Profil Mamiek Prakoso, Kakak Didi Kempot yang Juga Meninggal di Usia 53 Tahun

Panduan untuk kenal lebih dekat dengan artis idolamu
Tulisan dari Profil Artis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepergian musisi Didi Kempot meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, serta penggemarnya. Ia berpulang di usia 53 tahun, di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5).
Kepergian Didi Kempot seakan menyusul kepergian sang kakak, Mamiek Prakoso, yang telah lebih dulu meninggal dunia pada 3 Agustus 2014. Kala itu, Mamiek meninggal akibat penyakit liver.
Jenazah pemain Srimulat itu kemudian dimakamkan keesokan harinya, pada 4 Agustus 2014. Mamiek Prakoso dimakamkan di Ngawi, Jawa Timur, tempat istri pertamanya, Surani, berdomisili.
Didi Kempot dan Mamiek rupanya sama-sama meninggal pada usia 53 tahun. Berbeda dengan sang adik yang populer sebagai penyanyi campursari legendaris, semasa hidup Mamiek lebih dikenal sebagai aktor sekaligus pelawak.
Keduanya lahir dari keluarga berdarah seni. Sang ayah, Ranto Edi Gudel, dikenal sebagai seorang pelawak serta seniman serba bisa.
Mamiek memulai kariernya sebagai komedian di grup lawak Srimulat pada 1984. Kala itu, pria yang lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 6 April 1961 tersebut dikenal melalui penampilannya yang nyentrik, yakni dengan rambut berwarna pirang di sisi kanan dan kiri kepalanya.
Dalam grup lawak tersebut, Mamiek juga terbilang punya kemampuan monolog yang baik. Selain itu, ia dikenal dengan kata-kata lawakannya yang unik, seperti makbedunduk serta maknjegagik (sekonyong-konyong).
Kesuksesannya di panggung Srimulat, kemudian membawa Mamiek ikut menjajal industri film Tanah Air. Film berjudul Kanan Kiri OK dan Makelar Kodok yang rilis pada tahun 1989 menandai debut Mamiek di kancah perfilman.
Setelahnya, Mamiek dilibatkan dalam film berjudul Boleh Dong Untung Terus yang tayang pada 1992. Usai film tersebut, Mamiek kembali berakting pada 2008. Kala itu dia terlibat dalam film berjudul Mas Suka, Masukin Aja-Besar Kecil It's Okay.
Kiprah Mamiek di dunia perfilman Tanah Air kian melesat ketika ia bermain dalam film KING. Kualitas akting Mamiek dalam film tersebut cukup mencuri perhatian. Bahkan, kala itu, Mamiek dinominasikan sebagai Pemeran Pembantu Pria dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2009.
Tahun 2013 sepertinya menjadi momen terakhir Mamiek berkiprah di industri perfilman Tanah air. Finding Srimulat dan Air Mata Terakhir Bunda menjadi dua film yang Mamiek bintangi sebelum meninggal dunia.
Tak hanya itu, Mamiek juga sempat menjajal dunia musik. Tampaknya, ia tak bisa lepas dari dunia campursari. Grojogan Sewu, Ora Tak Gagas, hingga Petruk Wuyung merupakan lagu campursari yang pernah Mamiek populerkan.
Pada 2013, Mamiek juga sempat menjajal panggung stand up comedy. Kemampuannya monolog ketika bersama Srimulat sepertinya membuat Mamiek tak kesulitan kala menjajal panggung stand up comedy yang kala itu tengah menjadi sorotan.
Pada 3 Agustus 2014 silam, Mamiek dikabarkan meninggal dunia karena penyakit liver. Lebih kurang enam tahun kemudian, giliran sang adik yang menyusulnya menghadap yang kuasa.
Kini, kedua kakak beradik yang pernah menghibur masyarakat di Indonesia itu, Mamiek dan Didi Kempot, sudah beristirahat tenang di alam berbeda.
