Ditolak Kerja Karena Disabilitas, Collete Divito Kini Jualan Kue Untung Rp 17 M

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyandang disabilitas kerap kali masih dipandang sebelah mata dalam dunia kerja. Salah satunya dirasakan oleh Collete DiVitto, yang memiliki kelainan Down Syndrome. Setelah berhasil menyelesaikan sarjana, ia bermimpi bisa bekerja dan menjalani hidup sendiri.
Sayangnya, setiap kali melamar kerja DiVitto sering ditolak dengan alasan tidak cocok atau tidak sesuai kriteria. Padahal gadis itu sudah berhasil lulus dari Universitas Clemson di usia 26 tahun. Saat itu, tak ada satupun kantor yang mau menerimanya.
Berhenti Melamar Kerja dan Membangun Bisnis Sendiri
DiVitto lahir di keluarga pengusaha. Setelah menyerah untuk melamar pekerjaan, ia berambisi untuk mengubah hobinya yaitu membuat kue menjadi bisnisnya sendiri yang memperoleh cuan.
Tentu saja prosesnya cukup sulit, tapi ia beruntung memiliki ibu, Rosemary Alfredo, yang dengan sabar mengajarkannya memulai bisnis. Berkat bantuan sang Ibu dan kegigihannya, kini DiVitto adalah CEO dan COO dari Collettey’s Cookies.
Sebuah usaha toko roti yang berkembang pesat yang menjual kue secara online, di toko serba ada 7-Eleven dan di arena olahraga TD Garden di Boston. Dikutip dari CNBC Make It, perusahaan yang berbasis di Charlestown, Massachusetts itu telah menghasilkan USD 1,2 juta atau Rp 17 miliar dalam setahun.
Collettey’s Cookies memiliki 15 karyawan, banyak di antaranya juga penyandang disabilitas. Ia sengaja untuk merekrut mereka untuk mengubah stigma. Pada tahun 2020, hanya 17,9 persen penyandang disabilitas yang dipekerjakan, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
DiVitto mengatakan bahwa dia menekankan untuk secara pribadi melatih karyawannya yang memiliki kelainan. Ia ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan untuk mereka.
Berawal dari Resep Kue Rumahan
Sang Ibu memandu DiVitto untuk memulai bisnisnya, ia mengawalinya dengan langkah-langkah untuk menentukan struktur hukum, mendaftarkan bisnis, merancang logo, dan membuat situs web.
Kemudian, DiVitto yang hobi membuat kue sejak usia 4 tahun membawa sampel kue kayu manis keping cokelatnya ke toko lokal Boston bernama Golden Goose Market. Tak disangka, pemilik toko tersebut tertarik dan memesan 100 kue kering.
Itu adalah awal yang sangat mengejutkan, meski sempat takut ia membangun rasa percaya diri dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Minggu berikutnya, dapur rumah diisi dengan pesanan kue.
DiVitto menjual 4.000 kue dalam tiga bulan pertama bisnisnya, dan lebih dari 550.000 sejak diluncurkan. Resep kue keringnya itu kini disebut kue yang menakjubkan karena rasa khasnya.
Toko Kue Colletey Bukan Sekadar Bisnis
Pada tahun 2018, DiVitto dan ibunya meluncurkan organisasi nirlaba yang disebut Program Kepemimpinan Collettey, yang menyediakan lokakarya dan menawarkan layanan bimbingan bagi orang-orang dengan dan tanpa disabilitas.
Pada Agustus 2021, DiVitto muncul di serial TV realitas Peacock tentang wirausahawan penyandang disabilitas, “Born for Business”. Ia juga penulis buku anak-anak berdasarkan hidupnya sendiri, ”Collette in Kindergarten,” yang diterbitkan tahun lalu.
DiVitto mengatakan, ke depannya ia ingin membantu menciptakan lebih banyak pekerjaan dan membuat para penyandang disabilitas merasa nyaman dengan diri mereka sendiri, dan menghasilkan uang untuk hidup mandiri.
