Entertainment
·
22 September 2020 7:31

Profil Benyamin Sueb, Seniman Legendaris Betawi

Konten ini diproduksi oleh Profil Artis
Profil Benyamin Sueb, Seniman Legendaris Betawi (12854)
Lukisan Benyamin Sueb Foto: Ferio Pristiawan/kumparan
Google Doodle pada hari ini, Selasa (22/9), menampilkan sosok mendiang Benyamin Sueb, yang merupakan seniman legendaris Betawi.
ADVERTISEMENT
Sosok seniman yang multitalenta ini lahir di Kemayoran, Jakarta, pada 5 September 1939. Ia merupakan seorang aktor, pelawak, sutradara, dan penyanyi.
Benyamin Sueb ditinggal pergi oleh ayahnya untuk selama-lamanya pada saat masih kecil, tepatnya ketika ia berusia dua tahun. Untuk membantu perekonomian keluarga, Benyamin ngamen keliling kampung.
Profil Benyamin Sueb, Seniman Legendaris Betawi (12855)
Lukisan Benyamin Sueb di Lebaran Betawi. Foto: Ferio Pristiawan/kumparan
Sebelum menekuni dunia hiburan, Benyamin Sueb pernah bekerja di perusahaan bus PPD pada tahun 1959. Dalam karier bermusiknya, ia sempat membentuk grup musik Melody Boys, yang kemudian berubah namanya menjadi Melodi Ria.
Benyamin merasakan kesuksesan di dunia musik saat bergabung dengan grup musik Naga Mustika pada 1970. Grup musik ini merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin.
Duet tersebut berhasil dan menjadi populer pada saat itu. Benyamin dan Ida menghasilkan beberapa lagu hits, salah satunya adalah Hujan Gerimis.
Profil Benyamin Sueb, Seniman Legendaris Betawi (12856)
Ilustrasi Benyamin Sueb Foto: Faisal Nu'man
Selain menekuni dunia tarik suara, Benyamin juga terjun menjadi seorang aktor. Ia membintangi beberapa judul film, seperti Biang Kerok, Si Doel Anak Betawi, dan Banteng Betawi.
ADVERTISEMENT
Terkait kariernya di dunia seni peran, Benyamin pernah mendapatkan Piala Citra dalam kategori Pemeran Utama Terbaik berkat perannya dalam film Intan Berduri.
Profil Benyamin Sueb, Seniman Legendaris Betawi (12857)
Google Doodle Benyamin Sueb. Foto: Dok. Google
Selama berkarier di dunia hiburan, Benyamin Sueb telah menghasilkan lebih dari 75 album musik dan terlibat dalam 53 film. Ia juga mendirikan Radio FM yang diberi nama Bens Radio.
Benyamin meninggal dunia pada 5 September 1995 karena serangan jantung. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.
Setelah Benyamin tiada, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengabadikan namanya sebagai nama jalan pada 6 Desember 1995.
Pada 2011, Benyamin mendapat penghargaan bintang budaya tertinggi atas jasa-jasa terhadap perkembangan kebudayaan nasional. Saat itu, penghargaan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan diterima ahli waris Benyamin, Biem Benyamin.
ADVERTISEMENT