Kabut Pagi Dan Riuh Pengunjung di Masjid Al Jabbar

Mahasiwa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasakti Tegal
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Proboningrum Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Langit masih gelap dan kabut tipis masih menyelimuti kawasan Masjid Raya Al Jabbar ketika waktu Subuh tiba. Udara pagi terasa sejuk, sementara cahaya dari bangunan masjid terlihat di balik kabut. Jamaah mulai berdatangan ke ruang salat. Suasana yang awalnya tenang perlahan berubah ketika semakin banyak orang memenuhi area masjid.

Masjid Raya Al Jabbar yang berada di Gedebage, Kota Bandung, bukan hanya menjadi tempat ibadah. Kemegahan bangunan. Suasana kawasan serta ruang terbuka di sekitarnya membuat masjid ini juga menjadi salah satu tujuan wisata religi dan tempat berkumpulnya masyarakat.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan selama periode 16-25 Maret 2026. Pada periode tersebut, Masjid Raya Al Jabbar mencatat sebanyak 202.250 pengunjung. Data tersebut berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat melalui laporan daya tarik wisata dalam sistem pelaporan pariwisata Jawa Barat.
Arsitektur Masjid Al Jabbar yang Menarik Perhatian
Masjid Raya Al Jabbar mulai dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada 30 Desember 2022. Bangunan utamanya memiliki kapasitas sekitar 33.000 jemaah. Salah satu daya tarik utama masjid ini terletak pada arsitektur bangunannya. Bangunan masjid yang dikelilingi danau ini juga memiliki sentuhan khas Jawa Barat. Salah satunya terlihat dari 27 relung pada bangunan masjid yang melambangkan 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kemegahan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Tidak sedikit yang datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk melihat langsung arsitektur masjid dan mengabadikan suasana melalui kamera ponsel.
Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Al Jabar juga memiliki fasilitas edukasi berupa Galeri Rasulullah. Galeri ini menyajikan sejarah Nabi Muhammad SAW serta perkembangan Islam di Jawa Barat melalui berbagai media visual dan digital.
Keberadaan galeri tersebut memberikan pilihan aktivitas lain bagi pengunjung selain beribadah. Pengunjung dapat mengenal sejarah Islam sambil menikmati suasana di kawasan Masjid Raya Al Jabbar.
Pada akhirnya, daya tarik Masjid Raya Al Jabbar tidak hanya terletak pada kemegahan bangunannya. Perpaduan antara tempat ibadah, arsitektur, edukasi, dan ruang publik membuat Al Jabbar menjadi tempat yang mempertemukan berbagai aktivitas masyarakat. Dari suasana subuh yang tenang hingga riuhnya pengunjung, masjid ini menunjukkan bagaimana sebuah tempat ibadah dapat menjadi bagian dari kehidupan sosial dan wisata masyarakat.
