Kisah Nabi Zakaria Lengkap dari Lahir sampai Wafat, Mukjizat, dan Keteladanannya

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Nabi Zakaria lengkap dari lahir sampai wafat memiliki banyak hikmah dan keteladanan bagi umat muslim. Pada dasarnya, Nabi Zakaria adalah salah satu dari 25 nabi yang menjadi utusan Allah Swt dan menerima wahyu.
Diketahui, Nabi Zakaria adalah kaum Bani Israil yang hidup di Palestina dan lahir pada tahun 91 sebelum Masehi.
Dalam Al-Qur'an telah dijelaskan mengenai kisah Nabi Zakaria ketika masih anak-anak hingga masa mudanya. Sehingga, kisah tersebut bisa diteladani atau dijadikan pelajaran bagi umat Islam.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Kisah Nabi Zakaria Lengkap dari Lahir sampai Wafat
Kisah sejarah perjalanan Nabi Zakaria dari lahir sampai wafat disebutkan sebanyak 8 kali dalam Al-Qur'an, yaitu di antaranya dalam Surah Ali 'Imran ayat 38 dan ayat 41, Surah Maryam ayat 3-6 dan ayat 9-11, dan Surah Al-Anbiya ayat 89.
1. Kelahiran Nabi Zakaria
Mengutip dari Buku Lengkap Pengetahuan Agama Islam untuk Muslim Cilik karya Aifa Syah, (2023:15), Nabi Zakaria adalah keturunan dari Nabi Sulaiman yang berasal dari kaum Bani Israil.
Nabi lain yang berasal dari kaum yang sama dengan Nabi Zakaria, diantaranya Nabi Yusuf a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Harun a.s, Nabi Ilyas a.s., Nabi Ilyasa a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Sulaiman a.s., Nabi Yahya a.s., dan Nabi Isa a.s.
Silsilah lengkap dari Nabi Zakaria adalah Zakaria bin Dan bin Muslim dari keturunan Rahbaam bin Sulaiman.
Nabi Zakaria memiliki seorang bernama Iisya binti Faquuz, yang merupakan saudari Hannah binti Faquuz yakni ibu dari Siti Maryam.
Nabi Zakaria dan istrinya adalah sama-sama keturunan nabi. Mereka memiliki anak yang juga diutus oleh Allah Swt sebagai Nabi, yakni Nabi Yahya as.
Semasa hidupnya, Nabi Zakaria juga berperan sebagai pelindung dari Maryam yang merupakan ibunda dari Nabi Isa as. Ketika Hannah melahirkan Maryam, kala itu suaminya telah wafat, sehingga banyak yang ingin mengurus Maryam.
Setelah berbagai cara dan perdebatan dilalui dalam memilih orang yang tepat untuk mengasuh Maryam, akhirnya Nabi Zakaria a.s., selaku paman dari Maryam yang terpilih.
Bersama istrinya, Nabi Zakaria as pun mulai merawat Maryam dari kecil hingga tumbuh menjadi gadis taat nan bertakwa kepada Allah Swt.
Semasa hidupnya, Nabi Zakaria dijelaskan sebagai seorang tukang kayu untuk memberikan nafkah kepada keluarganya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda,
"Nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu." (HR Muslim dan Ibnu Majah)
Nabi Zakaria diangkat menjadi nabi oleh Allah Swt di usia yang sudah mulai senja, yaitu pada usia 90 tahun. Sementara putranya, Nabi Yahya bin Zakaria bin Dan bin Muslim diangkat menjadi nabi pada 28 Masehi.
2. Wafatnya Nabi Zakaria
Mengutip dari Qashash Al-Anbiyaa' (Kisah Para Nabi) karya Ibnu Katsir, ada berbagai versi keterangan mengenai wafatnya Nabi Zakaria.
Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa Nabi Zakaria meninggal secara wajar, tetapi ada pula yang menyebut karena dibunuh.
Berdasarkan riwayat hadis, penyebab kematian Nabi Yahya adalah dibunuh oleh orang suruhan Herodia.
Dikisahkan, pada saat itu, Bani Israil dikuasai oleh penguasa yang zalim bernama Raja Herodus yang memiliki keinginan dan niat untuk menikahi anak perempuan tirinya, yaitu Herodia.
Sayangnya, pernikahan tersebut ditentang oleh Nabi Yahya karena tidak sesuai dengan hukum Taurat.
Herodia pun tidak terima atas penentangan Nabi Yahya terhadap pernikahan yang akan dilakukannya itu, sehingga menyuruh Herodus untuk membunuh Nabi Yahya.
Nabi Yahya pun ditangkap, dipenjara, dan dibunuh sesuai permintaan Herodia.
Ketika kabar kematian Nabi Yahya sampai ke telinga Nabi Zakaria dan mengetahui bahwa Allah Swt telah menghukum pembunuhnya dengan mengubur mereka hidup-hidup, maka Nabi Zakaria melarikan diri menuju sebuah kebun di Baitul Maqdis.
Ketika dalam perjalanan dan melewati pepohonan, pepohonan tersebut memanggil Nabi Zakaria dan membuka diri untuk dimasuki sebagai tempat persembunyian.
Namun sayangnya, ada iblis yang melihat dan mengetahui tempat persembunyian Nabi Zakaria tersebut.
Iblis pun memotong kain baju Nabi Zakaria dan menemui orang-orang yang sedang mencari Nabi Zakaria sembari menunjukkan potongan baju itu.
Sontak, orang-orang tersebut meminta iblis untuk memberi tahu lokasi persembunyian dari Nabi Zakaria.
