Bakakak Hayam, Tradisi Masyarakat Sunda

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagian besar masyarakat Sunda percaya bahwa ayam jantan adalah hewan penolak bala untuk mengusir roh-roh jahat yang akan mengganggu manusia. Oleh karenanya masyarakat Sunda menggunakan ayam jantan sebagai bagian dari upacara-upacara adatnya. Ayam jantan dijadikan sebagai menu penting dalam setiap upacara adat Sunda, yang diolah dengan cara dibakar-panggang, atau biasa disebut ayam bakakak.
Bakakak hayam merupakan makanan pendamping atau lauk pauk untuk melengkapi makan nasi. Sebagian besar masyarakat Sunda menggolongkan bakakak hayam sebagai makanan untuk kegiatan upacara perkawinan, upacara sunatan, dan upacara-upacara lainnya. Untuk upacara perkawinan, bakakak hayam dijadikan sebagai sesaji utama dalam acara uap lingkungung. Dalam hal ini bakakak hayam diperuntukan khusus bagi kedua mempelai, bukan untuk tamu undangan
Dalam acara pernikahan, bakakak hayam dapat dikonsumsi oleh kedua mempelai setelah acara Ijab Kabul selesai dilaksanakan, dan setelah kedua mempelai duduk di kursi pelaminan. Bakakak hayam akan disajikan di dalam piring tanpa menggunakan nasi. Setelah itu kedua mempelai akan saling berebut dan tarik menarik untuk mengambil setiap bagian ayam tersebut. Besarnya potongan yang akan didapatkan, melambangkan besarnya rezeki yang nantinya akan diperoleh dalam kehidupan rumah tangganya.
Pada upacara sunatan, bakakak hayam disajikan untuk pengantin sunat, bukan untuk tamu undangan yang datang. Bakakak hayam pada upacara sunatan melambangkan anak yang disunat kelak akan memiliki tubuh dan mental yang baik. Bakakak hayam disajikan setelah anak tersebut disunat, umumnya ditemani oleh nasi kuning. Fungsi bakakak hayam ini adalah sebagai obat untuk mempercepat kesembuhan dan merangsang pertumbuhan tubuh anak pasca disunat.
Sebagai bagian dari upacara adat, bakakak hayam mempunyai nilai budaya yang tinggi, karena bagi orang Sunda makanan tersebut merupakan hasil tradisi yang harus selalu dijaga keberadaannya. Bakakak hayam keberadaannya sangat penting, sehingga jika upacara adat tertentu tidak menghadirkan makanan tersebut maka upacara tersebut dianggap tidak sah. Bakakak hayam memiliki fungsi sosial, yaitu sebagai makanan yang mencerminkan kebersamaan, karena bentuknya yang besar dapat dimakan beramai-ramai.
Sumber : warisanbudaya.kemendikbud.go.id
Foto : hungrygowhere.my
