4 Terduga Teroris di Solo dan Jambi Tak Terkait Bom Kampung Melayu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Martinus Sitompul. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Martinus Sitompul. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Polisi mengamankan sepasang suami istri terduga teroris di Jambi, dan dua orang berinisial AZ dan AG yang juga merupakan terduga teroris di Solo pada Senin (29/5).

Kepala bagian penerangan umum(Kabag Penum) divisi Humas Polri, Martinus Sitompul, menegaskan keempat orang yang ditangkap tersebut tak ada kaitannya dengan ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Penangkapan di Solo dua orang, Karanganyar dan Sukoharjo. Serta dua orang di Jambi, tidak terkait dengan Kampung Melayu," kata Martinus di Kantor Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/5).

(Baca juga : Densus 88 Tangkap Pasutri di Jambi)

Empat orang tersebut, kata Martinus, ditangkap polisi untuk kepentingan pengembangan informasi terkait sejumlah kasus terorisme terdahulu.

"Jadi masih dilakukan pengejaran terhadap beberapa orang, untuk bisa mengungkap ini (kasus lama) secara utuh," tegasnya.

(Baca juga : Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Solo)

Sebelumnya terduga teroris berinisial M dan istirnya diamankan polisi bersama sejumlah barang bukti, dari rumah kontrakan mereka di Kampung Bugis, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Ilustrasi aparat keamanan melakukan penangkapan pelaku teror. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aparat keamanan melakukan penangkapan pelaku teror. (Foto: Pixabay)

Sementara terduga teroris AZ dan AG di Solo, diamankan polisi dari dua tempat berbeda. AZ ditangkap di Desa Bugel, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sedangkan AG diciduk di Desa Watusambang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

(Baca juga : Densus 88 Berpakaian Gamis Tangkap Terduga Teroris Tanpa Senjata)

AZ ditangkap karena terlibat kasus bom panci Istana pada 10 Desember 2016, dan AG ditangkap karena terlibat dalam kasus teror di salah satu minimarket di Serengan, Solo, Jawa Tengah, pada 5 November 2016. AG juga diketahui sebagai pelempar bom molotov terhadap sebuah Restoran di Sukoharjo pada Desember 2016.