Setelah ditunjukkan oleh iblis, mereka langsung menghantam pohon tersebut menggunakan kapak hingga terbelah menjadi dua.
Nabi Zakaria pun meninggal dunia dan Allah Swt mengganjar kaum Bani Israil atas kematian Nabi Zakaria dengan cara membunuh para pembesar mereka dan menawan ratusan orang.
Baca Juga: Kisah Nabi Musa Lengkap dari Lahir sampai Wafat dalam Membebaskan Bani Israil
Mukjizat Nabi Zakaria
Mukjizat dalam bahasa Arab adalah mujiza, berarti sesuatu yang mengagumkan dan tidak bisa ditiru oleh manusia, merujuk pada tindakan luar biasa atau kejadian yang dianggap sebagai manifestasi langsung dari kekuasaan ilahi.
Dalam Islam, mukjizat adalah kejadian atau peristiwa luar biasa hingga sulit dijangkau oleh akal manusia yang terjadi pada diri nabi dan rasul Allah Swt.
Setiap nabi dianugerahi dengan mukjizat untuk membuktikan kenabian, termasuk Nabi Zakaria.
Selain itu, mukjizat juga menunjukkan bahwa mereka adalah orang istimewa yang dipilih oleh Allah Swt untuk menerima wahyu dan menyebarkannya kepada kaum-kaum yang ingkar dan zalim terhadap Allah Swt.
Secara umum, terdapat tiga mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Zakaria, di antaranya:
Nabi Zakaria membaktikan diri semasa hidupnya untuk mengurus dan menjaga Baitul Maqdis, merupakan tempat ibadah peninggalan dari Nabi Sulaiman yang juga digunakan oleh Nabi Zakaria untuk tempat berdakwah.
Nabi Zakaria mendapatkan keturunan dari Allah Swt seorang anak laki-laki bernama Nabi Yahya, meskipun Nabi Zakaria saat itu sudah lanjut usia dan istrinya adalah wanita yang mandul atau tidak dapat memberikan keturunan.
Nabi Zakaria dapat masuk dan bersembunyi di dalam pepohonan ketika dikejar dan diburu oleh orang-orang yang akan membunuhnya.
Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman Lengkap dari Lahir sampai Wafat dan Mukjizatnya
Keteladanan Nabi Zakaria
Salah satu keteladanan Nabi Zakaria yang dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam adalah keteguhan dan kesabaran Nabi Zakaria yang tak pernah luput untuk memanjatkan doa kepada Allah Swt, termasuk dalam memohon keturunan.
Mengutip dari buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul karya Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri (2021), sebuah doa pada dasarnya tidak langsung dikabulkan oleh Allah Swt, walaupun orang yang berdoa merupakan orang yang beriman.
Tak hanya muslim pada umumnya, seorang nabi akan diuji oleh Allah Swt dengan penangguhan atas pengabulan doa yang dipanjatkan.
Nabi Zakaria adalah seorang nabi yang rajin berdoa di setiap penghujung malam dengan suara pelan, sepenuh hati, dan penuh kekhusyukan.
Nabi Zakaria tak pernah mengeluh serta tak pernah kecewa atas doa-doa yang belum terkabul.
Nabi Zakaria percaya bahwa Allah Maha Tahu yang terbaik untuknya. Nabi Zakaria tetap bersabar atas ketentuan dari Allah Swt, termasuk hal yang berkaitan dengan keturunan.
Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an Surah Al Anbiya ayat 89, berikut adalah bunyi doa Nabi Zakaria.
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
Artinya:
"Dan ingatlah kisah Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: 'Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.'" (Surat Al Anbiya ayat 89)
Hingga pada suatu malam, kala Nabi Zakaria menyendiri dalam sunyi. Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Zakaria,
"Wahai Zakaria seungguhnya Allah Swt menggembirakanmu. Allah akan mengamanahimu seorang putra. Seorang nabi dari keturunan orang-orang saleh!"
Doa yang dipanjatkan secara terus menerus oleh Nabi Zakaria pada akhirnya dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Meski Nabi Zakaria dan istrinya telah menua, tulang belulangnya pun telah rapu, tiada yang tak mungkin jika Allah Swt sudah berkehendak.
Allah Swt telah mengabulkan doa Nabi Zakaria untuk mendapatkan keturunan yang kelak menjadi penerus nabi, penerus dakwah.
Kesabaran dan keteguhan Nabi Zakaria yang selalu senantiasa berdoa kepada Allah Swt untuk memohon keturunan meski usianya sudah tua ini pun menjadi teladan bagi umat Islam untuk tidak mudah berputus asa ketika menginginkan sesuatu.
Keteladanan kedua, yakni Nabi Zakaria taat dan patuh atas perintah Allah Swt. Meski telah berusia lanjut, Nabi Zakaria tetap semangat berdakwah kepada kaum Bani Israil.
Nabi Zakaria menyeru Bani Israil untuk menyembah Allah Swt dan senantiasa mengajak kaumnya pada kebaikan.
Ketiga, Nabi Zakaria yang sudah lanjut usia itupun juga mendapat amanah untuk menjaga Maryam, keponakannya. Bahkan Nabi Zakaria membuatkan tempat khusus bagi Maryam yang berada di Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa.
Demikian kisah Nabi Zakaria lengkap dari lahir sampai wafat yang perlu diketahui oleh umat muslim, beserta dengan mukjizat dan keteladanan yang dapat menginspirasi setiap umat di dunia, terutama Islam. (SUCI)
Baca Juga: Kisah Nabi Nuh Lengkap dari Lahir sampai Wafat dan Perjuangannya
