Konten dari Pengguna

25 November 1970: Tragedi Bunuh Diri Penulis Yukio Mishima

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yukio Mishima. Dok: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Yukio Mishima. Dok: Wikimedia Commons.

Tepat 50 tahun yang lalu, 25 November 1970, penulis Jepang yang dikenal dunia, Yukio Mishima meninggal karena bunuh diri setelah gagal mendapatkan dukungan publik untuk kepercayaan politiknya yang seringkali dianggap ekstrem.

Lahir pada tahun 1925, Mishima terobsesi dengan apa yang dilihatnya sebagai 'kemandulan' spiritual dalam kehidupan modern. Dia lebih menyukai Jepang sebelum perang, dengan nilai patriotisme yang tinggi dan nilai-nilai tradisionalnya, daripada bangsa materialistis dan kebarat-baratan yang muncul setelah 1945 atau setelah Perang Dunia II selesai. Dalam semangat ini, dia mendirikan komunitas bela diri independent bernama "Shield Society" yang terdiri dari sekitar 100 anggota.

Foto: Mishima dan rekannya. Foto: WIkimedia Commons.

Pada tanggal 25 November, Mishima mengirimkan kepada penerbitnya potongan naskah terakhir dari The Sea of ​​Fertility, karya tulis novel empat jilid tentang kehidupan Jepang di abad ke-20 yang dianggap sebagai karya Mishima.

Dia kemudian pergi bersama beberapa pengikutnya ke sebuah gedung militer di Tokyo dan menguasai Markas Bela Diri Jepang. Di sana, dari balkon, dia memberikan pidato singkat kepada sekitar 1.000 prajurit yang berkumpul, di mana dia mendesak mereka untuk menggulingkan konstitusi Jepang. Namun, para prajurit nampaknya tidak simpatik dan tidak mendukung Mshima. Setelahnya Mishima melakukan seppuku, atau ritual bunuh diri khas samurai, menusuk perutnya sendiri dengan katana, ritual yang sudah ia rencanakan sebelumnya.

Foto: Yukio Mishima ketika melakukan pidatonya di Markas Bela Diri Jepang. Dok: Wikimedia Commons.

Meskipun keyakinan ekstremnya tidak membuatnya mendapatkan banyak pengikut, banyak yang berduka karena kehilangan penulis yang begitu berbakat.

Ia tiga kali dinominasikan sebagai penerima Nobel Kesusastraan. Karya-karyanya memadukan estetika modern dan tradisional yang menembus batas-batas budaya dengan fokus homoseksualitas, kematian, dan perubahan politik.

Profile singkat Mishima

Foto: Yukio semasa kecil. Dok: Wikimedia Commons.

Yukio Mishima adalah nama pena dari Kimitake Hiraoka. Lahir di Shinjuku, Tokyo, pada 14 Januari tahun 1925, Mishima lahir dari pasangan Azusa Hiraoka sebagai ayah yang seorang pejabat pemerintahan saat itu, dan istrinya Shizue sebagai ibu kandung Mishima.

Mishima sejak kecil sampai berumur 12 tinggal bersama neneknya, Natsu. Natsu yang memiliki masalah kejiwaan dipercaya memengaruhi Mishima kecil mempunyai ketertarikan terhadap kematian dan hal-hal aneh lainnya.

Ketika Mishima kembali ke orang tuanya, ayah Mishima yang seorang prajurit militer menentang minat Mishima yang "keperempuan-perempuanan", hingga tulisan Mishima sering dirobek oleh Hiraoka.

Meski ayahnya yang otoriter sudah melarangnya untuk menulis cerita lagi, Mishima terus menulis dan didukung oleh sang ibu yang selalu menjadi orang pertama yang membaca ceritanya. Ia kuliah sewaktu siang, dan menulis pada malam hari. Mishima lulus dari Universitas Tokyo pada tahun 1947. Ia diterima sebagai pegawai negeri di Kementerian Keuangan, dan diyakini memiliki masa depan yang cerah. Namun Mishima menjadi terlalu lelah, sehingga ayahnya setuju anaknya yang baru bekerja pada tahun pertama, berhenti dari pegawai negeri untuk berkonsentrasi sebagai penulis.

Sepanjang hidupnya Mishima diketahui telah menulis 34 novel (termasuk novel tetralogi The Sea of ​​Fertility), sekitar 50 sandiwara, kira-kira 25 buku kumpulan cerpen, dan setidaknya 35 buku esai, satu libretto, serta sebuah film.

Foto: Makam Yukio Mishima. Dok: Wikimedia Commons.

**

Referensi:

  • https://www.history.com/

  • https://www.enotes.com/