Konten dari Pengguna

Bagaimana Kecerdasan Buatan Mengubah Dunia Pendidikan

Putri Khoirina Nuzullah

Putri Khoirina Nuzullah

Undergraduate Education Management at Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Khoirina Nuzullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehadiran AI dengan fitur, fungsi, dan tampilan yang baru semakin berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia tidak terkecuali dalam pendidikan. Kecerdasan buatan mulai mengambil peran dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Kecerdasan buatan menjadi bagian primer dalam tumbuh kembang teknologi pendidikan. Hal ini tentu memberikan implikasi secara eksplisit terhadap kehidupan kerja manusia di masa depan.

Kecerdasan buatan atau lebih di kenal sebagai Artificial Intelligence, memiliki beberapa definisi, antara lain :

Dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi pribadi

Menurut Kusumadewi (2003), “Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia”; Menurut Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum (1982), Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia; Menurut Rich dan Knight (1991) kecerdasan buatan merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.

Dari beberapa definisi diatas maka kecerdasan buatan menawarkan media maupun uji teori tentang kecerdasan. Teori teori ini nantinya dapat dinyatakan dalam bahasa pemrograman dan eksekusinya dapat dibuktikan pada computer nyata.

Layaknya manusia yang memiliki otak, komputer juga dapat memiliki perangkat lunak yang bekerja sebagai otak. Manusia dapat menyelesaikan berbagai masalah bukan hanya karena manusia memiliki otak yang mampu menalar dan menganalisa, tapi manusia juga memiliki basis data, pengetahuan, kumpulan informasi, yang semuanya itu diperoleh dari pengalaman, dan belajar (Luh Putu Ary Sri Tjahyanti & Dkk, 2022). Termasuk peningkatan aksesibilitas pembelajaran, personalisasi pembelajaran, pembelajaran jarak jauh, dan analisis data untuk membantu siswa dan guru.

Penting bagi lembaga pendidikan untuk merencanakan dengan baik dan menerapkan teknologi secara bertahap dalam kegiatan belajar mengajar. Integrasi teknologi harus memperhatikan kebutuhan seluruh siswa, guru, dan institusi.

Dengan pendekatan yang tepat, teknologi pendidikan dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era kompetitif ini. Sekolah dapat menggunakan aplikasi atau media yang dapat mengotomatisasi tugas-tugas seperti memberikan umpan balik, memilih materi pembelajaran yang sesuai, atau menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan siswa. Penggunaan platform dan aplikasi e-learning dapat meningkatkan akses pembelajaran, memungkinkan pembelajaran jarak jauh, dan memberikan fleksibilitas pembelajaran.

Teknologi juga dapat digunakan untuk menganalisis data siswa dan memberikan umpan balik yang lebih personal, sehingga meningkatkan efisiensi pembelajaran. Penting untuk terus mendorong penerapan teknologi pendidikan yang tepat dan merencanakan implementasi yang tepat, dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan.

Dengan memilih kecerdasan buatan tentu saja memberikan kendali yang besar dalam pembelajaran. Otomatis anak akan terbiasa dengan segala hal sehingga kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan belajar mandiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan guru untuk membekali, memantau dan mengevaluasi anak untuk menyelenggarakan sistem pembelajaran dan menggunakan teknologi pendidikan secara bijaksana dan efektif.

Dan tanggung jawab tetap berada di tangan guru, meskipun teknologi digunakan sebagai alat.

Guru memainkan peran penting dalam membimbing siswa, memberikan konteks, dan menilai kemajuan mereka. Namun, teknologi pendidikan dapat memberikan data dan informasi berharga kepada guru dan siswa. Penting untuk dipahami bahwa teknologi pendidikan, seperti alat pengumpulan data dan kecerdasan buatan, mempunyai potensi untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan individu siswa, memberikan umpan balik yang lebih personal dan beradaptasi dengan gaya belajar yang berbeda. Namun perlu pengawasan yang cermat agar tidak menimbulkan bias.

Data yang dikumpulkan dengan menggunakan alat digital harus dimaknai secara bijak dan guru harus terus berperan aktif dalam mengelola proses pembelajaran.