eropa.

Awalnya Hitler memerintahkan agar orang-orang Yahudi tersebut di imigrasikan ke daerah lain, namun setelah beberapa tahun menjalankan program imigrasinya itu, ternyata orang Yahudi masih banyak yang tersisa di eropa, ditambah lagi pada waktu itu Jerman memikirkan biaya yang dikeluarkan cukup besar untuk semua.

Pada akhirnya Hitler memerintahkan agar orang-orang Yahudi itu di ‘akhiri’ tanpa menggunakan biaya yang berarti. Cara-cara kejam dan biadab seperti dengan menggunakan gas-gas cyclone, dan juga mereka mendirikan krematorium-krematorium raksasa untuk menampung orang Yahudi kemudian memusnahkannya secara masal.

Hari ini tepat 129 tahun kelahiran ‘Sang Diktator’ meski belum jelas kapan kematiannya, Hitler tetap tercatat sebagai tokoh sejarah yang berpengaruh terhadap dunia dan ideologi Fasisme-nya menjadi salah satu ideologi yang diakui paling mempengaruhi perkembangan peradaban.

Mungkin negara terdekat yang saat ini masih menganut ideologi yang sama adalah Korea Utara. Benarkah?

Bendera Korea Utara (Foto: Screenshot Youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Korea Utara (Foto: Screenshot Youtube)