Konten dari Pengguna

Profil Eddie Nalapraya, Sosok Bapak Pencak Silat yang Telah Berpulang

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Eddie Nalapraya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Profil Eddie Nalapraya. Foto: Dok. Istimewa

Profil Eddie Nalapraya tengah menjadi sorotan di kalangan warganet. Pasalnya, sosok Bapak Pencak Silat Dunia ini dikabarkan telah meninggal dunia pada 13 Mei 2025 lalu di usianya yang telah menginjak 93 tahun.

Berdasarkan informasi dari situs resmi setkab.go.id, Eddie Nalapraya menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 09.50 WIB, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Jenazahnya kemudian disemayamkan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Sebagai sosok yang berjasa pada bangsa, banyak tokoh penting yang turut hadir di Padepokan Pencak Silat TMII untuk memberikan penghormatan terakhir. Diketahui Eddie Nalapraya telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada negara.

Daftar isi

Profil Eddie Nalapraya

Profil Eddie Nalapraya, foto hanya ilustrasi, bukan tokoh sebenarnya: Unsplash/Alina Bordunova

Kepergian Eddie Nalapraya membuat profil Eddie Nalapraya mendapat sorotan. Pemilik nama lengkap Mayjen TNI (Purn.) Dr. (HC) H. Eddie Mardjoeki Nalapraya ini adalah seorang jenderal TNI sekaligus tokoh pembina pencak silat.

Eddie Nalapraya lahir pada 6 Juni 1931 dari keluarga Betawi sederhana. Ia adalah anak pertama dari 9 bersaudara. Diketahui ia adalah cucu dari Haji Buchori, seorang pemimpin agama yang disegani. Di bawah asuhan sang kakek, Eddie turut diperkenalkan dengan pencak silat.

Diketahui Eddie Nalapraya merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Tidak hanya itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada periode 1984-1987.

Sebelum itu, Eddie telah merintis kariernya dari bawah sebagai seorang prajurit hingga berhasil menjadi jenderal. Berbagai latar belakang tersebut membuat sebagian besar hidupnya dilakukan untuk mengabdi kepada negara, hingga dianugerahi Bintang Mahaputera, salah satu tanda kehormatan tertinggi dari negara.

Meski demikian, Eddie juga mencintai seni bela diri asal Indonesia, yaitu pencak silat. Sosoknya memiliki jasa yang besar dalam melestarikan dan membina pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Bahkan, ia rajin keliling ke berbagai negara hingga keliling tanah air demi pencak silat.

Baca juga: Profil Afriansyah Noor dan Perjalanan Kariernya di Dunia Politik

Perjalanan Karier Eddie Nalapraya

Profil Eddie Nalapraya, foto hanya ilustrasi, bukan tokoh sebenarnya: Pexels/Pok Rie

Perjalanan karier Eddie Nalapraya dimulai dengan bergabung di militer Indonesia dan bertugas menjadi kurir untuk TNI selama masa Revolusi Nasional Indonesia. Usai revolusi berakhir, ia ditugaskan ke markas besar tentara dan mengikuti kursus Bintara pada tahun 1951.

Setelah pemberontakan di berbagai wilayah di tanah air mereda, Eddie dipromosikan menjadi perwira. Bahkan, 3 tahun setelahnya ia dikirim sebagai bagian dari Kontingen Garuda dalam Operasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kongo.

Pada tahun 1965, Eddie yang telah memiliki pangkat kapten ditugaskan kembali di Jakarta sebagai komandan Kosatgas. Hingga dikeluarkannya Supersemar, Eddie kemudian menjadi komandan keamanan pribadi dari Soeharto.

Karier militer Eddie berakhir pada tahun 1984. Namun, sebelum itu ia memiliki rangkap jabatan dengan menjadi Wakil Gubernur Jakarta. Posisi wakil gubernur itu dijabat oleh Eddie hingga tahun 1987.

Tidak hanya aktif di bidang militer dan politik, Eddie turut terlibat dalam dunia olahraga pencak silat. Keterlibatan resminya pada olahraga ini dimulai pada 1978 dengan menjadi pemimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) cabang Jakarta. Meski merasa ragu di awal, namun akhirnya ia menerima posisi tersebut.

Usai terpilih sebagai Ketua IPSI Jakarta (1978–1982), Eddie pun melalui berbagai tantangan dalam mengelola organisasi. Mulai dari pendanaan yang terbatas, hingga minat publik yang rendah terhadap pencak silat.

Meski demikian, Eddie terus melakukan berbagai hal untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul. Sejumlah cara yang ia lakukan adalah mulai dari mendorong dialog antara para master silat, menyelenggarakan kejuaraan secara rutin, hingga mempromosikan pencak silat untuk pembangunan bangsa.

Berbagai usaha yang dilakukannya tersebut membawa dirinya diangkat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat IPSI pada bulan Desember 1979, dan kemudian sebagai Ketua IPSI (1981–2003). Ia pun memiliki peran yang penting dalam posisinya tersebut.

Beberapa peran penting yang dilakukannya adalah seperti penyeragaman aturan pertandingan, peningkatan kualitas turnamen nasional, dan pengintegrasian pencak silat ke dalam acara olahraga besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games.

Salah satu pencapaian terbesar yang dilakukan Eddie di bidang pencak silat adalah pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (PERSILAT) pada bulan Maret 1980. Bekerja sama dengan perwakilan dari Singapura, Malaysia, dan Brunei, ia mendirikan PERSILAT di Jakarta.

Hal tersebut menjadi tanda dimulainya perjalanan pencak silat ke arah global, hingga akhirnya bela diri ini menyebar ke berbagai wilayah. Berbagai usaha yang dilakukan di bawah kepemimpinan Eddie dalam pencak silat menjadikan dirinya mendapat julukan Bapak Pencak Silat Sedunia.

Baca juga: Profil Agung Surahman, Sosok yang Menjadi Asisten Pribadi Prabowo

Meninggalnya Eddie Nalapraya

Profil Eddie Nalapraya, foto hanya ilustrasi, bukan tokoh sebenarnya: Unsplash/Matt Botsford

Kabar meninggalnya Eddie Nalapraya tentu menjadi berita duka bagi Indonesia. Sosok yang sangat berjasa ini telah meninggal pada usia yang menginjak 93 tahun.

Eddie Nalapraya meninggal pada 13 Mei 2025 pukul 09.50 WIB di RSPI, Jakarta. Kemudian ia disemayamkan di Padepokan Pencak Silat TMII, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.

Baca juga: Profil Annisa Mahesa, Anggota DPR Termuda dari Partai Gerindra

Itulah profil Eddie Nalapraya, sosok Bapak Pencak Silat yang telah berpulang ke pangkuan Tuhan. Dengan kabar duka ini, maka Indonesia telah kehilangan sosok yang berjasa di berbagai bidang, khususnya di dunia pencak silat. (PRI)