Biodata Auguste Comte, Seorang Sosiolog dengan Aliran Positivisme

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biodata Auguste Comte yang dikenal sebagai Bapak Sosiologi dunia adalah seorang filsuf, matematikawan, dan ilmuwan sosial, menarik untuk diketahui. Comte juga dikenal sebagai pendiri positivisme.
Positivisme adalah cara berpikir tentang filsafat dan sejarah ilmu pengetahuan serta teori tentang bagaimana masyarakat berubah seiring waktu.
Sebagaiana dipelajari, pengetahuan sejati berasal dari observasi dan eksperimen, dan kemajuan sosial dan intelektual merupakan perpindahan dari agama ke metafisika dan ke sains.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Biodata Auguste Comte
Dikutip dari laman britannica.com, biodata Auguste Comte memiliki nama panjang Isidore Marie Auguste François Xavier Comte. Lahir pada tanggal 19 Januari 1798 adalah seorang filsuf Prancis yang memperkenalkan bidang ilmu sosiologi serta aliran positivisme.
Melalui prinsip positivisme, Comte membangun dasar yang digunakan oleh akademisi saat ini yaitu pengaplikasian metode ilmiah dalam ilmu sosial sebagai sarana dalam memperoleh kebenaran.
Ia juga merupakan tokoh yang pertama menciptakan istilah sosiologi, sehingga ia mendapat julukan sebagai Bapak Sosiologi Dunia.
Latar Belakang
Comte lahir di Montpellier, salah satu kota kecil di barat daya Prancis. Setelah bersekolah di sana, ia melanjutkan studinya di Ecole Polytechnique di Paris. ECole Polytechnique kemudian dikenal karena kesetiaannya pada cita-cita republik dan proses filosofi.
Pada tahun 1816, universitas ilmu terapan tempatnya menempuh studi tersebut ditutup karena reorganisasi. Ia lulus dan melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Montpellier.
Setelah itu, dia melihat perbedaan yang begitu signifikan antara iman Katoliknya dan pemikiran monarki yang berkuasa sehingga dia terpaksa meninggalkan Paris.
Kemudian, pada Agustus 1817, ia menjadi murid dan sekretaris Claude Henri de Rouvroy, Comte de Saint-Simon, yang kemudian membawanya ke dalam lingkaran intelektual.
Pada tahun 1824, Comte meninggalkan Saint-Simon, ia merasa bahwa hubungan mereka bertentangan. Pada titik ini, ia tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya adalah mempelajari filsafat positivisme.
Rencana ini kemudian diterbitkan sebagai Plan de travaux scientifiques nécessaires pour réorganiser la Société (1822) (Indonesia: Plans for Scientific Research to Reorganize Society).
Namun dia gagal mendapatkan posisi akademis, yang menghambat penelitiannya. Kemudian kehidupan dan penelitiannya mulai bergantung pada sponsor dan bantuan keuangan dari beberapa teman.
Baca Juga: Siapa Bapak Akuntansi Dunia? Ini Biografi Lengkapnya
Perjalanan Hidup
Sejak usia dini ia menolak Katolik Roma dan royalisme karena bertentangan dengan suasana republikanisme dan skeptisisme yang berkembang di Perancis pasca-Revolusi Perancis. Pendidikannya dimulai ketika memiliki guru privat sampai usia 9 tahun. Setelah itu, dia bersekolah di Kota Montpellier.
Pada usia 16 tahun, ia diterima di École Polytechnique di Paris. Namun, monarki Bourbon menutup sekolah tersebut. Di masa mudanya, ia sangat tertarik pada filsafat, sejarah, dan perkembangan kehidupan manusia dalam bermasyarakat.
Dia banyak belajar dari pemikiran-pemikiran tokoh filsuf politik Perancis pada abad ke-18 seperti Montesquieu, Marquis de Condorcet, A.-R.-J. Turgot, dan Joseph de Maistre.
Salah satu kenalannya yang paling berpengaruh di Paris adalah Henri de Saint-Simon, pendiri sosialisme. Meskipun memiliki persamaan gagasan dengan Saint-Simon, mereka akhirnya berpisah.
