Konten dari Pengguna

Kemunculan Koloni Inggris di Amerika sebelum Terjadinya Revolusi

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski sebagian besar koloni yang berada di wilayah Amerika Utara dikatakan sebagai jajahan kerajaan Inggris, namun pembentukannya tidak secara struktural dilakukan oleh pemerintah kerajaan Inggris.

Umumnya para penghuni wilayah jajahan Inggris di Amerika itu adalah para imigran dari negeri mereka yang merasa tidak puas dengan keadaan negerinya sendiri, baik kehidupan individunya maupun keadaan lingkungannya.

Para imigran itu bisa terdiri dari para penentang agama, yaitu orang-orang yang merasa bahwa kebebasan aktivitas agama mereka dibatasi oleh lingkungan sekitarnya, atau bahkan dilarang oleh aturan yang dibuat pemerintah Inggris.

Orang-orang itu lantas memutuskan untuk keluar dari negara mereka demi mendapatkan kebebasan bagi kehidupannya.

Ada juga para imigran yang disebabkan oleh faktor politik, yakni orang-orang yang sedang terjerat masalah politik dengan pemerintah Inggris, maupun orang-orang yang merasa paham politik mereka dianggap membahayakan stabilitas di wilayah Inggris.

Ada pula yang disebabkan oleh masalah ekonomi, di mana mereka menuju Amerika untuk meningkatkan status sosial mereka secara ekonomi.

Pada umumnya mereka merasa bahwa tingkat kesejahteraan ketika mereka tinggal di Inggris maupun Eropa tidaklah berkembang, disebabkan tingkat persaingan di Eropa sangatlah berat, ditambah kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

Ada sebuah kelompok ekspedisi yang dikenal dengan nama The Pilgrimfathers, berhasil mendarat di Amerika pada 1620 dengan menumpang kapal Mayflower. Orang-orang yang menumpang kapal Mayflower ini kemudian mendirikan sebuah koloni bernama Massachusetts.

Hingga kini masyarakat Amerika menganggap bahwa kelompok The Pligrimfathers adalah pionir dari pendirian wilayah jajahan Inggris di Amerika.

Ketika para pelarian Inggris di Amerika mencari kehidupan yang lebih baik dari tanah kelahirannya, pemerintah kerajaan Inggris justru menganggap jika berdirinya koloni-koloni di Amerika ini sebagai bentuk penyebaran kekuasaan Inggris di tanah jajahan.

Pemerintah Inggris pun menerapkan sistem kolonialisasi di beberapa wilayah di Amerika layaknya tanah jajahan pada umumnya.

Inggris memaksa masyarakat untuk menjual hasil bumi mereka hanya kepada pemerintah Inggris saja. Hasil pertanian, seperti tembakau, teh, gula, dan kapas, tidak boleh dijual ke negera manapun. Meski para pembeli dari luar Inggris menawarkan harga yang jauh lebih tinggi.

Tidak hanya itu, pemerintah Inggris pun mewajibkan masyarakat di wilayah koloni untuk membeli segala kebutuhannya hanya dari barang-barang yang dijual pemerintah Inggris.

Masyarakat koloni Inggris di Amerika diwajibkan membayar pajak yang sangat tinggi kepada kerajaan di London. Parahnya lagi, Inggris juga melakukan monopoli perdagangan dengan memainkan harga komoditas sesuka hati mereka.

Penerapan pajak yang tinggi dan monopoli perdagangan, semata-mata dilakukan pemerintah Inggris untuk menutupi kebutuhan mereka selama melakukan perang dengan Prancis.

Kebencian masyarakat di daerah koloni semakin besar terhadap pemerintah Inggris setelah mereka menerapkan kebijakan tersebut.

Karena memang sejak awal, masyarakat pergi ke Amerika adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik, bukan mendapat perlakukan buruk seperti itu.

Sumber : Alvarendra, H. Kenzou. 2017. Buku Babon Sejarah Dunia. Yogyakarta : Brilliant Book

Foto : youtube.com