Densus 88 Berpakaian Gamis Tangkap Terduga Teroris Tanpa Senjata

Tim Densus 88 Anti Teror menangkap seorang pria terduga teroris berinisial M di Provinsi Jambi hari ini sekitar pukul 15.50 WIB. Ada yang unik dari penangkapan yang terjadi di sebuah masjid itu.
Dari hasil rekaman CCTV di lokasi penangkapan, terlihat dua orang anggota Densus 88 mengenakan baju gamis saat sedang mengamankan M.
Selain tak menggunakan seragam seperti anggota Densus lainnya saat bertugas, keduanya juga tak menggunakan senjata. Hanya borgol yang mereka bawa untuk membekuk pria tersebut.
Ketua Pengurus Masjid, Sutrisno, mengatakan, saat M keluar dari masjid, dua orang pria bergamis--yang tak lain adalah anggota Densus 88-- menghampiri pria tersebut dan langsung memborgol kedua tangannya.
"Dua anggota polisi berpakaian gamis dan tersebut turun dari mobil dan langsung menangkap seorang pria yang juga berpakaian gamis, gamis biru saat ia hendak mengendarai sepeda motornya yang terparkir di halaman masjid," kata Sutrisno seperti dilansir Antara, Selasa (30/5).
Menurut Sutrisno, M sering datang ke masjid tersebut sejak satu bulan terkahir. "Pria itu (M) pendatang di daerah sini," ujarnya.
Baca : Orang yang Ditangkap di Cipayung Dititipi Motor Bomber Kampung Melayu
Tak lama setelah mengamankan M, belasan anggota polisi lainnya kemudian langsung menggerebek kediaman M yang terletak di kawasan Kampung Bugis, RT 35, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Kapolresta Jambi, AKBP Fauzi Dalimunthe, mengatakan istri M ikut diamankan dalam penggerebakan itu. Dari rumah kontrakan mereka, kata dia, disita pula sejumlah barang bukti.
"Telah diamankan sejumlah barang bukti dari dalam rumah kontrakan mereka, yang dijadikan tempat usaha service laptop dan komputer tersebut," ujarnya.
Baca : Mengingat Kisah Ponari dan Batu Petir Ajaibnya
Sementara itu Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, mengatakan pihaknya telah mengimbau seluruh ketua RT di Kota Jambi untuk selalu melakukan pendataan terhadap warga baru atau tamu yang menginap lama di lingkungan mereka. Ia pun telah menegur ketua RT setempat atas penggerebekan itu.
"Saya sudah tegur ketua RT yang bersangkutan. Saya selaku pimpinan merasa kecolongan dengan kejadian tersebut dan apresiasi kepada Densus maupun Polresta Jambi yang sudah lebih sigap menanggani kasus itu," kata Fasha.

Ketua RT setempat, Lilik, mengatakan M dan istrinya memang tidak pernah melaporkan diri ke RT sebagai warga baru. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, pasangan suami istri itu datang dari Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, sejak lima bulan lalu.
Warga juga menilai pasangan suami istri itu jarang berpergian keluar rumah. Hingga saat ini terduga M dan istrinya masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi.
