Konten dari Pengguna

Jaga Stabilitas Harga Bahan Bangunan Demi Lindungi Rakyat

Hardiat Dani S

Hardiat Dani S

Peneliti Kesehatan Masyarakat dan Pemilik Klinik HA-Medika

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hardiat Dani S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bahan Bangunan (Sumber Gambar: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bahan Bangunan (Sumber Gambar: Pixabay)

Kenaikan harga bahan bangunan dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Kendal. Kondisi ini memicu kekhawatiran, terutama bagi warga yang tengah membangun atau merenovasi rumah, serta pelaku usaha kecil di sektor konstruksi. Badan Pengurus Cabang (BPC), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal pun angkat suara, mendorong adanya langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga material bangunan.

Ketua Bidang X (Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) BPC HIPMI Kendal, Dani Satria, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait lonjakan harga tersebut. Berdasarkan data lapangan, termasuk bukti transaksi pembelian warga, sejumlah bahan seperti semen, besi, pasir hingga bahan finishing mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Menurut Dani, kenaikan harga bahan bangunan tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Meski pemerintah pusat menyebut adanya pengaruh konflik di kawasan Timur Tengah, realitas di lapangan menunjukkan bahwa faktor domestik juga memiliki peran besar.

“Distribusi, biaya logistik, serta fluktuasi harga bahan baku turut memperparah kondisi ini. Material seperti besi dan produk turunan kimia sangat bergantung pada pasar global, sehingga rentan terhadap gejolak geopolitik. Sementara itu, bahan seperti pasir dan material urugan lebih dipengaruhi oleh biaya transportasi dan distribusi lokal, yang juga mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir,” kata Ketua Bidang X (Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) BPC HIPMI Kendal, Dani Satria di Kendal, Jawa Tengah.

Dani berpendapat, bahwa dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil dan menengah di sektor konstruksi. Banyak di antaranya yang harus menyesuaikan ulang anggaran proyek, bahkan menunda pekerjaan karena keterbatasan biaya. Hal ini berpotensi menghambat pertumbuhan sektor properti rakyat di daerah.

“HIPMI Kendal memandang persoalan ini sebagai isu serius yang memerlukan perhatian lintas sektor. Kami mendorong adanya intervensi kebijakan yang tepat, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, untuk menjaga stabilitas harga bahan bangunan agar tidak semakin memberatkan masyarakat,” imbuh Dani.

Selain itu, HIPMI juga mendorong penguatan rantai pasok lokal serta efisiensi distribusi agar harga material bisa lebih terkendali. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal serta menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sebagai organisasi yang mewadahi para pengusaha muda, HIPMI Kendal berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan pelaku usaha. Dani berharap, dengan adanya perhatian serius dari berbagai pihak, stabilitas harga bahan bangunan dapat segera terwujud demi melindungi kepentingan rakyat dan mendorong keberlangsungan pembangunan di daerah.