Konten dari Pengguna

Perjuangan Tamatan SMA Dirikan Usaha Mainan Lego, Berawal dari Tukang Kayu

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ole Kirk Christiansen/Wikipedia.org
zoom-in-whitePerbesar
Ole Kirk Christiansen/Wikipedia.org

Bagi sebagian anak-anak atau beberapa pecinta mainan sudah pasti tak asing lagi dengan brand terkenal mainan ‘Lego’. Bentuknya yang unik seperti balok kayu dengan corak warna warni membuat anak-anak semakin hobi memainkannya.

Terlebih lagi ‘Lego’ sebutan mainan ini, dilengkapi dengan berbagai miniatur karakter yang semakin menambah inovasi untuk membuatnya semakin unik dan lucu.

Dibalik uniknya permainan ‘Lego’ ada orang dibalik kesuksesan mainan yang mendunia tersebut. Ia adalah Ole Kirk Christiansen. Ole Kirk Christiansen merupakan pendiri perusahaan mainan yang masuk lima besar di dunia saat ini.

Bernama lengkap Ole Kirk Christiansen lahir pada tahun 1981 di desa Filskovand, Denmark. Ia merupakan anak kesepuluh dari pasangan Jens Niels Christiansen dan Kirstine Christiansen. Kehidupan Ole saat itu memang cukup miskin. Tapi dirinya mampu mengenyam pendidikan hingga SMA.

Saat tahun 1905 umurnya menginjak 14 tahun Ole Kirk memutuskan untuk belajar dan bekerja pada bidang pertukangan. Hingga tahun 1911 ia mulai bekerja selama 5 tahun sebagai tukang kayu di Jerman. Hingga pada suatu saat, naluri bisnisnya tergugah dan memutuskan untuk kembali ke Denmark untuk membangun bisnis kayunya sendiri pada tahun 1916.

Bisnisnya saat itu memproduksi berbagai furniture seperti bangku, tangga, papan setrika, dan lainnya. hingga pada tahun 1924 ia mengalami bencana, secara tidak sengaja mereka membakar tumpukan kayu di toko.

Ole Kirk tidak menyerah, walaupun mengalami kerugian total yang diderita saat itu ia justru semakin semangat dan termotivasi untuk membangun bengkel kayu yang lebih besar. Tetapi Ole Kirk di saat membangun usahanya ia mengalami beberapa bencana.

Pada tahun 1929 terjadi kehancuran pasar saham Amerika Serikat dan mengalami keterpurukan ekonomi. Hingga pada tahun 1932 ia mengalami bencana pribadi yaitu meninggalnya istrinya. Keuangan pun juga terpuruk dan ia terpaksa untuk memberhentikan sebagian karyawannya dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan.

Walaupun mengalami berbagai bencana dan bangkrut, ia terus berinovasi dan semangat untuk menggunakan kayunya membuat barang murah yang bisa laku salah satunya dengan membuat mainan murah.

Tentu saja keputusannya membuat mainan murah gagal dan bangkrut. Tetapi tekadnya tidak memberhentikannya untuk membuat mainan dengan berusaha meminjam uang saudara-saudaranya. Hal inilah yang akhirnya membuka titik cerah Ole Kirk untuk membuat perusahaan mainan.

Ole Kirk mulai menamai perusahaan mainannya dengan nama ‘LEGO’ yang berasal dari kata Denmark berupa “Leg Godt” yang artinya “bermain denga baik”. Ole Kirk terus berinovasi dalam membuat mainan kayunya bahkan ia membuat prototipe untuk model mobil dan hewan dengan model yang menggemaskan hingga akhirnya mendapatlkan para penggemar mainannya.

Bencana kembali menerpa, pada tahun 1942 ketika Jerman menduduki Denmark pabriknya terbakar habis. Tetapi Ole Kirk terus semangat dan bangkit kembali. Pada perang dunia ke 2 berkahir, berbagai industri manufaktur mulai melihat plastik sebagai alternati bahan baku murah. Salah satunya menggunakan mesin cetakan injeksi plastik.

Ole Kirk pun akhirnya membeli mesin cetak injeksi plastic pertama di Denmark pada tahun 1946. Walaupun saat itu pemerintah Denmark melarang penggunaan komersialnya pada tahun 1947, tapi ia pantang menyerah.

Lambat laun pada tahun 1959 akhirnya industri Ole Kirk diizinkan untuk menggunakan cetakan plastik untuk barang produksinya. Perusahaan akhirnya menciptakan produk plastik yang disebut dengan Balok Pengikat Otomatis.

Mainan tersebutlah yang mirip sekali dnegan bentuk LEGO modern. Inspirasi mainan tersebut datang dari satu set balok yang bisa mengunci sendiri yang ditemukan oleh satu satu perusahaan asal Inggris, yaitu Kiddicraft.

Hingga mulai pada tahun 1955 perusahaan LEGO akhirnya memproduksi balok LEGO yang saling mengunci satu dengan yang lain. Hal tersebutlah yang menjadi model dasar permainan LEGO Modern.

Pada tahun 1958, Ole Kirk meninggal dunia akibat serangan jantung. Kejayaan perusahaannya diteruskan oleh putranya. Pada masa-masa itulah Perusahaan LEGO mengalami kebakaran kembali dan akhirnya untuk memutuskan menggunakan plastik sebagai bahan dasarnya hingga saat ini.

Lego/lego.com

Lambat laun, perusahaan mainan LEGO semakin berkembang maju hingga pada tahun 1968 Legoland Park atau Taman Bermain Lego dibuka di Billund, Denmark. Mainan Lego semakin berkembang dan mulai banyak penggemarnya hingga saat ini.

Perusahaan LEGO hingga saat ini telah memperkerjakan sekitar kurang lebih 5000 karyawan di seluruh dunia dan mainannya telah terjual hingga 130 negara. Perusahaan LEGO juga saat ini menjadi salah satu 5 perusahaan mainan terbesar di dunia yang populer hingga saat ini.