Profil Laleilmanino beserta Perjalanan Kariernya

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Laleilmanino menjadi sorotan publik karena kontribusinya yang signifikan dalam industri musik Indonesia.
Trio kreatif ini sukses menciptakan puluhan lagu hits untuk berbagai musisi ternama. Kiprah mereka membawa angin segar bagi dunia penciptaan lagu tanah air.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Laleilmanino
Dikutip dari p2k.stekom.ac.id, berikut adalah profil Laleilmanino, kolaboratif dari tiga musisi dengan latar belakang berbeda namun memiliki visi serupa dalam menciptakan karya.
Grup ini bukanlah band atau grup vokal, melainkan supergrup produser lagu yang berdiri sejak tahun 2014.
Nama “Laleilmanino” merupakan gabungan dari nama panggilan masing-masing personel: Lale (Arya Aditya Ramadhya), Ilman (Ilman Ibrahim Isa), dan Nino (Anindyo Baskoro).
Ketiganya memiliki kontribusi besar sebagai pencipta lagu, produser, dan musisi yang aktif dalam berbagai proyek musik nasional.
Mereka dikenal produktif menciptakan berbagai lagu populer yang dinyanyikan oleh banyak penyanyi ternama Tanah Air.
Kolaborasi ketiga musisi ini terbentuk bukan hanya karena bakat, tetapi juga berangkat dari keresahan yang sama terhadap kurangnya apresiasi bagi para pencipta lagu di Tanah Air.
Personel Laleilmanino
Laleilmanino merupakan trio produser musik yang terdiri dari tiga musisi berbakat dengan latar belakang dan pengalaman berbeda dalam industri musik Indonesia. Berikut adalah profil lengkap masing-masing personel Laleilmanino.
Anindyo Baskoro
Anindyo Baskoro, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Nino, adalah vokalis utama grup musik RAN. Ia dikenal memiliki suara khas dan kepekaan tinggi dalam menulis lagu-lagu pop yang mudah diterima pasar.
Sejak membentuk Laleilmanino pada 2013, Nino telah ikut menciptakan dan memproduseri berbagai lagu hits untuk banyak musisi Indonesia. Di luar aktivitas grup, ia juga aktif sebagai penyanyi solo dan penyiar radio.
Biodata:
Nama lengkap: Anindyo Baskoro
Nama panggung: Nino Kayam
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 21 November 1987
Umur: 37 tahun
Pekerjaan: Musisi, penyanyi, penulis lagu, produser, penyiar radio
Grup musik: RAN, Laleilmanino
Label: Universal Music Indonesia
Pasangan: Dhabitannisa Auni (menikah 2024)
Keluarga: Cucu dari Umar Kayam
Tahun aktif: 2006–sekarang
Arya Aditya Ramadhya
Arya Aditya Ramadhya, atau akrab disapa Lale, adalah seorang gitaris handal yang tergabung dalam grup Maliq & D’Essentials.
Ia dikenal memiliki gaya bermain gitar yang kreatif dan berpengaruh dalam perkembangan musik pop-jazz Indonesia.
Sebelum dikenal sebagai produser bersama Laleilmanino, Lale juga sempat bermain di beberapa genre berbeda, termasuk thrash metal bersama band MARCH.
Biodata:
Nama lengkap: Arya Aditya Ramadhya
Nama panggung: Lale
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 29 April 1987
Umur: 37 tahun
Pekerjaan: Gitaris, pencipta lagu, komposer, produser musik, pengusaha
Grup musik: Maliq & D’Essentials, Laleilmanino
Pasangan: Fikha Effendi
Tahun aktif: 2002–sekarang
Ilman Ibrahim
Ilman Ibrahim Isa, atau lebih dikenal dengan Ilman, merupakan musisi serba bisa yang menjadi kibordis utama Maliq & D’Essentials.
Selain mahir bermain keyboard, Ilman juga piawai dalam menciptakan aransemen musik modern yang kaya harmoni.
Sebagai anggota termuda dalam Laleilmanino, ia tetap menunjukkan kematangan musikal yang tidak kalah dari rekan-rekannya.
