Konten dari Pengguna

59 Tahun Lalu, Smurfs Diperkenalkan

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Smurfs merupakan tokoh-tokoh komik yang telah ada sejak 1958

Si biru kecil nan menggemaskan ini tentunya tak asing lagi bagi para penggemarnya, perawakannya yang mungil, berwarna biru serta lucu tentunya menjadi daya tarik bahkan bukan hanya bagi anak-anak, pun orang dewasa. Masih hangat diperbincangkan, film Smurfs: The Lost Village yang terbaru dirilis pada April 2017 lalu mendapat antusiasme tinggi dari para penonton, namun siapa sangka bahwa sosok Smurfs ini sebenarnya telah lahir sejak tahun 50-an?

59 Tahun  Lalu, Smurfs Diperkenalkan
zoom-in-whitePerbesar

Dalam bahasa Perancis Smurf sama artinya dengan Les Schtroumpfs. Adalah komikus dan kartunis Pierre Culliford atau yang lebih familiar dengan sebutan Peyo sang pencipta Smurfs. Nama Smurf sendiri tercetus secara tidak sengaja. Berawal saat makan malam Peyo dengan temannya yang bernama André Franquin di Belgia. Karena lupa akan kata ‘garam’, Peyo meminta Franquin (dalam bahasa Prancis) untuk memberikan padanya ‘schtroumpf’. Sambil bercanda, temannya menjawab “Ini schtroumpf nya, dan bila kamu sudah selesai melakukan schtroumpf, silahkan shctroumpf kembali..”, kedua nya kemudian melanjutkan pembicaraan menggunakan bahaca schtroumpf. Nama ini kemudian diterjemahkan ke bahasa Belanda sebagai Smurf, dan diadopsi untuk bahasa Inggris.

Ide tentang menampilkan Smurfs ini kemudian dia implementasikan dengan membuat sosok smurfs ke dalam komik. Maka pada 23 Oktober 1958 Smurfs pun lahir dan dirilis. Peyo saat itu dikenal sebagai pencipta, penulis, komikus untuk serial komik Prancis-Belgia dengan judul Johan et Pirlouit (dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Johan dan Peewit; di Indonesia dikenal sebagai Johan dan Pirlouit), dengan setting masa Abad Pertengahan lengkap dengan ciri khas pendekar dan penyihir.

Pada 1958, majalah Spirou menerbitkan kisah La Flûte à six trous (Seruling dengan Enam Lubang). Petualangan menemukan suling ajaib, Johan dan Pirlouit bertemu dengan mahluk kecil berkulit biru disebut Smurf, yang kemudian memperkenalkan para Smurf dan pemimpinnya yang mengenakan topi merah dan mempunyai janggut putih.

Karakter-karekter baru besutan Peyo tersebut ternyata sukses diterima, maka pada 1959, Spirou menerbitkan cerita yang sepenuhnya menampilkan para Smurf. Kisah seruling dengan enam lubang kemudian diganti nama menjadi Seruling dengan Enam Smurf (seperti terbitan di Indonesia).

Kesuksesan Smurfs ini tergolong sangat lama, hal ini terbukti dengan film-film Smufs yang masih di produksi bahkan sampai 2017, karakter Smurfs seolah menjanjadi ikon yang paling ditunggu. Jalan ceritanya yang bergenre Petualangan komedi menjadikan Smurfs selalu layak ditonton baik untuk anak-anak, bahkan dewasa sekalipun.

foto: all4desktop.com