Profil Dadan Hindayana, Dosen IPB yang Menjadi Kepala Badan Gizi Nasional

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Dadan Hindayana saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah namanya ditetapkan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, melalui pelantikan oleh Presiden Joko Widodo bersamaan dengan reshuffle kabinet pada hari Senin (19/8/2024) kemarin.
Dikutip dari setkab.go.id, Dadan menjadi orang pertama yang menduduki jabatan kepala salah satu lembaga pemerintahan tersebut. Badan Gizi Nasional diketahui baru dibentuk pada 15 Agustus 2024 berdasarkan Perpres No. 83 Tahun 2024.
Menurut kabar, kebijakan itu dirancang untuk mengawal program makan gratis saat Prabowo Subianto dilantik menjadi presiden nantinya. Amanah besar ini tentu tak dipikul sembarang orang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Dadan Hindayana
Berdasarkan catatan profil Dadan Hindayana pada laman pddikti.kemdikbud.go.id, sosok yang didapuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional ini merupakan seorang dosen tetap dengan jabatan fungsional Lektor di perguruan tinggi ‘Institut Pertanian Bogor’ (IPB).
Dirinya tercatat sebagai bagian dari program studi Entomologi, yakni prodi yang mencakup ilmu tentang serangga, proteksi tanaman, serta isu-isu pangan dan pertanian di Indonesia.
Mulai dari “Pengantar Ekologi” hingga “Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman” dirinya ampu di IPB, sejak 2003/2004 (Ganjil) sampai saat ini. Selain itu, ia juga kerap mengajar mata kuliah yang berbau usaha dan pertanian, seperti “Agripreneurship.”
Mata kuliah sejenis usaha pertanian tersebut dirinya ampu di ‘Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan Banau‘ (STPK), Maluku Utara, sejak tahun Genap, 2003/2004, sampai tahun genap, 2021/2022 (berdasar data terakhir pada laman PDDikti).
Meski fokus ajarnya condong pada pertanian, Dadan dipercaya Presiden Joko Widodo untuk mengisi bangku kepemimpinan Badan Gizi Nasional. Hal ini tentu beralasan pada banyak aspek kelebihan, termasuk pengabdian masyarakat dan karyanya.
Baca Juga: Profil Dharma Pongrekun, Riwayat Pendidikan, dan Rekam Jejaknya
Riwayat Pendidikan Dadan Hindayana
Tak banyak informasi yang beredar terkait rincian riwayat pendidikan sang dosen sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional ini. Namun, dikutip dari laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), pendidikan akhir sosok Dadan Hindayana adalah Strata 3 (S3).
Mengawali S1-nya, Dadan diketahui menyelesaikan kuliah di IPB pada tahun 1986 – 1990, mengambil jurusan 'proteksi tanaman.' Lalu, pria lulusan S1 IPB ini melanjutkan studi S2-nya di di Universitas Rheinischen Friedrich Wilhelms Bonn, Jerman (1995 - 1997).
Untuk mendalami ilmu serta mematangkan kariernya, sang dosen kemudian melanjutkan pendidikannya ke tahap strata 3 (S3), mengambil program doktor di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman.
Berkat seluruh rangkaian pendidikan tersebut, saat ini, dosen IPB ini diketahui memiliki nama lengkap sekaligus gelar sebagai Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana. Data di atas membuktikan bahwa ia memiliki passion keilmuan.
Rekam Jejak Dadan Hindayana
Nama Dadan Hindayana dianggap cukup baru dalam lingkup pemerintahan. Pasalnya, sosok pria yang diketahui berasal dari Garut ini lebih berperan aktif dalam dunia pendidikan, sehingga, namanya mungkin cenderung dikenal oleh jajaran akademisi.
Dalam dunia akademisi, ia berperan sebagai dosen pascasarjana IPB pada prodi Entomologi, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian. Ia telah mempublikasikan banyak jurnal ilmiah yang kemudian disitasi oleh banyak peneliti di bidang serupa.
Selain aktif mengajar di IPB, berdasar beberapa sumber, Dadan juga merupakan Ketua Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK), Banau, Halmahera Barat, Maluku Utara. Kampus ini merupakan gagasan pemerintah wilayah Banau bersama IPB.
Hingga saat ini, dirinya tercatat telah terlibat sedikitnya sepuluh program pengabdian masyarakat, serta telah memiliki publikasi karya lebih dari dua puluh jumlahnya. Hal ini tentu berkaitan dengan tanggung jawab pendidikannya dari S1 hingga S3.
Kemampuannya dalam berkarya dan memimpin tersebut kali ini tak berhenti di dunia akademisi, sebab, Dadan Hindayana dipercayai sang Presiden untuk dilantik sebagai Kepala Lembaga Pemerintah bersama dengan pelantikan 2 Kepala Lembaga lainnya.
Presiden Joko Widodo, telah melantik Dadan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, pada Senin (19/08/2024), di Istana Negara, Jakarta. Karenanya, sang dosen pun memiliki tanggung jawab lain, berupa memastikan pemerataan makanan bergizi pada sasaran program.