Biodata:
Nama lengkap: Ilman Ibrahim Isa
Nama panggung: Ilman
Tempat, tanggal lahir: Ujung Pandang, 9 Oktober 1989
Umur: 35 tahun
Pekerjaan: Kibordis, pencipta lagu, komposer, produser musik, pengusaha
Grup musik: Maliq & D’Essentials, Laleilmanino
Label: ORGANIC Records, Warner Music Indonesia
Tahun aktif: 2002–sekarang
Baca Juga: Profil Fachri Albar, Aktor yang Kembali Terjerat Kasus Narkoba
Karier Laleilmanino
Perjalanan karier Laleilmanino dimulai secara tidak sengaja pada tahun 2014, ketika mereka bertemu dalam acara ulang tahun musisi Yovie Widianto di Bali.
Di sinilah ide untuk membentuk suatu wadah kreatif bersama mulai muncul, karena ketiganya merasa memiliki visi yang serupa dalam dunia musik.
Dari pertemuan itu lahirlah sebuah kolaborasi musik yang tak terduga, dengan lagu pertama mereka yang berjudul "Surat Izin Mencinta", yang dinyanyikan oleh Bastian Steel.
Lagu ini menjadi bukti awal bahwa mereka memiliki kekuatan musikal yang bisa menarik perhatian publik.
Dalam waktu yang relatif singkat, Laleilmanino berhasil menciptakan lebih dari 100 karya lagu yang menjadi hit di industri musik Indonesia.
Mereka tak hanya aktif sebagai produser, tetapi juga sebagai penulis lagu yang menciptakan karya-karya istimewa untuk artis-artis papan atas Tanah Air.
Kolaborasi mereka dengan sejumlah penyanyi ternama seperti HiVi!, Vidi Aldiano, dan Marion Jola membuktikan bahwa kreativitas mereka diterima dan diapresiasi oleh masyarakat.
Laleilmanino tak hanya menjadi pencipta lagu, tetapi juga pembawa angin segar bagi musik pop Indonesia dengan sentuhan modern namun tetap memiliki daya tarik yang universal.
Salah satu proyek yang tak kalah menarik adalah kolaborasi mereka dengan platform musik digital Joox melalui proyek spesial bernama "Svara".
Dalam proyek ini, Laleilmanino menggali lebih dalam inspirasi dari budaya lokal Indonesia, serta komunitas seni di berbagai daerah.
Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk mengangkat kekayaan budaya lokal dan menyampaikannya melalui medium musik yang modern.
Keberhasilan proyek ini menandakan bahwa mereka tak hanya berfokus pada tren musik global, tetapi juga peduli untuk melestarikan budaya dan identitas Indonesia.
Pada tahun 2022, Laleilmanino meluncurkan mini album yang berjudul “Laleilmanino Version.” Proyek ini merupakan bentuk eksplorasi musik yang sangat personal bagi mereka.
Di dalam album ini, mereka mengaransemen ulang lagu-lagu ciptaan mereka dengan nuansa yang lebih segar dan pribadi, menjadikannya lebih dekat dengan karakter mereka sebagai musisi.
Mini album ini sebenarnya dimulai sebagai unggahan iseng di media sosial, namun respons luar biasa dari pendengar membuatnya menjadi proyek yang lebih serius.
Album ini bukan hanya menunjukkan kematangan musik Laleilmanino, tetapi juga menunjukkan evolusi mereka sebagai musisi yang terus bereksperimen dan berinovasi.
Dengan berbagai pencapaian yang luar biasa dalam waktu yang relatif singkat, Laleilmanino telah membuktikan diri sebagai salah satu kolaborasi kreatif terbaik di industri musik Indonesia.
Tidak hanya sebagai produser dan penulis lagu, tetapi juga sebagai pionir dalam menghadirkan warna baru di dunia musik pop Indonesia yang terus berkembang.
Baca Juga: Profil Satine Zaneta, Pemeran Dotty di Film Pengepungan di Bukit Duri
Karya Laleilmanino
Laleilmanino telah berkolaborasi dalam banyak proyek musik dengan berbagai artis Indonesia seperti Marion Jola, Rizky Febian, Tiara Andini, dan banyak lagi.
