Polisi: Perampokan Davidson Diduga Sudah Direncanakan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Davidson Tantono (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Davidson Tantono (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Jenazah pria korban perampokan, Davidson Tantono (30) telah dibawa ke rumah duka di Heaven Pluit, Atmajaya, Jakarta Utara, Sabtu (10/6) dini hari. Hingga kini, polisi masih belum berhasil mengungkap para pelaku yang menembak mati Davidson.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat perampokan itu terjadi.

"Kita masih ke lapangan melakukan penyelidikan. Belum bisa dipastikan identitas para pelaku yang kita duga ada empat orang, karena masih mendengar keterangan-keterangan saksi," ujar Hendy kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (10/6).

[Baca juga: Polisi: Korban Penembakan Daan Mogot Baru Ambil Uang untuk Karyawan]

Berdasarkan keterangan saksi, Davidson dirampok setelah baru saja keluar dari bank di kawasan Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Hendy mengatakan aksi perampokan tersebut diduga merupakan tindak kriminal yang direncanakan. Para pelaku, kata dia, diduga punya peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

"Kami menduga memang sudah direncanakan. Dari mulai ada yang mengawasi korban saat mengambil uang di ATM, mengikuti korban ke SPBU, hingga mengambil tasnya kata saksi," jelas Hendy.

[Baca juga: Jenazah Davidson Dibawa ke Rumah Duka di Pluit]

Davidson diketahui bekerja sebagai seorang Product Manager di koperasi Putera Makmur. Koperasi tersebut terletak di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.