Konten dari Pengguna

Mengenal Lim Swie King, Sosok 'King of Smash' Indonesia

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bulu Tangkis. Dok: Pixabay/annca
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bulu Tangkis. Dok: Pixabay/annca

Sosok Lim Swie King yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia sejak usianya 17 tahun dan berhasil meraih medali emas PON. Ia merupakan salah satu legenda bulutangkis di Indonesia. Ia lahir pada 28 Februari 1956.

Awal kiprahnya di dunia bulu tangkis dimulai Kota Kretek, Kudus. Kegigihan serta semangat berlatih membuatnya menjadi sosok yang tangguh. Liem Swie King juga merupakan salah satu atlet generasi pertama yang pada tahun 1960-an menerima beasiswa PD Djarum. Hingga pada akhir tahun 1973, ia dipanggil untuk masuk ke Pelatnas.

Ia pernah meraih rekor selama 33 bulan tak pernah terkalahkan. Bulu tangkis di kancah internasional pun ia lahap. Namanya semakin dikenal pada tahun 1976 setelah ia berani menantang Rudy Hartono. Karier fenomenalnya pun berawal dari dua kali menjadi runner up All England pada tahun 1976 dan 1977 yang selanjutnya pada tahun 1978 dan 1979.

Liem Swie King. Dok: PB Djarum

Liem Swie King memiliki suatu kekhasan dalam pukulannya. Sesuatu yang saat ini dikenal dengan nama 'smash' ia lakukan dengan cara memukul keras shuttlecock yang diarahkan ke pertahanan lawan. Oleh sebab itu, julukan King of Smash pun menjadi sesuatu yang melekat dalam dirinya.

Dari enam kali keikutsertaannya dalam membela Indonesia di Piala Thomas, ia berhasil memborong tiga kali piala pada tahun 1976, 1979, dan 1984. Hal tersebut membuat Liem Swie King menjadi sosok pebulu tangkis Indonesia yang tak bisa diragukan lagi kemampuannya.

Ia dapat dikatakan sebagai salah satu atlet bulu tangkis yang memiliki gelar lengkap. Puluhan gelar dari ajang Grand Prix pernah ia raih, Asean Games juga pernah ia taklukkan dengan meraih medali emas. Tak hanya sebagai seorang pemain tunggal, di sektor ganda ia juga merupakan sosok yang berprestasi bersama Christian Hadinata yang menjadi pasangannya.

Setelah kurang lebih 15 tahun menjajaki dunia bulu tangkis, akhirnya ia gantung raket. Kariernya setelah mengakhiri masa menjadi atlet juga tidak berhubungan dengan bulu tangkis lagi seperti teman-temannya yang mungkin menjadi pelatih.

Apa yang ia lakukan setelah itu justru menjadi seorang pengusaha. Selain itu di beberapa film juga ia pernah muncul sebagai cameo, serta beberapa iklan juga pernah ia lakoni. Kerja keras serta semangat yang ia miliki menjadi suatu hal yang patut diteladani. Buku yang berjudul "King" menjadi suatu buku yang menceritakan kisahnya.

Itulah sedikit pengenalan singkat tentang sosok Liem Swie King yang legendaris. Semoga semangat dan perjuangannya dapat memberi motivasi kepada kita semua.

Ilustrasi raket badminton. Dok: Wikimedia

Sumber:

Djarum Batminton Club. 17 Februari 2013. [Profil Legenda] Liem Swie King, King of Smash. Diambil kembali dari lama PB Djarum