Konten dari Pengguna

Dalam Sebulan, Elektabilitas Kang Hasan Meningkat Signifikan

putra arista pratama

putra arista pratama

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari putra arista pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Sebulan, Elektabilitas Kang Hasan Meningkat Signifikan
zoom-in-whitePerbesar

Bandung - Pasangan TB Hasanudin - Anton Charliyan masih berada di posisi buncit dalam survei terbaru Pilgub Jabar 2018. Kendati demikian, pasangan yang diusung PDIP ini optimistis satu bulan ke depan elektabilitas dan popularitas keduanya merangkak naik.

"Bulan Maret kita akan terjadi lonjakan-lonjakan (popularitas dan elektabilitas) saya kira," kata Ketua tim media Hasanudin-Anton, Budiana kepada wartawan di Jalan Riau, Kota Bandung, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya optimisme ini muncul lantaran trend popularitas pasangan yang memiliki jargon Hasanudin Anton Amanah (Hasanah) mulai baik. Hal ini terlihat dalam progres pemberitaan di media massa yang cukup masif belakangan ini.

"Dari sisi popularitas media pantaun internal kami, trend popularitas semakin naik meninggalkan pasangan lain," ungkap dia.

Diakuinya pasangan ini memang butuh kerja keras untuk menyusul ketertinggalan dari para pesaingnya. Sebab, sambung dia, pasangan yang berasal dari kombinasi TNI - Polri ini terbilang muncul terlambat dibandingkan pasangan lainnya.

"Kalau sekarang ada keterlambatan wajar saya kira. Karena dari awal tidak dalam posisi seperti pasangan lain yang sudah sangat besar menggunakan atensi dalam dirinya sebagai kepala daerah dan lainnya," tutur dia.

Kendati begitu, kata dia, dengan mesin partai yang optimal dan jaringan relawan cukup besar, pekerjaan rumah keduanya bisa terbantu. Apalagi pasangan ini tidak lagi dipusingkan dengan koalisi yang terkadang berbeda metode pemenangannya.

"Ini jadi modal baik dan kondusif bagi internal karena tidak memikirkan koalisi, karena kadang-kadang menimbulkan barier (skat) dalam pelaksanaan meraih dukungan masyarakat," jelas dia.

Tidak hanya itu, kata dia, tidak adanya zonasi dalam metode kampanye Pilgub Jabar tahun ini membuat setiap pasangan memiliki kesempatan yang luas untuk bersosialisasi.

"Sehingga ini jadi hal menarik dari sisi semakin luas kita bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat," tutur Budiana.