Puluhan Calon Jemaah Umrah First Travel Mengadu ke DPR

Sedikitnya 20 orang jemaah agen penyelenggara umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR RI. Mereka yang berasal dari Jawa Timur itu mengaku ditelantarkan dan ditipu oleh agen travel umrah terbesar di Indonesia itu.
Salah satu jemaah, Christine Natali, mengatakan ada 600 orang jemaah asal Jawa Timur yang ditelantarkan oleh pihak First Travel dari tanggal 18 Mei hingga hari ini di Jakarta, dan belum tahu kapan akan diberangkatkan umrah.
"Ya sekitar 600 orang (yang ditelantarkan). Itu baru dari Jawa Timur. Ada jemaah juga dari Kalimantan bukan cuma Jawa Timur," ucap Christine di Gedung DPR RI, Senin (22/5).
"Sampai saat ini yang telah dijanjikan (berangkat umrah) enggak pernah terealisasi. Dan lebih parah lagi yang selama ini kita mendapat fasilitas makan, penginapan itu sudah tidak difasilitasi lagi sejak kemarin. Jadi kami terlantar tanpa ada statement apa pun dari pihak travel," imbuh dia.
Baca : First Travel Klaim Berangkatkan 6 Ribu Jemaah Umrah yang Tertunda
Christine berharap dengan mengadu kepada DPR, manajemen First Travel bersedia bertanggung jawab atas pelayanan buruk yang mereka dapatkan.
"Harapannya mereka bertanggung jawab. Karena selama ini yang kami usahakan tidak ada respons sama sekali dari pihak travel," kata dia.
Christine hanyalah satu dari ribuan calon jemaah umroh yang ditunda keberangkatannya oleh First Travel. Setelah jadwal keberangkatannya pada 12 Mei ke Tanah Suci ditunda, angin segar muncul ketika First Travel berjanji akan memberangkatkan dirinya pada 18 Mei.
Ia dan rombongan pun telah diboyong ke Jakarta. Namun setiba di Ibu Kota, mereka ditelantarkan oleh First Travel hingga hari ini. Padahal total Rp 17,5 juta sudah digelontorkan oleh para calon jemaah umrah First Travel.
Di tengah polemik penundaan keberangkatan jemaah umrah oleh First Travel yang masih bergulir hingga saat ini, Direktur Utama First Travel Andika Surachman Siregar, mengatakan dalam dua pekan terakhir pihaknya sudah berhasil memberangkatkan 6 ribu orang jemaah.
