Konten dari Pengguna

Ukonoshima: Pulau Rahasia Jepang yang Kini Menjadi Pulau Kelinci

Potongan Nostalgia

Potongan Nostalgia

#PotonganNostalgia || Mari bernostalgia! Menjelajah apa yang sudah mulai terlupakan, atau bahkan belum sempat diingat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Potongan Nostalgia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelinci liar yang mengerubuni seorang perempuan. | Yahoo Lifestyle Singapore
zoom-in-whitePerbesar
Kelinci liar yang mengerubuni seorang perempuan. | Yahoo Lifestyle Singapore

Pulau Okunoshima, dua mil di lepas pantai kota Takehara, Prefektur Hiroshima, Jepang. Dinamakan sebagai Pulau Kelinci karena pulau tersebut menjadi rumah bagi ratusan kelinci liar.

Sebenarnya masih menjadi teka-teki bagaimana semua kelinci ini berakhir di sebuah pulau kecil yang sebelumnya adalah tempat Tentara Kekaisaran Jepang memproduksi ribuan ton gas beracun selama Perang Dunia II.

Racun seperti gas mustard, fosgen, dan jenis lainnya digunakan tentara Jepang untuk melawan tentara Tiongkok dan warga sipil pada tahun 1930-an dan 40-an selama perang di Tiongkok. Menurut beberapa sumber, aksi tersebut menewaskan sekitar 80.000 orang.

Pada tahun 1929, ketika tentara Jepang mulai membuat senjata kimia, kelinci dibawa ke pulau itu dan digunakan untuk menguji keefektifan dari gas beracun. Namun, sebagian besar ahli tidak setuju dengan versi ini.

Gedung tua yang sudah tidak dipakai di Pulau Okunoshima. | Smithsonian Magazine

lis Krauss, yang merupakan seorang profesor politik Jepang di Universitas California San Diego, mengatakan kepada situs web The Dodo dalam sebuah wawancara pada tahun 2014 silam bahwa kelinci asli dimusnahkan setelah perang:

“Kelinci (untuk) uji coba semuanya telah disuntik mati oleh orang Amerika ketika mereka datang ke pulau tersebut selama masa Pendudukan."

"Sekitar 200 dari hewan-hewan malang itu (digunakan) dalam percobaan oleh Jepang,” ungkap Krauss. Jadi, jika ratusan kelinci yang kini berada di pulau tersebut bukanlah keturunan dari kelinci uji, lantas dari mana asalnya?

Ada anggapan, sekitar delapan kelinci mungkin telah dilepaskan oleh sekelompok anak sekolah pada tahun 1971. Tanpa pemangsa yang perlu dikhawatirkan, mamalia yang berkembang biak cepat ini mungkin secara begitu cepat memperbanyak populasinya. Diketahui populasi mereka saat ini mencapai sekitar 1.000 hewan.

Potret keadaan Pulau Okunoshima. | Smithsonian Magaznie

Menurut peneliti, semua pengunjung pulau memberi makan kelinci liar telah menyebabkan ledakan populasi yang menghancurkan ekosistem pulau tersebut. Demikian pula, apa dan kapan kelinci diberi makan berdampak pada kesehatan kelinci-kelinci liat tersebut sehingga umurnya hanya bertahan hingga dua tahun.

Mereka sering kali diberi kubis, yang sebenarnya bukanlah pakan terbaik untuk kelinci karena dapat menyebabkan kembung dan memiliki serat yang rendah.

Selain itu, siklus boom and bust dalam memberi makan banyak makanan kelinci-kelinci tersebut pada hari-hari cerah selama liburan, tidak terjadi pada saat musim hujan. Hal tersebut menjadi masalah karena kelinci membutuhkan makanan dalam jumlah yang tetap dan hanya ada sedikit vegetasi yang tersisa di pulau tersebut untuk mereka makan saat para turis tidak berkunjung.

Potret keadaan Pulau Okunoshima. | Smithsonian Magaznie

***

Referensi: