Profil Faisal Basri, Perjalanan Karier, dan Penghargaannya

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faisal Batubara atau lebih dikenal dengan Faisal Basri meninggal di usia 65 tahun pada Kamis, 9 September 2024. Faisal Basri merupakan seorang ekonom dan politisi terkenal di Indonesia. Profil Faisal Basri pun banyak dicari orang.
Kiprahnya di dunia politik dan akademisi Indonesia juga mendapatkan sorotan. Ia merupakan inspirasi banyak orang, termasuk para mahasiswa dan akademisi, di mana mereka belajar ilmu dan cara mempertahankan kebenaran.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Faisal Basri
Indonesia baru saja kehilangan sosok yang menjadi inspirasi banyak orang, yaitu Faisal Basri. Ia tutup usia di umur 65 tahun pada 9 September 2024 pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kuningan, Jakarta.
Nama Faisal Basri pun menjadi trending topik di berbagai media sosial. Sosoknya yang begitu inspiratif membuat banyak orang merasa kehilangan. Bagi yang belum mengetahui sosoknya, berikut adalah profil Faisal Basri.
Faisal Batubara, lebih dikenal sebagai Faisal Basri, adalah ekonom dan politikus asal Indonesia, yang lahir di Bandung pada 6 November 1959. Nama Basri diambil dari ayahnya, Hasan Basri Batubara, sebagai bentuk penghormatan.
Dikutip dari laman lpem.org, Faisal memiliki darah Batak dan merupakan keponakan mendiang Wakil Presiden Adam Malik, turut mendirikan Mara (Majelis Amanah Rakyat) yang kemudian berkembang menjadi Partai Amanat Nasional (PAN).
Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal pertama PAN, lalu menjadi salah satu Ketua setelah Kongres I di Yogyakarta. Selain itu, Faisal mendirikan beberapa organisasi nirlaba, seperti Yayasan Harkat Bangsa, Global Rescue Network, dan Yayasan Pencerahan Indonesia.
Sejak masa kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1978, ia aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa.
Setelah lulus, Faisal menjadi dosen mata kuliah Ekonomi Politik di FEUI pada akhir 1980-an. Pada tahun 2000, ia ditunjuk sebagai anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI.
Setelah mundur dari PAN pada 2001, Faisal tetap berkiprah dalam politik dengan mendirikan Pergerakan Indonesia (PI) dan menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional dari 2004 hingga 2010.
Pada 2011, Faisal bersama Biem Benyamin, putra seniman Betawi Benyamin Sueb, maju secara independen dalam pemilihan Gubernur DKI 2012, dengan komitmen menolak tawaran dukungan partai politik.
Namun, ia tidak berhasil memenangkan Pilkada 2012 karena mendapat suara lebih sedikit dari Joko Widodo, Fauzi Bowo, dan Hidayat Nur Wahid.
Biodata Faisal Basri
Berikut adalah biodata Fasial Basri:
Nama: Faisal H. Basri, S.E., M.A.
Lahir: Bandung, 6 November 1959
Orang tua: Hasan Basri Batubara dan Saidah Nasution
Istri: Syahfitri Nasution
Anak: Anwar Ibrahim Basir, Siti Nabila Azuraa Basri, Mohamad Atar Basri
Pendidikan: Sarjana Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Master of Arts (M.A.) dalam bidang ekonomi, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika (1988)
Baca Juga: Siapa Paus Fransiskus? Ini Informasi Selengkapnya untuk Menambah Wawasan
Perjalanan Karier Faisal Basri
Faisal Basri menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia pada tahun 1985, lalu memperoleh gelar Master of Arts dalam bidang ekonomi dari Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat pada 1988.
Sebagai akademisi, Faisal mulai mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dengan mengampu mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi.
Selain itu, ia juga menjadi pengajar di Program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), serta Program Pascasarjana di UI.
Sebagai seorang ekonom, Faisal Basri turut mendirikan lembaga think tank Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) dan aktif di sana antara 1995 hingga 2000.
Dalam pemerintahan, ia pernah bertugas sebagai anggota Tim Perkembangan Perekonomian Dunia di Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN pada tahun 1985-1987, serta anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden pada tahun 2000.
Dikutip dari buku Salam Tiga Jari: Leadership ala Jokowi karya Tria Sastri (2014: 66), di dunia politik, Faisal mencoba peruntungannya dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Bersama Biem Benyamin, ia maju sebagai calon independen.