Baca Juga: Profil Yudian Wahyudi, Kepala BPIP beserta Pendidikan dan Rekam Jejaknya
Pengabdian Masyarakat Dadan Hindayana
Pengabdian masyarakat merupakan sebuah langkah konkret seorang akademisi dalam memanfaatkan ilmunya. Tak heran, selama masa karier, Dadan telah melakukan banyak pengabdian masyarakat, sebagaimana pada daftar berikut (pddikti.kemdikbud.go.id):
Pengujian Lapangan Efikasi Insektisida SIDAMEC 20 EC (abamectin:20 g/l) Terhadap Kutu Daun Myzus persicae, pada Tanaman Cabai di 1 (Satu) Lokasi | 2023
FGD Pembahasan Hasil Restrukturisasi RPP PTKL | 2022
FGD Pembahasan Naskah Akademik Polbangtan Indonesia tindak lanjut RPP PTKL | 2022
FGD Pembahasan Kebijakan Strategis Tindak Lanjut RPP PT KL sebagai Upaya Rintisan Pembelajaran TEFA Prodi Teknis, Spesifik dan Link dengan Program Prioritas Nasional Kementerian Pertanian | 2022
Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia | 2022
Koordinasi Persiapan Anggaran Cadangan Logistik Strategis (CLS) Kemhan RI | 2022
Pembahasan Usulan Masukan Revisi RPP PTKL | 2022
Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia | 2022
Reformasi Pendidikan Vokasi | 2022
Transformasi Politeknik Pembangunan Pertanian | 2022
Publikasi Karya Dadan Hindayana
Sebagai seorang dosen, meneliti dan mempublikasi karya adalah hal wajib, layaknya bentuk pertanggungjawaban gelar, yakni mencari dan menebar ilmu. Bagi yang penasaran, berikut merupakan daftar publikasi karya Dadan Hindayana (pddikti.kemdikbud.go.id):
“Intraguild predation of Phenacoccus manihoti parasitoid Anagyrus lopezi by two mealybug predators, Cryptolaemus montrouzieri and Plesiochrysa ramburi” | Prosiding Seminar Internasional (2023)
“Hubungan Masa Reproduksi Burung Hantu Serak Jawa (Tyto alba) terhadap Tingkat Konsumsi Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Kabupaten Jember” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2023)
“Interferensi Kehadiran Predator Terhadap Keefektifan Parasitoid Anagyrus lopezi De Santis (Hymenoptera: Encyrtidae)” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2023)
“Functional Response Of Endoparasitic Wasp, Anagyrus lopezi On Cassava Mealybug, Phenacoccus manihoti By Parasitism And Host-Feeding” | Jurnal Internasional Bereputasi (2023)
“Rat Population Increase And Damage To Rice Plantations With Different Irrigation Systems In Wajo Regency, South Sulawesi Province” | Jurnal Internasional (2023)
“The effect of habitat condition of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) to arthropods and rat infestation” | Prosiding Seminar Nasional (2022)
“Nisbah kelamin tikus sawah (Rattus argentiventer) pada beberapa fase pertumbuhan tanaman padi di lahan sawah irigasi” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2022)
“Pengaruh Penggunaan Linear Trap Barrier System terhadap Intensitas Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer)” | Jurnal Nasional (2022)
“Comparisons of the composition of spider assemblages in three vegetation habitats in Bogor, West Java, Indonesia” | Jurnal Internasional Bereputasi (2022)
“Analisis Pergerakan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Menggunakan Linear Trap Barrier System” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2021)
“Analysis of the Movement of Rice Field Rats (Rattus argentiventer) Using the Linear Trap Barrier System” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2021)
“Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Petani dalam Penerapan Pengendalian Hama Tikus Terpadu di Ekosistem Sawah Irigasi” | Prosiding Seminar Nasional (2020)
“Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) terhadap Tanaman Padi” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2020)
“Parasitism disruption by ants of Anagyrus lopezi (Hymenoptera: Encyrtidae), parasitoid of cassava mealybug” | Jurnal Internasional Bereputasi (2020)
“Parasitism of cassava mealybug by Anagyrus lopezi: Effects of varying host and parasitoid densities” | Jurnal Internasional Bereputasi (2020)
“Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Petani dalam Penerapan Pengendalian Hama Tikus Terpadu Di Ekosistem Sawah Irigasi” | Prosiding Seminar Nasional (2019)
“Geographic distribution of the invasive mealybug Phenacoccus manihoti and its introduced parasitoid Anagyrus lopezi in parts of Indonesia” | Jurnal Internasional Bereputasi (2019)
“Keanekaragaman dan peran fungsional serangga Ordo Coleoptera di area reklamasi pascatambang batubara di Berau, Kalimantan Timur” | Jurnal Nasional (2017)
“Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma [60Co] Terhadap Bactrocera Carambolae Drew & Hancock In Vitro dan In Vivo” | Jurnal Nasional Terakreditasi (2015)
“Agricultural land use alters species composition but not species richness of ant communities” | Jurnal Internasional Bereputasi (2015)
“Intraguild Predation among the Hoverfly Episyrphus balteatus de Geer (Diptera: Syrphidae) and Other Aphidophagous Predators” | Jurnal Internasional Bereputasi (2001)
“Effects of intraguild predation on aphid parasitoid survival” | Jurnal Internasional (2000)
“Managing Tropical Rice Pests Through Conservation of Generalist Natural Enemies and Alternative Prey” | Jurnal Internasional Bereputasi (1996)
Baca juga: Profil Airlangga Hartarto, Jejak Karier, dan Riwayat Pendidikannya
Demikian ulasan terkait profil Dadan Hindayana, sosok dosen IPB yang diangkat menjadi Kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden Joko Widodo. Untuk mengetahui berita terkait, simaklah info terupdate dari berbagai sumber terpercaya lainnya.(nida)