Pada tahun 1826 Comte mulai memberikan ceramah tentang "sistem filsafat positif" yang disusunnya, tetapi ia mengalami gangguan saraf serius.
Setelah sembuh, ia melanjutkan ceramah dan akhirnya menerbitkan karyanya dalam enam volume yang disebut "Cours de Philosophie Positive" antara tahun 1830 dan 1842.
Pada tahun 1832 ia juga menjadi tutor dan kemudian penguji di École Polytechnique yang dihidupkan kembali. Namun pada tahun 1842, ia kehilangan jabatannya dan sebagian besar penghasilannya setelah bertengkar dengan direktur sekolah. Selama sisa hidupnya, ia mendapatkan dukungan dari pengagum Inggris seperti John Stuart Mill dan Maximilien Littré di Perancis.
Comte menikah dengan Caroline Massin pada tahun 1825, tetapi pernikahan mereka tidak bahagia dan mereka berpisah pada tahun 1842.
Setelah kematian Clotilde de Vaux, Comte menghabiskan waktu untuk menyusun karya lain yang berjudul "Sistem politik positif" yang menyelesaikan formulasi sosiologinya. Ia mengedepankan moralitas dan kemajuan moral sebagai fokus utama pengetahuan manusia dan pemerintahan. Karyanya mendapatkan pengakuan luas di Eropa dan memengaruhi banyak intelektual.
Pemikiran
Salah satu sumbangan pemikirannya terhadap sosiologi adalah tentang hukum kemajuan kebudayaan masyarakat yang dibagi menjadi tiga zaman yaitu:
Zaman teologis adalah zaman di mana masyarakatnya mempunyai kepercayaan magis, percaya pada roh, jimat serta agama, dunia bergerak menuju alam baka, menuju kepemujaan terhadap nenek moyang, menuju ke sebuah dunia dimana orang mati mengatur orang hidup.
Zaman metafisika yaitu masa masyarakat dimana pemikiran manusia masih terbelenggu oleh konsep filosofis yang abstrak dan universal.
Zaman positivis yaitu masa dimana segala penjelasan gejala sosial maupun alam dilakukan dengan mengacu pada deskripsi ilmiah (hukum-hukum ilmiah).
Hukum universal lain adalah apa yang ia sebut 'hukum ensiklopedis'. Dengan menggabungkan hukum-hukum ini, Comte mengembangkan klasifikasi sistematis dan hierarkis dari semua ilmu pengetahuan, termasuk fisika anorganik (astronomi, ilmu kebumian dan kimia) dan fisika organik (biologi dan, untuk pertama kalinya, physique sociale, yang kemudian berganti nama menjadi Sociologie).
Dari berbagai klasifikasi ilmu pengetahuan yang diajukan, klasifikasi Comte-lah yang masih paling populer hingga saat ini. Klasifikasi ini mengkaji enam ilmu dasar, matematika, astronomi, fisika, kimia, biologi, sosiologi, secara bergantian. Hal ini memberikan cara untuk bersikap adil terhadap keragaman ilmu pengetahuan tanpa mengabaikan kesatuannya.
Baca Juga: Biografi Teuku Umar, Latar Belakang, dan Perjuangannya
Akhir Hidup
Comte meninggal karena kanker pada tanggal 5 september tahun 1857, ia meninggal di umur 59 tahun. Meskipun pribadinya agak muram dan egois, ia mengimbanginya dengan semangatnya untuk memajukan kesejahteraan umat manusia dan dedikasi terhadap ide-idenya.
Karya-karyanya meskipun berat dan monoton dalam gaya tulisannya namun juga terkenal karena ruang lingkupnya yang besar dan pentingnya dalam pengembangan ilmu sosial modern.
Baca Juga: Biografi Al-Kindi, Penggerak Filsafat Arab
Itulah biodata Auguste Comte yang merupakan seorang sosiolog dengan aliran aliran positivisme.(glg)
