Charles William Beebe dan Rekor Ekspedisi Bawah Laut Pertama

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam kurun waktu yang sangat panjang, terhitung sejak abad ke-15 sampai abad ke-19, penjelajahan yang dilakukan oleh manusia hanya terbatas pada permukaan bumi saja, baik itu di darat maupun laut.
Ketika periode sejarah memasuki abad ke-20, manusia sudah mulai berpikir untuk melakukan penjelajahan di luar permukaan bumi. Mereka berupaya untuk dapat pergi ke luar angkasa, ataupun penjelajahan di bawah permukaan lautan.
Salah satu orang yang tercatat sebagai penjelajah pertama di kedalaman samudera adalah Charles William Beebe, seorang ahli ilmu alam yang berasal dari Amerika Serikat. Beebe dikenal sebagai spesialis di bidang biologi laut, dan ornitologi (pengetahuan tentang burung).
Setelah lulus dari Universitas Columbia, ia menjadi kurator ornitologi di Lembaga Zoologi New York, pada 1899. Selama dekade berikutnya, ia mengumpulkan koleksi burung hidup terbesar di dunia yang digunakan oleh para ilmuwan untuk melakukan penelitian.
Pada saat pengangkatannya sebagai Kepala Departemen Riset Amerika Serikat pada 1916, Beebe mendirikan sebuah lembaga riset di hutan Bartica, Guiana. Tempat itu menjadi pusat penelitian burung dan hewan tropis terbesar di dunia saat itu, dan membuka kesempatan bagi ilmuwan dari berbagai negara untuk melakukan penelitian ilmiah di sana.
Foto: commons.wikimedia.org
Selain fokus penelitiannya mengenai burung, Beebe juga memiliki ketertarikan yang besar terhadap kehidupan biota laut. Saat itu, ia melakukan pengamatan yang tidak biasa dilakukan ilmuwan lainnya, yaitu dengan menyelam langsung ke dalam laut.
Pada 1930, Beebe menggunakan sebuah tabung yang berisi lapisan udara, yang dikenal sebagai “bathysphere”. Tabung udara itu digunakan untuk membawa Beele menyelam di kedalaman yang luar biasa. Ia mengggunakan bathysphere itu ketika mempelajari kehidupan laut dalam di lepas pantai Bermuda.
Pada 15 Agustus 1934, Beebe bersama dengan perancang bathysphere, Otis Barton, berhasil mencapai kedalaman 922 meter. Sebuah rekor penyelaman yang luar biasa untuk ukuran peralatan yang terbilang sederhana jika dibandingkan dengan peralatan modern sekarang.
Yang mengejutkannya lagi, rekor kedalaman Beebe itu tidak ada yang mampu menandinginya, baik menggunakan bathysphere ataupun kapal selam, selama seperempat abad kemudian.
Beebe juga menggunakan tabung menyelam bernama “Arcturus” ketika melakukan penjelajahan laut Sargasso pada 1935. Tiga tahun berselang, Beebe kembali melakukan penyelaman untuk mengamati kehidupan laut bagian timur samudera Pasifik.
Selain itu, ia berhasil menerbitkan banyak buku ilmiah terkenal yang sangat laris di seluruh dunia. Karya-karyanya itu meliputi Two Bird Lovers in Mexico (1905), Edge of the Jungle (1921), Galapagos: World’s End (1923), Jungle Days (1925), Beneath Tropic Seas (1929), Half Mile Down (1934), Book of Bays (1942), dan High Jungle (1949).
Sumber: Prescott, Jerome. 2007. 100 Penjelajah yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang : Karisma