Namun, Faisal tidak berhasil melaju ke putaran kedua, setelah hanya memperoleh 215.935 suara, atau sekitar 4,97 persen, dari total suara pemilih.
Mereka bersaing melawan pasangan seperti Foke-Nara, Jokowi-Ahok, Hendardji-Riza, Hidayat-Didik, dan Alex Noerdin-Nono, dan berada di peringkat kelima dari enam kandidat.
Karier Faisal Basri
Berikut adalah perjalanan karier Faisal Basri:
Pengajar Pengajar FEUI (1981)
Pengajar Pengajar pada Program Magister Akuntansi (Maksi) (1988)
Editorial Board Editorial Board, Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik (Quarterly Journal of the Indonesian Economy) (1997)
Ketua Ketua, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta (1999 - 2003)
Expert dan Pendiri Expert (dan Pendiri), Instutute for Development of Economics & Finance (Indef) (1995 - 2000)
Redaktur Ahli Redaktur Ahli Koran Mingguan “Metro” (1999 - 2000)
Dewan Pengarah Dewan Pengarah Jurnal Otonomi, diterbitkan oleh Yayasan Pariba (1999 - 2000)
Anggota Anggota Tim Asistensi Ekuin Presiden RI (2000)
Tenaga Ahli Tenaga Ahli pada proyek di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral (1995 - 1999)
Peneliti Peneliti pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEUI (1981 - 1998)
Pengajar Pengajar pada Program Extension FEUI untuk mata kuliah Perekonomian Indonesia (1987 - 1998)
Sekretaris Sekretaris Program pada Pusat Antar Universitas bidang Ekonomi, Universitas Indonesia (1991 - 1998)
Pengajar Pengajar pada Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (1991 - 1998)
Ketua Ketua Jurusan ESP (Ekonomi dan Studi Pembangunan) FEUI (1995 - 1998)
Pengajar Pengajar pada Program Pascasarjana Universitas Indonesia, bidang studi Ekonomi (1995 - 1998)
Guest Editor Guest Editor pada NIPPON (Seri Publikasi Monograf Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia) (1995 - 1998)
Research Associate Research Associate dan Koordinator Penelitian Bidang Ekonomi Universitas Indonesia dengan University of Tokyo (1997 - 1998)
Koordinator Koordinator Bidang Ekonomi, Panitia Kerja Sama Kebahasaan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) (1992 - 1997)
Kepala Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) (1993 - 1995)
Pakar Pakar Ekonomi pada P3I DPR-RI (1994 - 1995)
Koordinator Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU-Ek-UI (1991 - 1995)
Koordinator Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU-Ek-UI (1989 - 1990)
Pengajar Pengajar pada Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia STEKPI (1990)
Baca Juga: Profil Ronal Surapradja, Komedian yang Diusung PDIP Jadi Cawagub Jawa Barat 2024
Kegiatan Lainnya
Pergerakan Indonesia (PI), pendiri
American Economist Association (AEA), anggota
Society for International Development (SID), anggota
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI): 1996-2000 sebagai Pembantu Ketua Bidang III
Komite Pemantau Korupsi Nasional (KONSTAN) – National Corruption Watch (NCW), sejak peresmian pada 6 April 2000 sebagai Ketua Dewan Etik.
Partai Amanat Nasional (PAN): Pendiri; periode 1998-2000 sebagai Sekretaris Jenderal; 2000-01 sebagai Ketua yang membawahi bidang Penelitian dan Pengembangan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1981.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan-Proyek Pengembangan Pusat Fasilitas Bersama antar Universitas/IUC (Bank Dunia XVII), 1987-88.
Penghargaan Faisal Basri
Berikut adalah beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Faisal Basri:
Dosen Teladan III Universitas Indonesia (1996)
Penghargaan “Pejuang Anti Korupsi 2003,” diberikan oleh Masyarakat Profesional Madani (MPM), Gedung Joang 45, Jakarta, 15 Januari 2004
"FEUI Award 2005" untuk kategori prestasi, komitmen dan dedikasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, Depok, 17 September 2005
Baca Juga: Profil Jeje Wiradinata, Pendidikan, dan Karier Politiknya
Itulah profil Faisal Basri, perjalanan karier, dan penghargaan yang pernah diperolehnya. Ia merupakan sosok inspiratif bagi akademisi dan mahasiswa yang pernah dibimbingnya. (Umi)
