Konten dari Pengguna

Motif Konyol di Balik Percobaan Pembunuhan Ronald Reagan

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret trage percobaan pembunuhan yang dialami Ronald Reagan (tengah).
zoom-in-whitePerbesar
Potret trage percobaan pembunuhan yang dialami Ronald Reagan (tengah).

Senin, 30 Maret 1981, akan menjadi hari yang paling dikenang oleh Ronald Reagan sepanjang hidupnya. Pria kelahiran Illinois tahun 1911 itu, menerima serangan mengejutkan dari seorang pemuda yang tidak dikenalnya seusai memberikan pidato pada acara Konvensi Serikat Buruh di Hotel Hilton, Washington DC.

Ronald Wilson Reagan terkenal sebagai aktor yang membintangi banyak film dan acara televisi. Terhitung sejak tahun 1937, ia telah berkarir di dunia hiburan selama kurang lebih 25 tahun. Hingga akhirnya memutuskan untuk memulai karir politiknya sebagai juru kampanye calon presiden dari Partai Republik, Barry Goldwater pada 1964.

Ronald Reagan | Wikimedia Commons

Meskipun Barry Goldwater gagal menjadi presiden, nama Ronald Reagan terlanjur populer sebagai tokoh yang cakap dalam berpolitik. Ia pun berhasil menduduki jabatan Gubernur Kalifornia pada 1967. Ronald Reagan kemudian maju mencalonkan diri sebagai presiden pada 1981. Ia menang telak atas saingannya Jimmy Carter, yang berasal dari Partai Demokrat. Reagan menjadi presiden ketika usianya telah mencapai 69 tahun.

Acara konvensi yang dihadiri Presiden Reagan sebenarnya hanya kegiatan politik kecil, tetapi dihadiri oleh banyak pers, dan beberapa tokoh penting, sehingga ia memilih untuk datang memberikan pidato. Pada pukul 02.30 siang waktu setempat, presiden beserta pengawalnya meninggalkan hotel dan berjalan menuju kendarannya. Ronald Reagan hampir mencapai pintu mobilnya ketika seorang pemuda bernama Hinckley, menembak ke arah presiden menggunakan revolver yang dibawanya.

Insiden percobaan pembunuhan Ronald Reagan. | Wikimedia Commons

Seorang Agen Polisi Rahasia, Tim McCarthy, melompat tepat ke depan presiden dan menahan tembakan menggunakan tubuhnya. Seorang agen lain, Jerry Parr, menangkap presiden dan menjatuhkannya ke dalam mobil. Sesaat Reagan merasakan sesuatu yang sangat menyakitkan ditubuhnya, namun ia berfikir itu hanya luka ketika agen Jerry Parr menjatuhkannya.

Mobil presiden kemudian bergerak menuju Gedung Putih, tetapi segera mengubah arahnya menuju Rumah Sakit Universitas George Washington ketika mengetahui presiden memuntahkan darah yang cukup banyak.

Di rumah sakit, para dokter menyatakan bahwa sebuah peluru telah bersarang di tubuh presiden. Peluru tersebut sangat dekat dengan ketiak kirinya, dan berada di bawah paru-paru sebelah kiri, sekitar 2,5 cm dari jantungnya. Para dokter kemudian memutuskan untuk segera melakukan operasi pengangkatan peluru. Mereka bekerja dengan sangat baik sehingga Ronald Reagan berhasil sembuh dengan cepat.

Sementara itu, di sekitar kejadian penembakan tengah berlangsung kepanikan karena tiga orang telah ditembak. Mereka adalah McCarthy, Tom Delahanty, dan Sekertaris presiden, James S. Brady. Mereka segera mendapat perawatan dari mobil ambulan yang datang ke lokasi kejadian.

John Hinckley | Wikimedia Commons

James S. Brady mendapat luka yang paling serius, sebuah peluru masuk ke dalam kepalanya, bersarang di sebelah kanan otaknya. Sang pelaku penembakan, John Hinckley, berhasil diringkus dan diamankan oleh para pengawal presiden.

Penyelidikan mengenai peristiwa itu tidak menunjukan adanya konspirasi, Hinckley diketahui bertindak atas keinginannya sendiri. Ia diadili pada 1982, namun pengadilan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Alasannya karena Hinckley memiliki gangguan kejiwaan, dan tindakannya dianggap sebagai ketidakwarasan. Ia pun dikirim ke sebuah rumah sakit jiwa.

Setelah diselidiki, Hinckley adalah anak dari keluarga pengusaha perminyakan, yang mengenal baik keluarga Bush. Pada 1976, ia sangat terobsesi dengan bintang film Jodie Foster. Hinckley memutuskan untuk mendapatkan perhatian Jodie Foster dengan cara membunuh Presiden Ronald Reagan. Peristiwa pembunuhan terhadap John Lennon memberikan inspirasi bagi Hinckley untuk melancarkan aksinya.

Jodie Foster | Wikimedia Commons

Hinckley tiba di Washington DC pada 29 Maret 1981 dengan membawa 3 buah senjata, yang salah satunya digunakan untuk menembak Ronald Reagan. Ia meninggalkan sebuah surat untuk Jodie Foster di kamar hotelnya, yang isinya “dengan mengorbankan kemerdekaanku dan kemungkinan juga hidupku, aku berharap kamu merubah penilaianmu terhadapku”.

***

Referensi:

  • www.biography.com