Eleanor Roosevelt dan Peran Wanita Abad ke-20

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat
Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eleanor Roosevelt dikenal sebagai pejuang wanita Amerika yang tidak pernah menyatakan dirinya sebagai pejuang hak-hak wanita, tetapi sikap dan cara-cara yang dilakukannya menjadi perwujudan dari seorang wanita kuat, mandiri, dan merdeka. Ia menggunakan pengaruhnya sebagai istri presiden dan warga negara Amerika untuk memperbaiki masalah-masalah hak asasi manusia, terutama kemerdekaan para wanita. Ia pun dianggap sebagai wanita terpenting dalam sejarah Amerika, bahkan dunia pada abad ke-20.
Eleanor lahir dari sebuah keluarga bangsawan terhormat, pasangan Elliot dan Anna Hall Roosevelt. Eleanor yang memiliki hak-hak istimewa karena status sosial keluarganya tersebut tidak serta merta dapat menikmatinya. Ia terhalang oleh statusnya sebagai wanita, dan sebagai putri sulung di keluarga tersebut. Eleanor kemudian berubah menjadi pribadi yang pendiam dan selalu menganggap dirinya tidak menarik. Bahkan ibunya sendiri memanggil Eleanor dengan sebutan “nenek”, dan lebih menyayangi putra-putranya. Satu-satunya orang yang menyayangi Eleanor adalah ayahnya, Elliot Roosevelt.
Menjelang usia 10 tahun, kedua orang tua dan adiknya meninggal dunia, dan selama 5 tahun berikutnya ia mengalami situasi yang keras dari neneknya. Ketika berusia 15 tahun, Eleanor Roosevelt mendaftar ke Allenswood, sebuah sekolah khusus perempuan yang berada di luar kota London. Sekolah ini khusus bagi keluarga bangsawan yang sangat kaya, yang belajar mengenai dunia internasional. Selama belajar di sana, Eleanor Roosevelt berubah menjadi seorang pribadi yang terbuka, dan mulai mempunyai percaya diri yang tinggi. Pandangannya semakin terbuka dan ia mulai melakukan kegiatan-kegiatan yang selama ini tidak ia lakukan di keluarganya.
Setelah kembali ke New York pada 1902, ia ikut dalam keanggotaan Ikatan Konsumen Nasional di Amerika, yang memfokuskan diri berkarya di rumah-rumah penampungan, dan mengunjungi pabrik-pabrik di mana orang-orang bekerja dengan upah yang sangat rendah. Ikatan Konsumen Indonesia adalah sebuah organisasi yang bekomitmen untuk memperbaiki keadaan para pekerja, terutama pekerja wanita.
Eleanor Roosevelt menjalin hubungan khusus dengan sepupunya, Franklin, dan menikah pada 17 Maret 1905. Ketika itu karir politik Franklin sedang menanjak, yang kemudian turut menaikan popularitas Eleanor Roosevelt di depan publik. Pada 1918, ketika tinggal di Washington, Eleanor mendapati perselingkuhan suaminya. Kejadian tersebut, menurut sejarawan Doris Kearns Goodwin, berhasil memebentuk Eleanor Roosevelt menjadi pribadi yang dapat menetapkan pilihan berbeda dengan suaminya.
Ia kemudian menjadi aktif dalam Perkumpulan Para Pemberi Suara Wanita, dan Perkumpulan Serikat Pekerja, serta berusaha membuat undang-undang jam kerja maksimal bagi para pekerja wanita. Kehidupan sosial dan politik Eleanor Roosevelt semakin meningkat selama masa kampanye suaminya, dan setelah Franklin Delano Roosevelt menjadi presiden Amerika Serikat. Ia kemudian pergi ke berbagai tempat untuk mengajar, mengamati keadaan-keadaan, dan kemudian melaporkan segala hal yang dilihatnya kepada suaminya sebagai bahan pertimbangan sebagai seorang presiden.
Sebagai istri dari presiden Amerika Serikat, Eleanor Roosevelt mendapatkan banyak kecaman dan pujian dari segala kegiatan dan terobosan yang ia lakukan. Eleanor Roosevelt dikritik karena mencampuri berbagai urusan pemerintahan dan telah menekan suaminya untuk mengurusi masalah-masalah yang dianggapnya penting. Beberapa pihak menganggap dirinya sebaai ancaman bagi cara hidup Amerika, bahkan direktur FBI, J. Edgar Hoover, telah mencantumkan namanya dalam daftar orang yang harus diamati sejak tahun 1924 hingga ia meninggal.
Setelah Franklin Roosvelt meninggal, Eleanor Roosevelt meneruskan kegiatan sosial politiknya, seperti menjabat sebagai delegasi bagi Amerika Serikat di PBB, menjabat sebagai ketua Komisi PBB untuk hak asasi manusia pada 1946, dan memainkan peran penting dalam penyusunan naskah Delegasi HAM yang digunakan oleh PBB pada 1948. Jabatan resminya yang terakhir adalah sebagai ketua komisi Status Wanita bagi pemerintahan presiden John F. Kennedy. Pada 1962, Eleanor Roosevelt meninggal pada usia 78 tahun akibat penyakit TBC.
Sumber : Felder, Deborah G. 2008. 100 Wanita Paling Berpengaruh Sepanjang Masa. Tanggerang : Karisma.