Mereka juga telah menulis lagu untuk berbagai artis yang cukup terkenal dan merilis lebih dari 100 karya dalam tujuh tahun berkarier di industri musik Indonesia.
Lagu-lagu yang mereka ciptakan dikenal karena memiliki lirik yang relevan, alunan melodi kuat, serta sentuhan aransemen khas.
Berikut adalah beberapa lagu populer yang dihasilkan oleh Laleilmanino yang berhasil mencuri perhatian pendengar:
Mini Albums (EP)
Laleilmanino Version
Release Date: March 11, 2022
Label: Laleilmanino
Format: Digital Download
Singles as Main Artist
"Rayu" (with Marion Jola) – 2019 (Album: Marion)
"Sampai Kapan" (with Reza Chandika & Rendha Rais) – 2020
"C.H.R.I.S.Y.E" (with Diskoria & Eva Celia) – 2021
"Sayang" (with Baso Aci Akang) – 2021
"Semuanya Semaunya" – 2021
"Bidadariku" (with Emil Dardak) – 2021
"Jago Cemburu" (with Mark Natama) – 2021
"Kita Bukan Mereka" (featuring Baila Fauri) – 2021 (Joox Original Svara)
"100 (Satu Kosong Kosong)" (featuring HIVI!) – 2021
"Lukisan Kaca" (featuring Rizky Febian) – 2021
"Jakarta" (featuring Diskoria) – 2021
"Dengar Alam Bernyanyi" (with HIVI!, Sheila Dara Aisha, Chicco Jerikho) – 2022
"Berani Bersuara <3 <3" (with JKT48) – 2022
"Badai Telah Berlalu" (with Diskoria & Bunga Citra Lestari) – 2023
Singles as Featured Artist
"Sinaran" (by Rumpies featuring Laleilmanino) – 2022
"Senyum Di Tanyaku" (by Dustin Tiffani featuring Laleilmanino) – 2023
Music Videos
"Rayu" – 2019 (Director: Risky Jusuf)
"Sampai Kapan" – 2020 (Director: Anton Ismael)
"C.H.R.I.S.Y.E" – 2021 (Director: Gianni Fajri)
"Sayang" – 2021 (Director: Anton Ismael)
"Bidadariku" – 2021 (Director: Joshua Axell Limandjaja)
"Jago Cemburu" – 2021 (Directors: Takun Arrosid, Lala Jasin)
"Berani Bersuara <3 <3" – 2022 (Director: Prialannga)
"Sinaran" – 2022 (Director: Eko Kristianto)
Filmography
Svara: Perjalanan Bermakna di Balik Nada (2021) – As Themselves (Documentary Series, 5 episodes)
Rapsodi: Fragment of Happiness (2023) – Executive Producer, Music Arranger
Selected Song List
Berikut adalah kerja sama Laleilmanino dengan sejumlah artis, identitas penulis lagu, album terkait, serta tanggal perilisan.
"100 (Satu Kosong Kosong)" – Laleilmanino featuring HIVI! (2021)
"365" – Tiara Andini (2020)
"Aduh" – Marion Jola (2020)
"Apa Adanya" – HIVI! (2018)
"Arloji" – Maudy Ayunda (2015)
"Balada Insan Muda" – Diskoria (2019)
"Bidadariku" – Emil Dardak & Laleilmanino (2021)
"Berani Bersuara <3 <3" – JKT48 & Laleilmanino (2022)
"Buat Apa Mencoba" – Lalahuta (2019)
"C.H.R.I.S.Y.E" – Diskoria, Laleilmanino & Eva Celia (2021)
Profil Laleilmanino merupakan representasi dari kolaborasi, kreativitas, dan konsistensi dalam menciptakan karya musik berkualitas.
Keberadaan mereka menjadi inspirasi bagi generasi baru penulis lagu dan produser Indonesia. (Khoirul)
Baca Juga: Profil Elang El Gibran dan Perjalanan Kariernya
